
Episode 38/ Setuju
Damian menatap kepada Almira dengan tatapan lekat, ia menghembuskan nafas kasarnya, rasanya tak pantas jika dia mengambil kesempatan di tengah kesempitan, memaafkan kondisi terdesak untuk membuat Almira mau menerima lamarannya dan menikah dengannya.
Namun setelah di pikir-pikir keras dan akan bujukan dari Leo, Damian pun merasa memang kondisi ini akan berguna untuknya, Almira membutuhkan banyak uang untuk biaya pengobatan ibunya dan ia sendiri membutuhkan Almira sebagai ibu dari anaknya, bukannya ini akan saling memberikan untung kepada Almira maupun Damian.
‘’Hmm, jika Bapak tidak bisa, juga tidak apa Pak. Bapak sudah mau datang jauh-jauh untuk menjenguk ibu, itu sudah terima kasih sekali.’’ Ucap Almira yang sejujurnya juga tidak mau memberatkan Damian.
‘’Bukan begitu Almira, saya akan tetap menanggung semua biaya pengobatan ibu kamu, namun … apakah kamu mau menolong saya untuk satu hal?’’ tanya Damian yang lidahnya masih terasa begitu kelu untuk berkata.
Dengan wajah yang begitu lega, Almira seakan mendapatkan angin segar, ia pun menyahut dengan gembira, ‘’Apapun hal yang bisa Almira lakukan, pasti Pak.’’
Damian menoleh kepada Leo yang berdiri di sampingnya, Leo memberikan anggukan kecil dan ia kembali menatap kepada Almira dengan berkata, ‘’Saya akan membantu semua biaya pengobatan ibu kamu, dan kamu akan membantu saya merawat anak saya, Bagaimana Almira?’’
Almira pun tanpa pikir panjang langsung memberikan anggukan, karena ia pikir maksud dari Damian hanya sebatas pengasuh, Damian menatap kepada Leo dengan tersenyum.
‘’Baiklah, sekarang ibu kamu harus segera di pindahkan ke rumah sakit yang lebih lengkap kan?’’ tanya Damian yang mendapatkan anggukan dari Almira.
‘’Kamu hubungi keluarga kamu, dan katakan kepada mereka jika tidak perlu susah-susah mencari biaya pengobatan. Saya dan teman saya akan pergi mengurus semua biaya administrasinya, kamu tunggu disini sebentar.’’ Ucap Damian yang kembali mendapatkan anggukan dari Almira, ia melangkah bersama dengan Leo untuk membayar semua keperluan pengobatan ibu Almira.
……
Di sepanjang perjalanan, Damian tidak henti-hentinya untuk tersenyum, Ia sangat bahagia. Dan Leo yang memperhatikan sedari tadi, jika temannya ini memberikan aura positif, lantas menggodanya dengan berkata, ‘’Cieee, yang bakal lepas masa duda nihh.’’
Damian menoleh kepada Leo, ia sama sekali tidak memberikan wajah kesal dan marah, namun malah mengucapkan terima kasih karena telah memberikan usulan yang sangat membantu.
‘’Hahah, sans bro. lagian gue juga kasihan lihat lo yang udah tua namun masih jomblo juga, padahal lo itu tampan dan kaya, namun minusnya lo itu nggak ada pasangan. Makanya gue pun akan ikut senang jika lo bisa segera menikah dengan gadis yang lo sukai secara diam-diam itu.’’ Sahut Leo yang ikut gembira, akhirnya Damian akan melepas masa dudanya.
__ADS_1
‘’Tapi … apakah pernikahan kali ini tidak akan membuat gue kecewa?’’ pikir Damian yang masih sangat trauma dengan masa lalunya, perselingkuhan yang di lakukan oleh mantan istrinya, benar-benar membuat seorang Damian takut untuk menikah dan mencintai seorang wanita.
Leo menepuk Pundak Damian dengan berkata, ‘’Udah, lo tenang aja. Gue yakin jika gadis pilihan lo saat ini, memang terbaik untuk lo dan juga untuk anak lo, jadi … lo nggak perlu khawatir untuk hal itu. Gue yakin jika dia gadis yang baik,’’
Mendengar ucapan Leo membuat Damian merasa lega dan bisa mengurangkan ketakutan yang ia hadapi untuk pernikahan, mereka berdua terus melangkah ke tempat semua kebutuhan administrasi di perlukan, hanya memerlukan waktu tidak lebih dari 30 menit, Damian sudah selesai.
