
episode 30/ Penyebar berita bohong itu adalah ....
Damian menghela nafas beratnya, ia hanya takut jika masalah ini akan berdampak buruk kepada Almira, jika hanya dirinya saja tidak masalah, namun jika sudah menyebabkan masalah kepada Almira, mungkin sisi lain dari dosen killer ini akan muncul.
‘’Sabar, Damian!’’
Damian menghela nafas kasarnya, ia menatap kepada temannya yang kebetulan duduk di sebelahnya.
‘’Menurut lo gua bakal bisa tenang jika sudah seperti ini!’’ kesal Damian yang melempar selembar kertas ke wajah temannya ini dengan penuh kemarahan, ia bangkit berdiri dengan kasar dan melangkah memukul tembok keras berwarna abu-abu.
Bukkkk bukk bukk.
Hingga 3 kali pukulan yang menyebabkan tangan Damian memerah menahan sakit, ia berteriak dengan keras, meredamkan semua amarah yang selama ini tertahan.
…..
Sementara di tempat lain, Latif dan temannya sedang nongkrong seperti biasanya, mereka ada di markas rahasia yang hanya mereka berempat yang tahu.
‘’Bro, bro. sebaiknya lo coba deh untuk melupakan gadis itu,’’ ucap Jack yang sedang meminum minuman bersoda.
‘’Kenapa? Apa hak lo untuk melarang gue jatuh cinta dengan gadis yang gue inginkan,’’ sahut Latif, ia sudah terlanjur jatuh cinta dengan gadis bermata hitam pekat bernama Almira, sangat sulit untuk bisa melupakan Almira, sekalipun itu bisa, pasti Latif akan sangat kesulitan untuk mencari penggantinya.
‘’Bro, bro. asal lo tahu yah, sepertinya dosen killer yang lo pukul barusan tadi pagi itu juga menyimpan perasaan yang sama kepada gadis yang lo sukai,’’ sahut Ali yang ikut nimbrung untuk memecahkan masalah yang sangat rumit, yaitu permasalahan cinta dari Latif.
__ADS_1
‘’So … hubungannya sama gue itu apa, tidak ada yang bisa melarang seseorang itu jatuh cinta, dan gue juga tidak bisa melarang jika si dosen killer itu juga punya perasaan kepada Almira,’’ sahut Latif yang merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata.
Ketiga sahabat Latif malah tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Latif, hingga membuat orang yang di tertawai terbangun.
‘’Kenapa? Apakah ada yang salah dengan ucapan gue barusan?’’ tanya heran Latif.
Ketiga sahabatnya memberikan gelengan kepala, dan Jack berpindah duduk ke tempat Latif dengan berkata, ‘’Bro, lo yakin nggak bakal cemburu, ketika ada orang lain yang juga ikut jatuh cinta dengan gadis yang sama?’’ tanya Jack.
Latif terdiam, ia sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya.
‘’Bro, di dunia ini lo maupun gue sekalipun, jika sudah berhadapan dengan masalah cinta, maka seorang pria itu akan sangat bodoh, apalagi sudah berkaitan dengan wanita, kebodohannya itu bahkan bisa meningkat serratus persen dari sebelumnya,’’ ujar Jack yang memukul berkali-kali lengan Latif sebelum beranjak pergi karena dirinya mendapatkan panggilan telepon.
Ketika Jack sudah menjauh, Latif memikirkan ucapan temannya barusan, bohong jika tidak cemburu. Ali melangkah mendekat dan duduk bersebelahan dengan Latif.
‘’Gua sebagai teman lo hanya menginngatkan satu hal saja kepada lo, jika mencintai seseorang itu boleh, tapi jangan terlalu berlebihan, apalagi sampai lo terlalu terobsesi untuk memilikinya. Lo tidak bisa memaksa orang lain untuk tidak jatuh cinta kepada gadis yang sama, maka lo juga tidak bisa memaksa orang yang lo sukai itu untuk membalas perasaan lo!’’ ujar Ali, Latif menatap lekat kepada Ali.
