
Episode 14/ Tak Sengaja Melihatnya
Sesampainya di depan rumah Damian, Almira dengan sangat malu untuk turun dari dalam mobil dosennya sendiri.
‘Ya allah, aku sangat malu sekali. Bagaimana jika dosen killer itu malah membahasnya dan menyebarluaskan tentang semua yang sudah ia lihat dari tubuhku di kampus?’ pikir Almira dengan cemas.
Damian yang sudah turun, menatap dari kaca mobil dan disana terlihat jika Almira malah menutup wajahnya.
Tok tok tok.
Almira yang kaget lantas menoleh, disana terlihat jika Damian yang sedang mengintipnya. Almira kembali menutup wajahnya, ia benar-benar sangat malu jika mengingat kejadian sebelumnya. Damian kembali mengetuk kaca mobilnya, namun reaksi Almira sama saja.
‘’Tuan kenapa masih berada di luar? Hujan kembali turun, lebih baik Tuan masuk, daripada nanti malah sakit,’’ ujar seorang pelayan yang juga bekerja disana.
Ia lantas mendekat dan membawakan payung untuk Damian.
‘’Terima kasih,’’ ujar Damian yang melangkah masuk ke dalam rumahnya dan mengabaikan Almira yang masih berada di dalam mobilnya.
‘Dasar gadis aneh, apa dia benar-benar berpikir jika saya ini memang sudah melihat tubuhnya? Padahal kan saya hanya bercanda,’ batin Damian.
…..
Almira yang merasa kondisi sudah aman, dirinya lantas memilih untuk cepat turun, namun ternyata ada beberapa pelayan wanita yang melihat Almira turun dari dalam mobil Damian, mereka saling pandang satu sama lain, dengan memberikan wajah heran.
Almira bak maling yang takut ketahuan, lantas mempercepat langkahnya masuk ke dalam rumah mewah Damian lewat pintu belakang. Semua pelayan yang melihat mereka semakin heran karena Almira juga memakai jas dari tuan mereka, padahal setahu mereka semua, Damian paling anti membiarkan orang lain memegang miliknya apalagi memakai.
Namun yang kali ini mereka lihat, Almira yang merupakan anak pembantu malah memakai jas hitam dari Damian.
‘’Apakah kalian merasa ada yang aneh?’’
Seorang pelayan yang sedang memegang sapu, ia menoleh dengan heran.
‘’Itu, masa sih kamu tidak merasa aneh dengan kedekatan antara Tuan Damian dengan anak pembantu itu sih!’’ ujarnya lagi.
Semua pelayan pun juga merasa ada yang aneh, namun tidak ada yang berani menanggapi, alasanya karena mereka semua takut dengan Damian, jika salah sedikit saja, pasti langsung dipecat.
…..
‘’Tuan, mau saya hangatkan air mandi?’’ tanya Si mbok.
Damian memberikan anggukan, ia melangkah ke dapur untuk membuat coklat panas. Namun betapa kagetnya ia melihat Almira tengah mengendap-ngendap masuk ke dalam rumah lewat pintu belakang. Ia terus memperhatikan Almira yang masih belum sadar jika sedang di perhatikan.
__ADS_1
‘’Astagfirullah!’’ kaget Almira kala matanya melihat sosok pria bertubuh tegap yang sedang menatap lekat padanya.
Damian dengan wajah santai dan merasa tidak bersalah, sementara Almira yang berusaha menghindar dari Damian semakin malu.
‘’Kenapa Bapak ada disitu?’’ tanya Almira.
‘’Memangnya kenapa? Apakah ada yang salah jika saya berada di dapur?’’ tanya balik Damian.
Almira menggelengkan kepalanya, ia menundukkan kepalanya dan segera pamit ke kamarnya yang terletak di daerah dapur.
Damian sendiri hanya terkekeh dengan kelakuan Almira, ia kembali melanjutkan aktifitasnya untuk membuat coklat panas. Namun kala berbalik badan, dirinya melihat jika Almira kembali mengendap-ngendap bak maling saja.
Damian geleng-geleng kepala dengan kelakuan Almira.
‘’Mau apalagi kelakuan random yang akan kamu tunjukkan kepada saya Almira?’’ ucap Damian dengan menyeduh coklat panas buatan sendiri.
‘’Bapak kenapa masih disitu, hah!’’ sahut Almira dengan memberikan wajah kesalnya.
