
Episode 17/ Sudah Nikahi Saja, Pak
Siang ini Damian tidak bisa mengajar di kelas, karena ada rapat dengan petinggi kampus. Jadi kelas Damian hnya di berikan tugas online saja. Namun yah begitu, ketika Damian masuk ke dalam kelas dan mengajarkan langsung, masih banyak dari mereka yang tidak mengerti, apalagi jika tidak di jelaskan.
‘’Haduhh! Entah kenapa yah, gue paling tidak suka jika kelas Pak Damian itu online lewat zoom!’’ kesalnya dengan merebahkan tubuhnya ke kursi dan menengadahkan kepalanya ke atas.
‘’Sama, gue juga nggak suka banget kalo kelas Pak Damian itu online, mana gue sama sekali nggak ngerti deh! Ini tugas ada tengang waktunya lagi!’’ kesal yang lain.
‘’Kalo gue bukan itu kali alasannya, tapi … karena sehari saja gue tidak melihat wajah tampan pak dosen, gue rasanya mau mati saja, akhhh!’’ kesalnya.
Teman yang duduk di sebelahnya pun hanya menatap heran kepada gadis yang tertarik kepada Pak Damian.
‘’Awhg! Sakit! Kenapa lo malah nampar pipi gue sih! Salah gue apa!’’ kesalnya, gadis cantik ini dengan rambut yang dikepang, pakaian super keren, dan semuanya jika dibeli pasti jutaan, maklum anak dari petinggi kampus alias rector kampus elite tersebut.
…..
‘’Lo tahu kan kalo Pak Damian itu juga di demenin oleh si Mona dan Evelin, gadis yang paling popular di kampus kita karena mereka berdua anak dari donatur terbesar di kampus kita,’’ ujar gadis berambut pirang panjang sepingang.
‘’Huhhh, gue tahu lah kalo soal yang begituan. Mana mereka memang paling di kenal yang sering bikin onar lagi! Lihat aja siapa pun yang mau dekat kepada Pak Damian, pasti sudah keburu di sikat oleh 2 nenek lampir itu!’’ kesalnya.
‘’Tuh lo tahu, makanya lebih baik lo cari aman aja deh. Daripada hidup lo bermasalah, lebih baik lo tuh mundur aja. Emang lo mau nanti hanya tinggal nisan aja?’’ saran dari temannya.
Bukkk.
Ia yang kesal lantas melempar sembarangan buku yang ada di atas mejanya, dan berkata dengan nada jengkel.
‘’Lo sumpahin gue mati cepat, hah?!’’
‘’Heheh, enggak. Hanya saja gue kan ngingetin lo aja, supaya lo tuh tidak menyesal nantinya, hanya itu aja. Emang lo mau kalo lo tuh di bully apa? Apalagi sampai terlalu parah hanya karena berurusan dengan mereka berdua,’’ ujar temannya itu yang hanya memberi saran untuk tidak terlalu jauh bertindak.
Huff.
Hanya helaan panjang yang terdengar darinya.
__ADS_1
…..
Di toilet wanita.
‘’Lepas!’’ teriak Almira kala Mona dan Evelin malah menahannya di toilet wanita.
Bukannya melepaskan, namun mereka malah semakin menarik hijab yang sedang dipakai oleh Almira.
‘’Dasar sok suci! Kamu pikir dengan berdandan seperti ini, kamu bisa menarik perhatian dari pak Damian! Jangan harap!’’ ujar Mona.
Almira yang tidak mengerti dengan alasan kenapa ia di perlakukan seperti ini dan siapa kedua gadis itu, namun dirinya terus memberontak kala gadis yang lain sedang memegang botol alcohol.
Brakk.
Botol alcohol itu pecah berkeping-keping di lantai toilet wanita, Almira menatap kedua gadis yang tidak ia kenal dengan tatapan tajam. Dirinya melangkah mendekat kala kedua gadis itu melangkah mundur dengan ketakutan.
‘’Siapa kalian berdua? Saya tidak mengenal kalian berdua, tapi … kenapa kalian malah bertindak seperti ini?’’ tanya Almira dengan berbisik, dirinya terus menatap Mona dan Evelin dengan tajam.
