Nikah Kontrak Dengan Pak Dosen

Nikah Kontrak Dengan Pak Dosen
Episode 32/ Hei, Mama Almira!"


__ADS_3

Episode 32/ Hei, Mama Almira!"


Damian turun ke lantai satu, ia menemui Putri yang sedang bermain disana sendirian, melihat kedatangan Papanya, Putri lantas berlari untuk memeluk Damian, namun karena saking senangnya, ia hampir terjatuh, untungnya Damian cepat menggendong Putri.


‘’Kenapa pakai acara lari-larian sih, Sayang. Bagaimana jika ada yang terluka,’’ ucap cemas Damian.


‘’Heheh, maaf Pa. tapi Putri nggak terluka kok, oh yah Mama mana, Pa?’’ tanya Putri.


Damian melirik kepada Leo yang sedang memberikan tatapan ingin kembali menggoda dirinya, Damian memberikan tatapan tajam agar Leo tidak berucap apapun, namun masalahnya Leo paling senang untuk menganggu Damian, maklum mereka memang sudah saling kenal sejak kecil.


‘’Put, Put,’’


Putri menoleh kepada Leo dengan berkata, ‘’Iya, Om.’’ Sahutnya dengan memberikan wajah penasarannya.


Leo tersenyum licik kepada Damian, dan menatap kembali kepada Putri dengan berkata, ‘’Putri mau tahu keberadaannya Mama Almira?’’


Dengan cepat Putri memberikan anggukan, Damian sedari tadi sudah menduga-duga jika ia akan kembali di kerjai oleh Leo, dan benar saja Leo mengatakan dengan berkata, ‘’Mama Almira sekarang sedang berada di taman belakang, Mama Almira sedang mengerjakan tugas yang begitu banyak dari Papanya Putri,’’


Ketika itu Putri melirik kembali kepada papanya dengan memberikan tatapan tidak suka, Damian lantas memberikan sebuah senyuman, namun plakk.


Putri menampar pipi Damian, Leo yang melihatnya pun, ia hanya bisa tertawa bahagia karena berhasil mengerjai Damian.


‘’Putri, kenapa Putri malah menampar Papa sih? Memangnya Papa salah apa?’’ tanya Damian yang kemudian menatap kepada Leo dengan tatapan kemarahan.


‘’Papa kenapa malah memberikan Mama tugas yang banyak?! Bagaimana jika Mama sakit! Terus siapa yang bakal nyiapin Putri sarapan tiap hari, menjemput Putri, menyanyikan lagu nina bobok, membacakan buku cerita yang lucu sebelum tidur!’’ ucap Putri dengan memberikan wajah kesalnya.


‘’Nggak kok Put, Om Leo ini hanya bercanda saja, yah sudah Putri lanjutkan lagi yah mainnya. Papa ada hal penting yang harus di bicarakan dengan Om Leo,’’ sahut Damian yang menurunkan Putri, ia kemudian menarik paksa tubuh kekar Leo yang hanya muda setahun darinya untuk menjauh.

__ADS_1


……


‘’Santai dong, Leo. Lo pikir gue ini masiih bocah apa?’’ ujar Leo.


‘’Lo itu emang masih bocah Leo! Kenapa lo malah bilang begituan ke Putri?! Malah lo juga panggil Almira dengan sebutan Mama lagi, gimana gue nggak kesal coba!’’ sahut Damian yang memberikan wajah kesalnya.


Leo yang sama sekali tidak merasa bersalah malah berkata, ‘’Lah kenapa lo malah marah ke gue sih? Kan yang gue bilang itu memang benar, anak lo saja memanggil Putri dengan sebutan Mama, lantas kenapa pas gue juga menyebutnya dengan panggilan yang sama, lo malah marah?’’


Damian hanya bisa mendesah kesal dengan kelakuan Leo yang sama sekali tidak berubah semenjak mereka masih kecil hingga sudah dewasa.


…..


‘’Bro, lo lihat sendiri kan, jika anak lo saja sudah sangat nyaman dengan keberadaan Almira, lantas kenapa lo masih ragu untuk menjadikan Almira sebagai pendamping lo?’’ tanya Leo yang heran dengan sikap pengecut Damian untuk menyatakan cintanya kepada Almira.


