
Episode 25/ Sadar diri
Almira kembali masuk ke dalam rumah megah Damian, ia sangat kelelahan sekali dan butuh istirahat, hanya saja Putri langsung berhambur memeluk kepadanya. Damian yang sedang turun tangga melihat pemandangan yang sangat indah ini, muncullah senyuman paling manis di wajah tampan dosen killer tersebut.
‘’Pa!’’ panggil Putri, Almira menoleh dan terlihat jika Damian sedang memperhatikannya, ia kembali teringat dengan ucapan sang dosen barusan kala mereka masih berada di dalam mobil.
‘Haduh, Almira! Almira! Kenapa kamu masih memikirkan ucapan itu, sudah pasti tidak mungkin untuk terjadi! Kamu benar-benar bodoh sekali Almira, berharap yang terlalu lebih, nanti kamu sendiri yang merasa sakit hati ujungnya!’ batin Almira, jujur dirinya sangat tertarik dengan Damian, sekalipun sikapnya yang kadang menyebalkan, namun ia tahu ada luka masa lalu yang mengakibatkan itu semua.
Damian turun mendekat dan melihat wajah lelahnya, ‘’Putri, sama Papa dulu yah.’’
Putri memberikan anggukan, ia berpindah ke gendongan Damian.
‘’Almira, silahkan ke kamar kamu.’’ Ujar Damian singkat, ia langsung melangkah menuju ruang makan bersama Putri.
…..
‘’Pa, kenapa Mama tidak di ajak?’’ tanya Putri, semua orang yang bekerja di rumah megah Damian menoleh karena heran dengan sebutan Mama. Mereka semua saling pandang satu sama lain, Damian yang mengerti pun langsung berkata dengan memberikan sindiran kepada semua pekerja yang ada.
‘’Kembali bekerja, sebelum saya pecat kalian semua! Kerjaannya hanya mengurusi hidup orang lain saja!’’
Semua pekerja di buat ketar-ketir, mereka langsung keluar dari daerah ruang makan, namun pergunjingan tentang ucapan Putri masih terus berlanjut.
‘’Kira-kira siapa yah Mama baru Putri? Apakah mungkin Tuan sudah menemukan tambaan hatinya, jika begitu, kita semua akan ada nyonya baru,’’ bisik pekerja wanita.
‘’Siapapun itu, tapi aku sangat yakin jika Tuan akan jauh lebih sulit untuk membuka hatinya sekarang, apalagi kamu tahu kan, jika rumah tangga Tuan saja berantakan karena mantan istrinya selingkuh dengan pria yang jauh lebih tua. Saya hanya tidak pikir, kenapa Bu Rahayu tega melakukan itu semua,’’ sahut yang lainnya.
‘’Yah karen apalagi coba, sudah pasti karena uang. Setampan apapun Tuan, saya dengar-dengar dari pembantu tetangga lain, katanya Bu Rahayu berselingkuhnya sama suami orang, mana sudah tua. Tapi yah itu tadi karena harta terkadang seseorang akan melakukan cara apapun untuk mendapatkannya,’’ sahut yang lain.
__ADS_1
‘’Hmm, benar. Jika dipikir, Tuan sangat mencintai dan menyayangi Bu Rahayu, bahkan menduda sangat lama, padahal semua wanita di luar sana sudah banyak yang mengantri.’’ Sahut yang lain.
Mang ujang yang tidak sengaja mendengar pembicaraan pekerja wanita, ikut nimbrung dengan berkata, ‘’Shht, daripada ngurusin kehidupan Tuan, lebih baik kalian semua segera kembali ke kamar masing-masing. Dasar semua wanita kerjaannya ghibah saja,’’
…..
Keesokan paginya, Almira sedang menunggu bus di halte, namun ada sebuah mobil keren yang mendekat, padahal tepat di belakang mobil yang berhenti, ada mobil Damian.
‘’Siapa pria itu?’’ pikir Damian, ia memberhentikan mobilnya beberapa meter di belakang, ia melihat ada seorang pria muda yang turun dari dalam mobil dengan mereka Ferrari berwarna silver, pria muda itu melangkah mendekat kepada Almira, dan Damian semakin penasaran dengan sosok pria tersebut.
‘Apa jangan-jangan itu kekasih Almira?’ batin Damian, ia kembali teringat dengan beberapa kejadian yang mana Almira akan selalu kaget jika dirinya berkata serius.
Damian memukul berkali-kali setir kemudi dan berkata dengan tatapan yang tidaak teralihkan dari pemandangan di depan sana, ‘’Benar-benar bodoh kamu Damian! Bisa-bisanya kamu jatuh cinta dengan gadis kecil, usia kamu saja dan dia sudah terlalu tua, yah kali Almira lebih memilih hidup bersama dengan pria yang sudah bawah tanah, ketika dirinya sendiri bisa mendapatkan yang jauh lebih muda dan jauh lebih kaya di bandingkan kamu yang hanya seorang duda kesepian, sungguh malang kamu Damian,’’ gumam Damian yang memilih untuk pergi kembali ke kampus dan berusaha hanya menganggap Almira sebatas mahasiswi dan juga anak dari pembantu di rumahnya.
