
Episode 31/ Lamar dia secepatnya, Damian!
Hari ini hari libur untuk Putri, dan mumpung Almira juga tidak kuliah sekarang. Ia yang sedang duduk di taman belakang, seraya sibuk dengan tugas yang sudah menumpuk, terlebih tugas dari dosen killer yaitu Damian.
‘’Huaa, sangat mengantuk sekali.’’ Ujar Almira dengan menguap, lehernya bahkan sampai kelelahan karena sedari tadi harus menulis resume, membuat makalah, dan tugas yang lain.
Damian yang sedari tadi terus memperhatikan Almira dari bagian atas rumah megahnya, ia sedang membincangkan tentang penyebar foto itu dengan temannya yang kemarin, melihat Damian yang tersenyum-senyum sendiri, membuat ia semakin yakin, jika Damian sudah jatuh cinta dengan gadis yang bernama Almira.
‘’Ekhem,’’
Damian tersadar dari lamunan, dirinya bersikap santai karena takut jika temannya ini tahu tentang semua hal yang sedang terjadi kepada Damian, ia yang sedang memperhatikan Almira sedari tadi.
‘’Damian, Damian. Lo ini bukan lagi anak abg, masa iya sikap lo pas lo sedang jatuh cinta, sama persis sih dengan anak abg. Kalo suka yah bilang, masa iya masih malu-malu kucing, aneh banget lo jadi orang!’’ ujar teman Damian yang bernama Leo.
Leo adalah pria tampan keturunan campuran, ia mendapatkan darah Yunani dari ayahnya. Leo muda setahun dari Damian, ia seorang detektif handal dan juga memiliki bisnis rahasia yang hanya orang-orang yang tertentu yang akan tahu tentang latar belakang Leo.
Dan Damian menghubungi Leo untuk kasus ini kembali, ia hanya tidak ingin musuh-musuh di luar sana malah mengamcam keselamatan Almira, gadis kecil yang tidak tahu apa-apa dan tidak seharusnya berada dalam masalah ini.
‘’Damian, Damian. Lo masih berusaha mengelak, sementara gue bisa melihat perbedaan ketika lo dengan mantan istri lo dan dengan gadis kecil itu,’’ ucap Leo dengan menyeduh anggur merah.
__ADS_1
Damian menoleh dengan berkata, ‘’Tahu apa lo tentang cinta? Lo saja tidak pernah menikah dan gue sendiri tahu jika lo tidak pernah dekat dengan seorang wanita, dan sekarang, lo malah bersikap sok bijak dengan mengatakan tentang cinta. Hahah, terlalu mustahil untuk gue percaya ucapan dari lo, Leo. Sementara lo sama sekali tidak pernah merasakan apa itu cinta,’’
….
Leo malah terkekeh mendengar ucapan Damian,
‘’Damian, Damian. Lo benar-benar seperti anak kecil, padahal gue yang jauh muda setahun dari lo, namun kenapa lo seakan bodoh sekali jika sudah bersinggung dengan masalah cinta? Padahal lo ini seorang pengusaha sukses, seorang yang jenius. Namun jika sudah di hadapkan dengan cinta, lo itu bahkan jauh lebih oon dari anak kecil, heran gue dah, kenapa orang pintar ketika jatuh cinta seperti lo semuanya!’’ sahut Leo.
Damian hanya terdiam mendengar ucapan Leo, ‘Jika di pikir-pikir, gue memang sangat bodoh ketika sudah jatuh cinta, gue benar-benar mau maunya di bohongi padahal kenyataannya sudah benar,’ pikir Damian yang membenarkan ucapan Leo.
‘’Hmm, kapan lo mau mengatakan semua rasa cint lo pada gadis kecil itu?’’ tanya Leo yang kembali menggoda Damian, si duda yang sedang jatuh cinta dengan mahasiswinya sendiri sekaligus anak dari pembantu di rumahnya.
