
Jreng....
"Pelan-pelan jangan ngegas kaya gitu kalau ngegas endingnya kaya lagi mainin gitar listrik," untuk kesekian kalinya Nadia mengatakan itu namun kedua sahabatnya tetap tidak melakukan instruksi dia.
"Yaudah contohin dong sembari nyanyi okey," Bella menyodorkan gitar kesayanganya itu kepada Nadia.
"Kan kalian yang lagi belajar,"kesal Nadia tapi dia mulai mengambil gitar itu.
Hilmi dan Aldo hanya bisa terkekeh melihat ketiga wanita itu sedangkan Noval lelaki itu sibuk dengan game onlinenya.
" Nad dedek bayinya pengen kamu nyanyi," Nadia memutar bola matanya malas. Dua minggu yang lalu Ainil mengatakan bahwa dia sedang mengandung dan itu berefek kepada Nadia dan Bella karena Ainil selalu membawa jabang bayinya.
"Suara aku jelek," ucap Nadia.
"Jelek dimananya? pas aku sama Bella uplod views-nya dan likenya banyak banget di yautube." decak Ainil.
"Iyya tuh jangan ngerendahin diri sendiri kaya gitu ahk enggak baik," timpal Bella.
Nadia menghela nafasnya lalu mulai memetik snar gitarnya tapi sebelum itu dia melirik kearah Hilmi. Dia benar-benar malu jika suaranya cempreng. Ainil dan Bella pasti ngada-ngada suara bagus dari mana ngomong aja cempreng kaya gitu. batin Nadia.
"Ehh... bentar tapi nyanyi apa dulu?" tanya Nadia membuat Hilmi dan yang lainnya sedang menunggu dia langsung menghela nafasnya.
"Bidadari surga aja Nad lagi trainding yautube," saran Ainil.
"Bidadari surga mah harus ada temen duetnya," sahut Nadia.
Bella dan Ainil saling pandang lalu mereka berdua langsung tersenyum manis. Kedua wanita itu serempak menoleh kearah Hilmi.
"Kak Hilmi aja," serempak Bella dan Ainil mengatakan itu.
"Iyya tuh kan kak Hilmi jago nyanyi Nadia juga sama bagusnya, itung-itung latihan vokal," ucap Ainil.
"Mau bayar berapa satu lagunya?" tanya Hilmi kepada Ainil.
Nadia hanya menggeleng kecil karena pertanyaan suaminya dia tau jika suaminya bercanda dan dia juga tau jika suaminya seorang penyanyi serta sering manggung.
"Minta sama mas Aldo aja," ucap Ainil.
"Iya-iya bumil," Hilmi beranjak dari duduknya menghampiri Nadia mengambil gitar yang sedang dipangku oleh Nadia.
Hilmi mulai memetik snar gitar itu.
__ADS_1
Song on.
*Nadia-:Setiap manusia punya rasa cinta
Yang mesti dijaga kesuciannya
Hilmi-:Namun ada kala insan tak berdaya
Saat dusta mampir bertahta
Nadia-:Kuinginkan dia yang punya setia
Dan mampu menjaga kemurniannya
Saat ku tak ada ku jauh darinya
Amanah pun jadi penjaganya
Hilmi-:Hatimu tempat berlindungku
Dari keheningan malamku
Tuhanku merestui itu
Hilmi-:Engkaulah bidadari surgaku (istriku bidadari surga)
Nadia:-Tiada yang memahami
S'gala kekuranganku
Kecuali kamu (kecuali, kecuali kamu)
Hilmi-:Oh, bidadariku (dirimu)
Maafkanlah aku dengan kebodohanku
Yang tak bisa membimbing dirimu
Hilmi-:Hatimu tempat berlindungku
Dari keheningan malamku
__ADS_1
Tuhanku merestui itu
Dijadikan kau Istriku
Nadia-:Akulah bidadari surgamu
Nadia dan Hilmi-:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا*…
Song Of.
Nadia tersipu malu karena saat mengcover lagu itu Hilmi sesekali menatapnya membuat Nadia malu dan salting.
Apalagi saat ini mereka sedang bertatap mata. Iris mata hitam nan tajam itu menatap iris coklat terang milik Nadia.
Prok...prok...prok...
Nadia langsung memutuskan kontak mata itu karena tepukan tangan Bella dan Ainil.
"Aku nih ya Bel kalau punya suara semerdu Nadia aku mau jadi penyanyi kaya Nisa Sabyan," bisik Ainil kepada Bella membuat sang empu terkekeh.
"Yaudah sana. Kak Aldo kan jago nyanyi kenapa enggak suruh dia jadi penyanyi aja atau setidaknya manggung kaya Kak Hilmi," balas Bella.
"Mana mau sih! Dia itu orangnya gengsian. Orang kaya kan beda Bel makanya ngapain dia nyari uang cara kaya gitu kalau uang nya udah banyak," Bella tertawa keras saat mendengar itu bukan dia saja yang Noval, Hilmi dan Nadia mendengar membuat mereka terkikik geli.
"Ainil Mansa Putri kamu kalau bisik-bisik itu kecilin suaranya," kekeh Nadia.
"Lahk emang kedengeran?" tanya Ainil menjadi kikuk lalu matanya melirik suaminya yang tampak datar.
"Enggak dikasih uang jajan baru tau rasa" ucap Noval.
"Uang jajan baksonya stop selama setahun," timpal Bella.
Mereka semua tau jika Aldo selalu memotong uang jajan atau uang bulanan Ainil jika Ainil tidak bisa jaga ucapannya tau perkataannya tidak saring dulu.
"Udah-udah jangan bikin aku strees mikirin uang bakso mending kita back to topik pertama aja," perempuan itu memijit pelipisnya bukan karena takut Aldo marah takut uang baksonya dipotong dan juga jabang bayi yang kini sedang ada didalam perut perempuan itu tiba-tiba menginginkan rujak.
Terkadang kebahagian yang kita dapat sebenarnya adalah dalam diri sahabat kita yang menerima kita apa adanya bukan ada apanya.
'Kebahagian yang sesungguhnya adalah saat melihat kamu bahagia bersamaku ada disisiku hari ini detik ini dan juga selamanya,'
__ADS_1
-----***-----