‘’Huhh, lo kan sudah tahu jika jarak usia gue dengan Almira itu sangat jauh, apalagi … Almira itu anak dari pembantu gue,’’ sahut Damian.


Damian memberikan gelengan dengan berkata, ‘’Bukan gitu, gue udah nganggap ibunya Damian juga sama seperti keluarga dekat gue, lo tahu kan soal itu. Dan semisalnya kalo gue ngomong ke ibunya Almira, jika gue ingin melamar dan menikahi anaknya, gue hanya takut, ibunya Almira yang malah tidak setuju, apalagi gue ini kan cocoknya jadi om nya Almira, bukan suaminya,’’’


Leo pun Nampak berpikir keras, dirinya pun menepuk Pundak Damian sebanyak 3 kali dengan berkata, ‘’So, lo tidak akan pernah mengungapkan tentang perasaan lo ini kepada Almira? Lo akan terus egois akan perasaan yang sebenarnya telah tumbuh dalam hati lo?’’


Damian terdiam seribu bahasa.


…..


‘’Ah, sudahlah. Gue tidak terlalu memikirkan masalah itu sekarang, yang paling penting lo harus ngebantu gue untuk menemui siapa yang sudah menyebar luaskan berita itu dan pokoknya pelakunya harus ketemu! Bisa-bisanya dia membuat berita bohong seperti ini!’’ kesal Damian dengan mengepalkan jarinya.


‘’Santai bro, untuk masalah ini sudah di tangani oleh anak buah gue, palingan bentar lagi mereka akan menemui siapa yang menyebar luaskan berita bohong ini.’’ Sahut Leo yang membuat Damian menghela nafasnya dan merebahkan tubuh kekarnya ke sofa panjang yang terletak di taman belakang.

__ADS_1


….


Leo menatap focus kepada Almira yang sedari tadi sedang focus mengerjakan tugasnya, bahkan tak sadar jika sudah ada 2 pria tampan yang sedari tadi menatap ke arahnya. Damian yang melirik kepada Leo untuk menanyakan tentang urusan perusahaan dan bisnisnya yang akan di laksanakan beberapa minggu ke depan.


Damian sangat cemburu dengan tatapan lekat dari Leo kepada Almira, ia melempar bantal kecil tepat mengenai wajah Leo yang sedang tersenyum senyum sendiri.


Bukkk.


‘’Awww, lo kenapa malah ngelempar sih! Memangnya gue salah apa?’’ tanya Leo yang kaget.


Damian menatap kepada Leo dengan tatapan tajam dan berkata, ‘’Mata lo itu tolong dijaga yah! Jangan jelalatan ke gadis di bawah umur!’’’ ucap Damian yang cemburu.


Leo malah kembali menggoda Damian dengan berkata, ‘Lo cemburu kah?’’


Damian malah berdecak dan berkata, ‘’Tidak, dan untuk apa gue cemburu? Gue hanya nggak suka yah lo yang sudah om om ini matanya masih jelalatan kesana kesini!’’


Leo malah terkekeh dengan berkata, ‘’Alah, alasan! Lo pasti sedang cemburu, padahal gue hanya berpikir, masih ada yah cewek seperti dia di zaman yang sudah serba modern ini,’’


Damian mengerutkan keningnya dan berkata, ‘’Maksud lo?’’


‘’Bro, bro. masa iya nggak paham juga sih, lo lihat deh, biasanya di zaman sekarang tuh cewek-cewek bakal ngabisin waktunya dengan hal yang sia-sia dan percuma, tapi lo lihat deh dia, sudah sejam lebih, namun bisa focus dengan tugasnya. Lo nggak bakal salah langkah deh Bro, kalo lo berhasil menikah dengan gadis itu, dia itu mah menurut gue wife material, cocok dah untuk lo jadikan istri sekaligus ibu dari anak lo, yang juga dekat dengan dia,’’ ucap Leo yang memberikan pendapatnya tentang Almira.


….


Almira yang tak sengaja membalikkan badannya, di saat itulah Leo berteriak, "Hei, Mama Almira!"


Almira yang tidak terlalu mendengar ucapan Leo, ia memberikan wajah bingungnya, namun Damian langsung membungkam mulut temannya yang lemes ini.

__ADS_1


__ADS_2