‘’Lo pikir, menyatakan perasaan itu semudah itu apa? Dan lo tahu kan dia itu terlalu muda untuk mengenal cinta, yah kali dia bakal paham. Apalagi … gue juga nggak jamin, gue itu jatuh cinta kepada dia, Almira itu terlalu kecil untuk gue. Gue hanya kagum kepada Almira karena bisa dekat dengan Putri, lo tahu kan, gimana rewelnya anak gue. Dan hanya Almira yang bisa membuat kerewelan anak gue berkurang,’’
‘’Dan lo tahu, bahkan anak gue itu juga mendapatkan prestasi di sekolahnya, dan itu juga karena Almira, makanya gue sangat kagum dengan kepribadian Almira. Sekalipun dari segi usia ia masih sangat jauh muda, namun tidak dengan sikap dan pemikirannya. Almira itu sangat dewasa, bahkan ia bisa membuat Putri memanggilnya dengan sebutan Mama. Menurut lo apakah ada alasan lain untuk gue sebagai seorang ayah tidak kagum kepada Almira?’’
Leo menatap lekat Damian dan berpikir sejenak.
‘’So … lo berpikir jika rasa yang ada dalam hati lo itu sekarang, hanya sebatas rasa kagum tanpa ada unsur lo jatuh cinta kepada dia?’’ tanya Leo, Damian kelihatan berpikir, tidak lama ia memberikan anggukan.
__ADS_1
…..
‘’Menurut gue, enggak. Lo itu lebih dari Sebatas kagum kepada Almira, gue bisa melihat dari cara lo memandangnya, sangat jauh berbeda dengan cara lo memandang rahayu, mantan istri lo itu.’’ Ucap Leo.
Damian yang paling tidak suka jika ada orang lain yang membicarakan tentang masa lalunya, karena itu hanya membuat Damian semakin terluka, perselingkuhan yang dilakukan oleh Rahayu, mantan istrinya, benar-benar membuat hatinya patah, bahkan hal itulah yang membuat Damian tidak mau membuka hati lagi untuk gadis lain, baginya semua wanita semua saja.
‘’Sorry, bro. gue nggak bermaksud untuk membuat lo mengingat kejadian masa lalu lo itu, tapi gue serius, cara lo memandang dia benar-benar berbeda. Dan gue yakin, lo itu sebenarnya sudah jatuh cinta dengan dia, hanya saja ego lo itu yang terlalu tinggi, lo harus bisa menurunkan ego lo jika lo ingin kembali membuka hati. .hmm, dan gue lihat dia gadis yang baik,’’ penilaian dari seorang Leo.
‘’Entahlah, gue hanya takut jika kejadian masa lalu itu kembali terjadi, dan gue hanya tidak ingin merengut masa muda nya Almira. Gue tidak ingin hanya sekedar pacaran, Leo. Gue ingin sebuah hubungan yang serius, gue butuh pendamping hidup yang benar-benar ada untuk gue, di kala suka maupun duka. Terlebih masalah anak gue, dia sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu,’’ ucap Damian yang jujur akan semua hal yang sangat menjanggal di dalam hatinya.
Leo menepuk Pundak Damian dan berkata, ‘’Jika begitu, kenapa tidak lo coba untuk membicarakan dengan gadis itu? Secara usia, dia sudah cukup kok untuk membina rumah tangga. Apalagi lo juga bilang jika hanya dia yang bisa dekat dengan putri lo, jadi tidak ada alasan lain untuk lo sekarang Damian,’’
"Apalagi gue sangat yakin jika Lo ini sudah jatuh cinta dengan gadis yang bernama Almira itu, Lo hanya gengsi saja karena terpaut usia yang cukup jauh. gue katakan ke Lo, Damian. dalam masalah cinta, kita tidak tahu akan jatuh cinta dengan siapa, dan pada waktu kapan, jadi seharusnya Lo tidak mempermasalahkan usia Lo dan dia yang cukup jauh itu," saran dari Leo.
‘’Maksud lo? Lo ingin gue ngelamar Almira dan menikahinya dalam waktu dekat ini?’’
Hmm,’’
Sahut Leo yang membenarkan ucapan Damian.
__ADS_1
~bersambung.
Follow akun ig Zadreammi untuk melihat visual pemain dan update berikutnya.