Ia dan Leo kembali melangkah ke tempatnya Almira, dari kejauhan terlihat jika Almir sedang berdiri dengan di temani seorang pria yang jauh lebih tua dari Damian, namun ia yang sudah terlanjur cemburu pun mendumel dalam hatinya dengan berkata, ‘’Siapa sih yang berani dekat-dekat dengan Almira?’
Leo yang mendengar celotehan Damian, ia hanya terkekeh dan menyahut, ‘’Lo yah, Damian. Belum apa-apa sudah cemburu buta, apalagi setelah menikah nantinya. Lo tuh kalo cemburu bertempat kali, lo kan lihat sendiri jika Almira itu sedang bersama dengan pria yang jauh lebih tua dari kita, coba saja lihat rambutnya yang sudah berwarna putih. Dan pasti itu adalah keluarganya Almira,’’
Damian yang mendengar ucapan Leo, sama sekali tidak merasa cemburu. Ia malah berkata, ‘’Gue sama sekali tidak cemburu, hanya saja gue wanti-wanti jangan sampai Almira itu berbicara dengan orang yang tidak di kenal, kan itu akan sangat berbahaya untuk dirinya.’’
Leo hanya terkekeh karena tahu jika temannya ini memang memiliki gengsi setinggi langit.
……
‘’Alhamdulillah, Pak. Ibu sedang di pindahkan ke dalam mobil ambulance, terima kasih banyak karena sudah mau membantu ibu.’’ Ucap Almira dengan tersenyum.
Damian memberikan senyum dan berkata, ‘’Sama-sama, oh yah ini siapanya kamu?’’ tanya Damian yang langsung saja menanyakan tentang pria yang sedari tadi bersama dengan Almira.
Leo yang gemas sekali dengan kecemburuan seorang Damian, ia lantas berbisik dengan berkata, ‘’Slow dong bro, jangan main gas aja.’’
Damian sama sekali tidak mengindahkan ucapan Leo, ia menatap kepada pria yang bersama dengan Almira.
‘’Bapak keluarganya Almira kah?’’ tanya Damian tanpa basa-basi.
Pria itu pun segera mengulurkan tangan kepada Damian, damian pun menerimanya.
__ADS_1
‘’Iyo, Da. Awak Pak etek nyo Almira,’’
Damian yang mendengarnya pun sangat bingung, ia menoleh kepada Leo namun temannya juga tidak mengerti dengan ucapan pria ini.
Almira terkekeh melihat wajah bingung Damian dan Leo, ia pun menjadi penerjemah dari ucapan pamannya.
‘’Maaf, Pak. Ini bahasa minang dan mohon maaf sekali jika paman saya memang tidak terlalu pintar dalam berbahasa Indonesia karena dalam keseharian sudah terbiasa menggunakan bahasa minang.’’
‘’Ohh, begitu rupanya.’’ Sahut Damian dan Leo dengan manggut-manggut.
…..
Akhirnya ibu Almira di pindahkan ke rumah sakit yang lengkap fasilitasnya, sekarang Ibu Almira sedang di operasi di dalam sana, di luar Almira ditemani oleh Damian dan Leo karena pamannya yang tidak bisa menemani Almira.
‘’Yang tenang Almira, saya yakin ibu kamu pasti akan kembali sehat lagi.’’ Ucap Damian yang bisa melihat wajah cemas dari Almira.
Almira hanya memberikan anggukan tanpa bersuara, ia terus mendoakan semoga operasi ibunya bisa berjalan dengan lancar, satu jam telah berlalu. Seorang dokter keluar dari ruangan operasi dan siap menyampaikan kabar kepada Almira.
‘’Bagaimana dok? Bagaimana kondisi ibu saya? Apakah operasinya berjalan dengan lancar?’’ tanya Almira dengan memberikan banyak pertanyaan karena sangat khawatir dengan kondisi ibunya di dalam sana.
‘’Tenang dulu dek, adek ini siapanya pasien?’’ tanya sang dokter.
‘’Saya anaknya dok,’’ sahut Almira yang harap-harap cemas untuk mendengarkan ucapan dari dokter tentang bagaimana kondisi ibunya di dalam sana.
‘’Alhamdulillah, operasi berjalan dengan lancar dan ibu anda akan segera kami pindahkan ke ruang inap,’’ ucap dokter yang membuat Almira terharu bahagia, bahkan tanpa sadar karena terlalu bahagia, ia memeluk tubuh Damian yang membuat leo dan sang dokter hanya bisa saling pandang satu sama lain.
~Bersambung.
__ADS_1