‘’Kenapa memangnya? Ini dapur saya, seharusnya saya yang bertanya ke kamu!’’ ujar Damian yang memperhatikan Almira dari ujung kaki hingga ujung kepala yang tertutup dengan hijab panjang berwarna hitam.
Almira menatap heran kepada Damian yang malah tertawa lepas, dirinya sendiri tidak tahu salahnya dimana. ‘’Kenapa Bapak tertawa begitu? apanya yang lucu dari saya?’’ tanyanya dengan heran.
‘’Awhggg!’’ teriak Almira.
…..
‘’Sabar dulu ngapa! Biar saya singkirkan,’’ ucap Damian yang melangkah mendekat, namun Almira dengan cepat mencegah Damian.
‘’Tetap berdiri disana, Pak! Dan tutup mata Anda!’’ ujar Almira dengan lantang, wajah tegas gadis mungil itu membuat Damian semakin heran dengan semua sifat dari dirinya, ia sangat menantikan kejutan-kejutan baru dari Almira.
‘’Bapak nggak dengar apa, saya bilang tutup mata Bapak! SEKARANG JUGA!’’ tegas Almira.
‘’Okay, okay. Ini saya tutup mata saya,’’ ujar Damian yang menutupnya dengan kedua tangan.
‘’Enggak! Itu Bapak masih bisa mengintip!’’ kesal Almira.
Damian segera menggelengkan kepalanya, Almira yang kesal lantas melempar begitu saja sayuran yang ada di atas meja.
Bukk.
Lemparan yang tepat mengenai Damian, ‘’Hei, itu sayuran busuk! Kenapa kamu melempar ke saya, hah!’’ kesal Damian.
__ADS_1
Huekkk.
….
Namun mata Damian terpana dengan kecantikan Almira, rambut panjang sepinggang yang tertutupi, leher jenjang yang sungguh menggoda, membuat jiwa kelakiannya bangkit. Dan tanpa sadar miliknya di bawah sana mulai bereaksi, cepat-cepat Damian membalikkan tubuhnya, takut jika Almira tersadar.
‘Dasar gadis bodoh! Apa dia tidak tahu jika hal yang Ia lakukan itu sedang membangunkan hal yang tidak seharusnya bangun!’ kesal Damian.
Ketika itulah, Almira melangkah ke wastafel pencucian piring, ia juga kaget karena Damian berhasil melihat rambutnya, mau bagaimana lagi kondisi mendesak.
Dengan cepat Almira memasangkan kembali hijabnya, ‘’Sudah, Pak. Sekarang Anda boleh berbalik,’’ ucap Almira.
‘’Tidak perlu!’’ sahut judes Damian.
‘’Kenapa? Apakah Bapak marah kepada saya? Kan saya sudah bilang, jika saya ini sudah selesai,’’ ujar Almira.
Damian berdecak kesal, ‘Jika aku berbalik sekarang, maka kamu akan kesenangan dong! Dasar gadis bodoh!’
‘’Bapak aneh deh,’’ ujar Almira.
‘’Iya, saya memang aneh! Dan sekarang, kamu silahkan pergi dari sini!’’ titah Damian.
Almira mengerutkan kening herannya, ‘’Kenapa sih, Pak? Dan kenapa Anda tidak mau berbalik?’’ tanyanya.
‘’Almira, jangan keras kepala kamu! Saya bilang pergi dari sini, yah pergi! Jangan banyak tanya!’’ kesal Damian.
‘’Iya, iya. Saya pergi, dasar pria tua yang aneh!’’ sahut Almira dengan ikut judes.
…..
‘’Hufff,’’ ujar Damian yang lega.
Namun ia justru di kagetkan dengan kedatangan seorang pria yang bekerja di rumahnya, ‘’Tuan, sedang apa di dapur?’’ tanyanya yang datang dari pintu belakang.
Damian refleks membalikkan tubuhnya dan berpas-pasan dengan Almira yang melangkah kembali ke kamarnya. Mata Almira tidak sengaja melihat tonjolan yang sudah mengeras di bawah sana, matanya pun melotot kaget.
‘’Awhgggg!’’ teriak Almira, ia segera berlari masuk ke dalam kamarnya.
Damian yang sudah di ujung tanduk rasa malu, ia pun segera melangkah pergi dari dapur, sementara pria yang bekerja sebagai tukang kebun hanya bisa bertanya-tanya dalam dirinya sendiri untuk alasan kenapa Almira berteriak.
Bersambung.
__ADS_1