
Episode 37/ Kesempatan di dalam kesempitan
Setelah menempuh perjalanan yang lama, Damian dan Leo sudah berada di bandara internasional Minangkabau [BIM] mereka sedang berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menemui Almira.
‘’Hmm, sepertinya kita harus naik bus deh untuk sampai ke kampungnya Almira,’’ gumam Damian seraya meneguk air mineral.
‘’Huhh, okay! Gila ternyata padang juga panas seperti Jakarta,’’ sahut Leo yang berkal-kali meneguk air mineral, bahkan dirinya sampai habis 2 botol mineral.
Damian dan Leo sudah naik bus, dan mereka akan menemui Almira.
‘’Bro, lo nggak bawa apapun?’’ tanya Leo.
Damian tersenyum dan berkata, ‘’Sudah, semuanya sudah gue persiapkan dengan baik.’’ Sambung Damian yang membuat Leo manggut-manggut saja.
….
Sementara di rumah sakit solok, Almira tengah mondar-mandir dengan cemas, ibunya harus segera di operasi, dan membutuhkan biaya yang sangat mahal dan perlu di rujuk ke rumah sakit yang jauh lebih besar dan lebih lengkap peralatannya.
Percakapan bahasa minang.
‘’Baa ko pak etek? Kalo Amak di rujuak ka rumah sakik yang jauh lobiah godang, kito ndak do pitih do,'' ucap Almira dengan cemas.
‘’Saba santa Almira, Pak etek sadang barusaho menjua sawah awak tuh ka pak jorong,’’
‘’Pak etek telfon dulu pak rt nyo,’’ sahut pak etek.
Almira mendudukkan dirinya di ruang tunggu, semuanya terasa begitu sesak, dimana ia membutuhkan banyak uang untuk melakukan operasi dan merujuk ibunya ke rumah sakit yang jauh lebih lengkap perawatannya, sementara ia sama sekali tidak mempunyai uang, bahkan sawah yang di jual pun rasanya tidak akan cukup.
Almira hanya bisa berdoa kepada Allah dengan tetesan demi tetesan air mata yang membasahi pipinya Almira.
…..
Sementara itu Damian sudah berada di terminal, ia dan Leo turun.
__ADS_1
‘’Bro, masih jauh kah tempatnya?’’ tanya Leo.
‘’Bentar, kita harus ke rumah sakit solok, soalnya disana Ibunya Almira sedang di rawat, dan pasti Almira juga ada disana,’’ sahut Damian.
‘’Huhh, okay!’’ sambut Leo.
Damian dan Leo menggunakan ojek untuk menuju rumah sakit solok, hanya membutuhkan waktu tidak sampai 1 jam, mereka berdua sudah berada di depan rumah sakit solok.
‘’Terima kasih, Pak.’’ Ucap Damian kepada tukang ojek dan memberikan uang dengan jumlah 100 ribu.
Setelah menerima uang kembalian, Damian dan Leo melangkah masuk ke dalam rumah sakit, semua pasang mata yang di lewati, menatap dengan heran siapa 2 pria dengan wajah ke bule an yang berkunjung ke rumah sakit.
Namun Damian tidak memikirkan dan tidak peduli dengan tatapan yang ada di rumah sakit, ia terus melangkah, hingga sorot mata tajamnya menatap gadis yang sangat ia rindukan sedang duduk di ujung sana.
Leo yang mengerti pun langsung menggoda Damian, ‘’Ekhem, ternyata penantian yang panjang berbuah dengan baik nihhh, buruan gih temui dan ajak nikah.’’ Bisik Leo yang membuat Damian melirik kepadanya dengan tatapan tajam karena tidak suka jika Leo menggodanya.
…..
Damian tersenyum namun ia baru menyadari jika Almira sedang menangis, ‘’Bro, lo lihat!’’
Damian tidak menjawab, ia melangkah cepat menemui Almira.
Ketika Damian sudah berdiri dekat dengan Almira, ia semakin mendengar isakan tangis dari gadis yang sudah berhasil membuatnya jatuh cinta kembali.
‘’Almira,’’ panggil Damian.
