Nikah Umur 14.

Nikah Umur 14.
Sebelas


__ADS_3

“Jangan bilang....”


Hilmi menatap istri dari atas hingga bawah. Apakah ini nyata? Gadisnya yang sangat manis sudah menjadi istrinya sekarang.


Nadia menganggukkan kepalanya.


Hilmi langsung berdiri tegak lalu menghampiri istrinya memeluk Nadia dengan erat tak mau kehilangan lagi untuk kedua kali.


“Kelinci manis kakak,” Hilmi mencubit hidung Nadia dengan gemas lalu mempererat pelukannya.


“Kak Sultan-nya Nadia,” Nadia memendamkan wajahnya didada bidang Hilmi.


“Love you my hubby,” bisik Nadia tepat ditelinga Hilmi walau harus berjinjit dulu.


“Love you too humairaku,” balas Hilmi mencium kedua pipi gembul Nadia.


Tepat saat Hilmi akan mendekatkan wajah-nya tiba-tiba pintu terbuka oleh Noval dan Aldo.


“Ehh... sorry ganggu kita kira masih honey moon,” ucap Aldo dengan cengiran khasnya


Nadia melepaskan pelukannya lalu menundukkan kepalanya sudah kebiasannya jika bertemu dengan yang bukan mahrom dia akan menunduk apalagi sekarang dia ke ciduk akan ber...ekhem itu lah ya.


“Yey! kalo masuk itu salam dulu kek,” tegur Hilmi.


“Assalamualaikum ustad,” salam Aldo dan Noval serempak lalu duduk di sofa.


“Walaikumsalam,” jawab Hilmi dan Nadia bersamaan.


Hilmi menarik lembut tangan Nadia untuk duduk di sofa yang berlawanan.


Nadia masih menunduk menjaga pandangannya sudah terbiasa dari dia lulus SMP. Tangannya dan tangan Hilmi masih bertautan.

__ADS_1


“Aku kira manten baru honey moon, ” Aldo mulai mengeluarkan kata ledekkannya .


“Yay! gpp kali, lebih mending aku udah merried dari pada kalian,” sahut Hilmi membuat raut wajah Aldo berubah.


“Ehh.. iyya ngomong-ngomong soal merried, Nad boleh nanya enggak?” kini Noval mulai bertanya kepada istri sahabatnya.


“Boleh kok,”


“Sikap Arabella emang ketus ya?” Nadia mendongkakkan kepalanya saat nama sahabatnya di sebut.


“Emang ada apa kak?” tanya Nadia heran mengapa sahabat suaminya ini menanya kan prihal sikap Bella.


“Enggak, aku nanya aja.” Noval mengelengkan kepalanya karena tak mau jadi bahan ledekkan Aldo dan Hilmi.


“Mmmm.... Bella itu baik kok kalo ke orang yang udah lama dia kenal, tapi kalo yang belum dia kenal suka gitu apa lagi kalo soal laki-laki paling enggak bisa lembut,” ujar Nadia.


“Apa Arabella punya pa--ahhk... maksudnya dia punya Gebetan?” tanya Noval.


“Pasti aku,” ucap Aldo dengan tingkat kepedeannya.


“Bukan!” cela Nadia membuat Hilmi dan Noval terkekeh.


“Udah ahh... besok lanjut lagi tanya-tanya-nya, udah jam sepuluh malam,”


“Besok pada datang aja ke rumah aku enggak ke cafe besok,” ucap Hilmi pula.


(づ ̄ ³ ̄)づ(づ ̄ ³ ̄)づ(づ ̄ ³ ̄)づ


Hilmi mengeliat panjang saat mendengar adzan berkumandang. Matanya langsung disuguhkan oleh istrinya yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan wajah basah seperti abis wudhu.


“Udah bangun kak?”tanya Nadia langsung dibalas anggukkan oleh Hilmi.

__ADS_1


“Mau sholat dirumah atau ke masjid kak?” tanya Nadia lagi sembari memakai mukenanya.


“Si sini aja berjam'ah sama kamu,” jawab Hilmi lalu berjalan ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.


**************


Setelah sarapan Nadia langsung beberes di bantu Hilmi mereka berdua sekarang sedang membereskan gudang.


Hanya dalam waktu setengah jam gudang yabg tadinya sangat kotor menjadi bersih oleh mereka.


Nadia banyak menemukan barang-barang masa kecil Hilmi mulai dari mainan, baju, buku-buku, dan album foto.


“Alhamdulilah beres juga,”ucap Nadia mengibaskan roknya yang terkena debu.


“Lain kali kalo enggak ada aku jangan beberes yang buat kamu capek ya,”


“Kenapa? kan tugas aku,”


“Aku nikahin aku itu bukan di jadi kan pembantu tapi dijadi kan istri, kalau mau beres-beres lagi ajak aku ya,”


Nadia tersenyum lalu mengangguk.


Nadia berpikir bahwa dari kemarin dia tidak sama sekali membereskan rumah bahkan nyuci piring saja di lakukan oleh Hilmi dengan alasan.


‘Tugas kamu itu layanin suami bukan ngeberesin rumah biar ini tugas aku,’


Bahkan saat Nadia memegang sapu saja langsung di ambil oleh Hilmi dengan alasan yang sama.


Nadia merasa aneh tapi dia hanya diam menurut perkataan suaminya karena tak baik membantah suami.


(´∀`)♡(´∀`)♡(´∀`)♡

__ADS_1


__ADS_2