…..
Ali memukul-mukul lengan Latif dengan berkata, ‘’Oleh sebab itu Latif, lo harus berusaha untuk tidak terlalu mencintai dia, jika suatu saatnya tiba dan dia sama sekali tidak mencintai lo dan hanya menganggap lo sebatas teman, apakah lo sanggup jika cinta lo malah bertepuk sebelah tangan nantinya? Apakah lo akan berusaha untuk merusak kebahagiaan orang yang lo cintai itu nanti dan memaksa dirinya untuk membalas semua rasa cinta lo kepaanya?’’ ujar Ali.
Latif terdiam, semua sahabatnya meninggalkan Latif sendirian di dalam markas, mereka akan memberikan waktu untuk Latif berpikir tentang masalah cintanya.
‘’Apakah tindakan gue ini salah?’’ gumam Latif yang merasa bersalah akan satu hal.
__ADS_1
Latif merenungkan semua hal dimulai dari awal pertama kali bertemu dengan Almira, mulai tumbuh benih-benih cinta, dan sekarang apakah cintanya sudah terlalu terobsesi kepada Almira?
‘’Akhhh! Tapi gue tidak bisa membohongi perasaan gue sendiri, gue sudah teramat jatuh cinta dengan Almira, gue tidak bisa melupakan dia, dan gue yang harus menjadi pasangannya Almira. Jika gue tidak bisa memiliki Almira, maka pria lain juga tidak bisa untuk mendapatkannya!’’
Latif bangkit berdiri dan meraih ponselnya yang terletak di atas nakas meja, ia membuka galeri foto, yang mana disana hanya ada satu foto tersimpan dan foto itu adalah foto Almira, satu satunya.
‘’Sorry Almira, gue terpaksa memakai cara ini untuk menjauhkan diri lo dari dia, tapi … gue tidak akan membuat lo terluka sedikitpun, gue berjanji untuk hal itu.’’
….
Sementara di luar markas, ketiga temannya sedang memikirkan tentang Latif yang sudah terlanjur terobsesi dengan Almira, bahkan sampai melakukan tindakan yang Latif lakukan, bagi mereka sudah kelewatan, dan justru akan berdampak kepada Almira.
‘’Bro, gimana?’’ tanya Jack kepada Ali yang menyusul keluar.
Ali hanya menghela nafas kasarnya dan menyandarkan diri di mobil Jack yang berwarna merah menyala.
‘’Jack, gimana menurut lo?’’ ujar Ali.
‘’Apanya yang gimana?’’ tanya balik Jack.
‘’Itu, masalah Latif, apakah lo tidak berpikir jika hal yang sudah di lakukan Latif akan menjadi boomerang sendiri bagi dia, bagaimana jika Almira tahu siapa yang menyebarkan berita bohong itu? Bisa-bisa Almira malah semakin membenci Latif, apalagi dosen killer itu, jika dia tahu orang dibalik dalang berita bohong itu, gue nggak bisa menjamin nyawa Latif akan baik-baik saja, lo tahu sekiller apa di ajika sedang mengajar, apalagi dengan berita bohong ini, gue yakin dia pasti akan mencari siapa dalang penyebarnya,’’ ucap Ali yang menyampaikan kecemasan akan Latif.
‘’Yah, gue juga berpikir seperti itu, gue hanya tidak habis pikir dengan jalan pikirnya si Latif. Gue tahu jika dia suka sama Almira, tapi apakah perlu sampai berbuat sejauh dan senekad ini?’’ sahut Jack.
__ADS_1
‘’Yah gimana lagi, namanya orang lagi jatuh cinta, bak kata pepatah cinta itu buta. Dan lo lihat sendiri jika itu sudah kejadian di teman kita si Latif, sekarang kita memikirkan apa yang harus kita lakukan, jangan sampai si dosen killer itu tahu dalangnya, jika tahu …. Latif akan dalam bahaya besar, gue bisa jamin itu!’’ sambung Ali, Jack pun memberikan anggukan.
~Bersambung.