‘’Kamu benar-benar malang Damian, kamu memang tidak pantas untuk dicintai oleh siapapun, sepertinya memang sudah menjadi takdir jika kamu akan hidup sendirian hingga tua, tanpa ada seorang wanita yang menemani kamu di masa tua nanti,’’
…..
Almira masih belum tersadar, hingga pria muda itu kembali menyadarkan Almira.
‘’Eh, maaf Latif. Kamu ngomong apa barusan?’’ ujar Almira yang baru tersadar.
‘’Tidak ada, saya hanya bertanya kamu sedang melihat apa? Sehingga membuat kamu sangat melamun sekali, hanya itu. Apakah kamu sedang tidak enak badan hari ini?’’ tanya pria yang bernama Latif.
‘’Maafkan saya, saya hanya sedikit demam,’’ sahut Almira dengan jujur, ia memang tidak enak badan, namun karena mengingat hari ini, ia ada kelas dengan Damian, dan dimana aturan dengan dosen killer itu sangat banyak sekali.
Latif menunjukkan raut wajah cemas, ‘’Jika begitu kita ke rumah sakit dulu,’’
__ADS_1
Almira langsung menggelengkan kepala dengan berkata, ‘’Tidak perlu Latif, terima kasih atas tawaran baik kamu, namun saya hanya sedikit capek itu saja, palingan uga hanya sebentar. Oh yah, kamu pindah kampus kah?’’
‘’Tidak Almira, kamu harus berobat terlebih dahulu, aku tidak mau yah kamu kenapa-napa. Oh yah, untuk pertanyaan kedua, hmm memang benar, aku pindah ke kampus kamu,’’ sahut Latif.
‘’Oh yah, tapi kenapa? Bukannya kamu juga kuliah di kampus elit dan juga favorit, atau jangan-jangan kamu berbuat masalah yah di kampus kamu?’’ ledek Almira.
‘’Hahah, yah begitulah, kamu kan tahu sendiri aku ini bagaimana. Oh yah, katanya di kampus kamu itu ada satu dosen yang killer, aku jadi penasaran, se killer apa sih dosen kamu itu,’’ ujar Latif.
Almira hanya terkekeh dan membuat Latif semakin bingung, ‘’Latif, Latif. Asalkan kamu bertemu dengan tuh dosen dan berhadapan langsung, apalagi sampai berbuat masalah, maka kamu akan otomatis mengulang di semester berikutnya bersama tuh dosen killer. Makanya saya sarankan, kamu jangan banyak ulah sama tuh dosen, kalo kamu mau cepat lulus,’’
‘’Hmm, menarik. Aku benar-benar ingin sekali bertemu dengan tuh dosen killer, katanya dia seorang pria, siapa tahu kan tuh dosen killer akan menjadi saingan yang tangguh untuk menghadapi kenakalan Latif,’’ sahut Latif yang sebenarnya sudah tahu semua hal tentang Almira, terlebih selama satu bulan belakangan ini, ia sudah memantau semua kegiatan gadis yang ia cintai dalam diam sedari lama.
Dan Latif juga sudah mengetahui seluk beluk tentang dosen killer itu, ia bisa melihat sendiri dan mengartikan tatapan dari dosen killer tersebut kepada Almira, bukan tatapan biasa, melainkan tatapan penuh cinta, mana mungkin ia akan membiarkan jika gadis yang ia cintai daam diam di ambil oleh pria lain.
‘’Tapi yah Latif, seriusan dah, kamu ini ngapain pakai acara pindah kampus juga sih? Padahal kamu kan sudah sangat terkenal disana, dan dengar-dengar kamu ini jadi primadona di kampus kamu itu, dan katanya juga, banyak gadis-gadis yang tertarik dengan kamu dan mau di jadikan pacar. Eh kamunya malah pindah kampus,’’ ucap Almira.
‘’Yah gimana lagi, masalah hati sulit lah Almira, sebanyak apapun gadis yang mendekat kepadaku dan berusaha merayuku untuk mau menjadikan mereka pacarku, namun jika aku sendiri tidak mencintai salah seorang dari mereka, untuk apa? Lagian aku juga sudah ada wanita tambaan hati,’’ sahut Latif yang menatap dengan lekat kepada Almira.
Namun masalahnya, Almira sama sekali tidak peka dengan tatapan yang di berikan oleh Latif, ‘’Serius?! Kamu sudah ada tambaan hati? Siapa? Bolehlah kamu ini kasih tahu, siapa gadis beruntung yang sudah mampu meluluhkan seorang Latif ini,’’
Latif tersenyum dengan berkata, ‘’Kamu,’’
Degg, Almira terdiam kaget, namun Latif mengelus kepala yang tertutupi oleh hijab berwarna coklat dengan berkata, ‘’Bercanda,’’
~Bersambung.
Follow akun ig @Zadreammi untuk melihat visual pemain dan update berikutnya.
__ADS_1