Almira menoleh dan kaget dengan kedatangan Damian, ‘’Bapak? Kenapa Bapak ada disini?’’ tanya Almira yang menyeka air matanya dan bangkit berdiri.
‘’Untuk itu nanti saja saya jawab, kenapa kamu menangis? Dan bagaimana dengan kondisi ibu kamu Almira?’’ tanya Damian yang masih gengsian untuk mengatakan jika kedatangannya jauh-jauh adalah karena rindu.
Namun ketika Leo hendak berbicara, dengan cepat Damian menginjak kaki temannya ini hingga membuat Leo meringis kesakitan, ‘’Awhg, saki bro!’’ kesal Leo, namun Damian memberikan tatapan tajam yang mengintimidasi Leo untuk tetap diam dan tidak mengatakan apapun kepada Almira.
Leo yang kesal, bergumam dengan nada kecil, ‘’CIh, tinggal bilang rindu aja berat banget!’’
__ADS_1
Damian yang mendengarnya pun langsung kembali menginjak kaki Leo untuk kedua kalinya, hingga membuat Leo kembali menjerit kesakitan.
‘’Awhggg!’’
Almira menatap kepada Leo dengan heran.
……
Namun ketika Damian kembali bertanya bagaimana kondisi ibunya, Almira malah tertunduk dengan isakan tangis yang membuat Damian dan Leo heran.
‘’Almira, jangan menangis. Sekarang katakan, ada apa?’’ saran dari Damian dengan lembut, ia duduk di sebelah Almira, sementara Leo masih berdiri di samping Damian.
Almira menatap wajah Damian dengan isakan tangis yang begitu pilu, ‘Almira, seandainya saya bisa menghapus air mata yang jatuh ini, dan memeluk erat kamu di dalam pelukan saya, namun … hal itu sangat mustahil untuk saya lakukan.’ Batin Damian yang tidak bisa dan tidak kuasa ketika melihat gadis yang diam-diam ia cintai menangis pilu seperti ini.
‘’Ibu, Pak ….’’ Lirih Almira.
‘’Ibu butuh biaya yang banyak, sementara aku … aku tidak punya uang untuk membiayai nya … aku bingung, padahal kami sekeluarga sudah menjual sawah, namun masih belum cukup ….’’ Ucap Almir.
…..
‘’Almira, kamu tenang saja dan berhenti menangis. Saya yang akan membiayai semua biaya pengobatan ibu kamu,’’ ucap Damian.
Almira menoleh tidak percaya, namun Leo yang punya otak secerdik kancil, ia pun segera menarik tubuh Damian.
Leo menarik Damian untuk menjauh dari Almira, ‘’Leo, lo apa-apaan sih!’’ kesal Damian.
‘’Bro, lo tuh bego apa gimana sih! Momen ini bisa jadi sangat berharga buat lo dan dia,’’ bisik Leo yang melirik sekilas kepada Almira, dan detik berikutnya ia kembali berbisik kepada Damian.
Namun Damian melotot kaget dengan ucapan Leo, ‘’Lo jangan gila yah, Leo! Lo tahu sendiri jika Almira itu sedang pusing bagaimana cara mendapatkan uang untuk biaya ibunya yang sedang sakit, terus lo … malah menyarankan gue untuk melakukan itu,’’ kesal Damian.
Leo berdecak kesal dan kembali berkata, ‘’Lo tuh gimana sih, lo sendiri kan yang bilang jika Almira tidak mau menikah dengan lo karena lo itu dan dia terlalu jauh berbeda dari status sosial. Dan sekarang … lo bisa gunakan situasi ini untuk mengajak dia mau menerima lamarann lo,’’ sahut Leo.
Damian berpikir, ‘’Jika di pikir-pikir lo benar juga, sekarang situasinya Almira membutuhkan uang untuk biaya operasi ibunya, sementara gue butuh dia untuk menjadi ibu untuk anak gue. Tapi … apakah Almira mau, jika gue mengajaknya untuk nikah kontrak?’’
__ADS_1
Damian menatap kembali kepada Almira, apakah memang sebaiknya ia ikuti saja saran dari Leo untuk menggunakan situasi yang terdesak ini agar Almira mau menikah dengannya.
~Bersambung.