
Episode 36/ Bukti cinta Damian
‘’Hmm, bagaimana yah?’’ pikir Damian yang takut jika ucapannya malah kembali di tolak oleh Almira.
‘’Kenapa? Lo tidak yakin jika lo bisa?’’ tanya Leo yang mulai curiga.
Damian menghela nafas beratnya, ia menoleh kepada Leo dengan berkata, ‘’Sebenarnya gue pernah mengatakan tentang hubungan serius itu kepada Almira, hanya saja ia sudah menolak duluan.’’
Leo berkerut kening herannya dan berkata, ‘’Kenapa? Kenapa dia berani menolak lo? Padahal banyak wanita di luar sana yang rela mengantri hanya demi bisa menjadi kekasih lo, lah dia malah menolak untuk di jadikan seorang istri, dan benar-benar unik sekali.’’ Sahut Leo.
‘’Hmm, kalo gue jadi lo, udah pasti gue bakal kejar terus, bro. but … jika lo udah nggak berminat lagi, biar gue aja deh yang ngejar gadis incaran lo itu,’’ ucap Leo yang membuat Damian menatapnya dengan tajam, padahal temannya ini hanya sedang bergurau, hanya saja Damian sudah menganggap serius ucapannya barusan.
‘’Awas saja jika hal itu sampai berani terjadi! Gue cabut semua saham yang ada di perusahaan lo!’’ ancam Damian yang malah membuat Leo terkekeh.
‘’Damian, damian. Lo itu kenapa sih? Lagian mana berani gue merebut hal yang sedang lo kejar, yah kecuali jika lo sudah tidak tertarik lagi, baru deh gue curi start.’’ Sambung Leo yang bangkit berdiri.
‘’Bro, gini jika dia itu memang sangat sulit sekali untuk di miliki, maka pertahankan bahkan kejar sampai dapat, lo tahu kan jika wanita yang seperti itu begitu langkah. Jika seorang wanita itu dengan mudah untuk di miliki, maka sebaiknya lo tidak berusaha untuk mendapatkannya!’’ saran dari Leo yang membuat Damian berpikir keras dan pada akhirnya setuju untuk memperjuangkan Almira.
Damian bangkit berdiri dengan berkata, ‘’Lo benar, gue harus mempertahankan Almira dan memperjuangkannya karena Almira salah satu spesies yang sangat langka.’’
…..
Setelah jadwal perkuliahan selesai.
‘’Bro, lo temanin gue untuk berangkat pergi ke kampungnya Almira hari ini juga!’’ ucap Damian yang sedang berkunjung ke perusahaan Leo.
__ADS_1
Leo kaget bukan main, padahal ia masih ada rapat yang harus di lakukan, namun Damian datang-datang malah langsung mengajaknya untuk pergi begitu saja.
‘’Bro, kalo mau ngajak orang tuh lihat-lihat tempat dan kondisi ngapa, lo nggak tahu apa jika gue masih ada rapat sepuluh menit lagi. Jika mau, maka lo harus menunggu untuk 1 jam, baru gue bisa pergi menemani lo,’’ ucap Leo, dengan terpaksa Damian memilih mengalah dan menunggu Leo di ruangan pribadi.
Satu jam telah berlalu, Leo baru menyelesaikan rapatnya dengan kolega bisnis dari Australia. Ketika ia memasuki ruangannya, terlihat jika Damian sudah menunggu dirinya.
‘’Masih disini ternyata lo,’’ ucap Leo yang duduk di sofa panjang berwarna putih, Damian bangkit berdiri.
‘’Ayo! Lo janji, jika setelah selesai rapat, maka lo akan menemani gue.’’
Mata Leo terbelalak kaget, ia benar-benar tidak menyangka jika Damian akan secepat ini, ‘’Woii! Lo nggak lihat apa jika gue baru selesai rapat, gue capek maka kasih dong gue istirahat sebentar, baru deh kita berangkat,’’ saran dari Leo, namun Damian malah tersenyum sinis.
‘’Boleh saja, asalkan lo tahu hal apa yang akan terjadi dengan perusahaan lo setelah ini.’’ Ujar Damian yang melangkah keluar dari ruangan Leo.
