
Nadia menatap lurus ke arah jalanan. Dia masih memikirkan apa dia harus menerima lamaran itu?
Apa di siap menjadi seorang istri?
Apa ini jodoh yang ada di dalam mimpinya?
Ya, dia harus memberi keputusan sekarang mumpung ada di luar rumah dan nanti saat pulang baru dia berbicara kepada kakak dan ibunya.
Nadia mengirimkan pesan singkat kepada Hilmi.
Tak lama dari itu Hilmi datang dari pintu ruangan yang bertulisan 'Pemilik' dengan penampilan yang berbeda kemeja yang di gulung hingga sikut jas, dua kancing atas terbuka, rambut juga tidam serapih tadi serta jas warna hitam ditenteng di tangan kiri Hilmi.
“Maaf saya lama,” sungkan Hilmi dudum di bangku yang berseberangan dengan Nadia hanya terhalang meja bulat.
Kedua teman Nadia hanya menatap saja dari sebrang meja mereka juga kepo dengan yang akan di bicarakan Nadia.
“Enggak papa kok Kak,”sahut Nadia menundukkan kepalanya.
“Jadi? apa jawabannya?” tanya Hilmi tak sabaran. Sebenarnya dalam laki-laki berusia 20 tahun itu takut Nadia menolaknya.
__ADS_1
“Sa--ya menerimanya,” jawab Nadia dengan yakin walau masih gagap memainkan ujung kukunya.
“Alhamdulilah....” Hilmi tersenyum cerah saat mendengar jawaban Nadia.
Nadia tidak menyesal dengan keputusannya karena dia sudah menyakinkan diri sejak kemarin ah ralat sejak semalam.
Hilmi sudah mengatakan jika mereka akan melakukan akad terlebih dahulu setelah Nadia melakukan ujian kelulusannya Mmm... mungkin satu minggu setelah itu.
Tidak akan ada yang banyak di undang hanya akan ada keluarga besar di undang karena status Nadia masih dibawah umur.
“Gimana Nad apakah kamu sudah memberikan jawaban mu kepada nak Hilmi,”
ucapan Risma membuat Nadia tersentak kaget karena dia sedang melamun tentang tadi siang.
“Sudah bu,”
“Loh kapan? kok ibu tidak tau,”
“Tadi siang setelah pulang sekolah buu..”
__ADS_1
“Oalah... lalu nak Hilmi bilang apa?”
“Beliau bilang kita akan melakukan akad tapi tidak mengundang orang banyak hanya sanak saudara ajaa bu...”
“pasti Karena kamu masih di bawah umur? ”
“Iyya, bu..”
“Kapan katanya?”
“Setelah Nadia ujian sekitar 2 minggu lagi buu...”
“Nanti kamu jika sudah menjadi istri jaga aib suamimu, hormati dia, jaga lisanmu, jaga sikapmu, cinta dia karena Allah.”
“Jangan lupa suami hanya karena kesibuk sekecil apapun dan layani dengan baik suamimu,”
“Jaga jarak dengan laki-laki yang bukan mahrommu, karena jika suami marah maka surgamu akan hilang. Jangan pernah membantah suamimu kelak,” Risma memberi wajengan kepada putrinya karena bagaimana pun dia tau jika Nadia masih labil dan putrinya ini kadang keras kepala.
“Iyya buu... Nadia akan mendengarkan semua omongan ibu..” balas Nadia.
__ADS_1
Cinta akan datang dengan sendiri jika ada yang memberikan kenyaman dari salah satu pasangan tersebut.
----***----