Mereka berdua tidak ada memberikan jawaban apapun, Almira menoleh kepada pecahan botol yang berserakan dan menatap kembali kepada kedua gadis yang berniat menyelakainya.
‘’Pasti sudah tahu dengan kata ini dan tidak akan asing di telinga kalian berdua, gadis yang menyebalkan! JANGAN BANGUNKAN SINGA YANG TERTIDUR, JIKA TIDAK INGIN HAL BURUK TERJADI!’’
Setelah berucap seperti itu, Almira melangkah pergi meninggalkan Mona dan Evelin yang menatap dengan penuh kebencian.
……
‘’Awhggg!’’
‘’Gadis kampung sialan! Bisa-bisanya dia malah berkata seperti itu kepada gue! Dia pikir dia siapa, hah! Tidak tahu apa, jika gue ini anak donatur terbesar disini!’’
‘’Pokoknya gue tidak akan tinggal diam dan membiarkan dia bisa seenaknya kepada gue!’’ kesal Mona yang memukul tembok toilet.
Evelin hanya bisa tinggal diam, ia paling tahu dengan karakter Mona yang jika merasa terganggu oleh keberadaan orang lain, maka ia akan melakukan berbagai cara untuk dapat menyingkirkan siapapun yang berusaha menganggalkan rencananya.
__ADS_1
‘’Dasar gadis sialannn!’’ teriak Mona dengan menggema.
…..
Di taman kampus.
Almira menghapus air matanya, ia hanya tidak mengerti, kenapa ada orang lain yang membencinya, padahal ia tidak melakukan hal apapun yang bisa membuat seorang sakit hati, namun kejadian di toilet tadi, benar-benar membuatnya bingung.
‘’Apakah ada ucapan ku yang melukai orang lain? Sehingga mereka berdua malah berniat menyelakai ku? Padahal aku saja tidak mengenal mereka dan tidak pernah bertemu sebelumnya, namun ….’’
Ucapan Almira terhenti, kala ia melihat Damian yang sedang duduk dengan petinggi kampus di ujung sana. Cukup lama Almira menatap Damian, ‘’Hmm, dia memang tampan dan … akhh, yah kali aku jatuh cinta kepada om-om, mana dia juga sangat killer sekali!’’ gumam Almira.
…..
Damian sedang focus mendengarkan ucapan dari petinggi kampus tentang berapa agenda yang perlu mereka bahas, namun matanya malah tidak sengaja menatap Almira di ujung sana.
‘Akh, kenapa aku malah memikirkan gadis itu lagi!’ kesalnya, Damian pikir yang ia lihat mungkin hanya halusinasi semata.
Namun Damian semakin menajamkan penglihatannya, dan yakin jika gadis itu memang Almira. Bahkan Damian sampai tidak focus dengan rapat kali ini, ia sering di tegur oleh petinggi kampus.
‘’Anda kenapa, Pak Damian? Tidak biasanya Anda bersikap seperti ini? Apakah Anda tidak enak badan?’’ tanyanya.
‘’Oh, tidak Pak. Maafkan saya,’’ ujar Damian berusaha keras untuk menyingkirkan bayangan Almira di dalam pikirannya. Namun semakin ia berusaha, malah semakin kepikiran.
Mana Almira tidak pergi juga dari tempat itu, jadi focus Damian terbagi akhirnya. Hingga tak sengaja Almira yang sedang membaca sebuah buku menatap kepada Damian di saat dosen killer ini sedang memperhatikannya.
Mata mereka bertemu dan canggung malah melanda, Damian dan Almira dengan cepat mengalihkan pandangan mereka ke arah lain, hal itu di perhatikan oleh dosen yang lainnya, mereka hanya senyam-senyum melihat Damian yang tertangkap basah kembali jatuh cinta setelah bertahun-tahun menutup diri.
‘’Sepertinya sebentar lagi akan ada yang nyebar undangan deh,’’
Damian yang merasa tersindir hanya bisa menahan malu dengan pipi yang merona, ia akhirnya bangkit dan meminta izin untuk ke toilet sebentar dengan alasan ingin membuang hajat padahal ia malu karena tertangkap basah sedang memperhatikan Almira.
bersambung
__ADS_1
follow akun Instagram Zadreammi untuk melihat visual pemain