…..
‘’Dasar pemerasan lo Damian! Sudah jelas gue ini masih capek, tapi lo udah ajak jalan lagi!’’ kesal Leo ketika mereka sudah berada di dalam pesawat menuju penerbangan dari Jakarta ke padang.
Damian hanya terkekeh dengan ucapan temannya, ia memang sedikit keterlaluan, namun bagaimana lagi hanya Leo yang bisa ia ajak untuk pergi bersamanya, di sepanjang perjalanan Damian sama sekali tidak bisa tidur sekalipun, ia sudah berusaha untuk memejamkan matanya.
‘’Gue tahu kalo lo grogi, but … lo harus mempersiapkan diri dengan baik karena gue lihat-lihat tuh gadis banyak yang mengincarnya deh,’’ ucap Leo yang membuat Damian menoleh kepadanya.
‘’Darimana lo tahu akan hal itu?’’ tanya Damian.
‘’Hal gampang mah, dia itu kan cantik dan lo tahu dengan beberapa murid lo di kampus, sepertinya mereka juga tertarik dengan gadis yang lo incar, saran gue lo percepat untuk mendapatkannya sebelum orang lain yang mendapatkannya,’’ jawab Leo.
__ADS_1
Damian pun langsung terpikirkan kepada Amir, hanya dia satu-satunya pria yang berani untuk dekat kepada Almira, dan memang harus di wanti-wanti.
…..
Leo kembali teringat dengan putrinya Damian, ‘’Bro, terus anak lo tinggal sama siapa?’’
‘’Lo tenang saja, di rumah gue ada banyak asisten rumah tangga, jadi mereka bisa merawat Putri, yah meskipun sering rewel karena Putri sudah terbiasa dengan keberadaan Almira,’’ sahut Damian.
‘’Hmm, jadi Putri itu emang udah nganggap Almira seperti mamanya. Terus bagaimana dengan Rahayu?’’
Damian pun menjadi sangat bosan jika sudah membahas rahayu, apalagi jika mengingat perselingkuhan yang di lakukan oleh Rahayu padanya dulu, itu sangat menjijikan baginya.
‘’Lo bisa tidak jangan membahas wanita itu!’’ kesal Damian.
‘’Oky, but bro lo harus ingat jika Putri lo itu anaknya Rahayu, apa lo tidak pernah mempertemukan mereka selama ini? Apalagi jika Putri sudah menganggap Almira sebagai ibunya, maka hal itu akan sangat berbahaya juga untuk masa depan lo, lo nggak bisa ngelak jika Rahayu pasti suatu saat akan meminta haknya sebagai ibu dari putri lo nantinya,’’ ucap Leo.
Damian terlihat berpikir dan ucapan Leo memang ada benarnya juga, apalagi Rahayu benar-benar menunjukkan ketidak sukaan nya kepada Almira kala pertama kali mereka bertemu.
‘’Jadi menurut lo gue harus bagaimana? Gue saja untuk melihat wajah wanita itu sangat jijik sekali, apalagi sampai mempertemukan Putri dengan wanita itu, rasanya sungguh gue tidak ikhlas sama sekali Leo!’’ ucap Damian yang bisa di pahami oleh Leo.
‘’Gue paham dengan apa yang lo alami, tapi … jika lo biarkan maka mantan istri lo itu pasti akan merusak semua kebahagiaan yang sudah terjadi nantinya, dengan alasan anak lo dengannya. Lo harus siap-siap jika Rahayu ingin kembali lagi kepada lo, karena yang gue lihat perusahaan mereka mengalami masalah. Maka sudah bisa di pastikan Rahayu akan mencari lo dan menggunakan putri sebagai tameng untuknya,’’ ujar Leo yang memang banyak mengerti tentang hubungan antara Damian dengan mantan istrinya.
Damian mengepalkan tangannya dengan sangat kuat, amarah yang berusaha ia tahan, ‘’Gue tidak akan membiarkan hal itu terjadi, jika wanita licik dan tukang selingkuh itu berani menyakiti Almira, maka gue akan membawanya ke jalur hukum nantinya!’’
~Bersambung.
__ADS_1