
Dari luar sini Hilmi dapat mendengar kebahagian dari Istrinya karena Ayah mertuanya sudah kembali membaik.
Omong-omong Hilmi belum memberi tahu tentang kehamilan Nadia bahkan dia sendiri hampir lupa.
Karena sibuk dengan pikirannya Hilmi tidak sadar bahwa Nadia sudah duduk disisinya.
Sentuhan tangan Nadia diwajahnya membuat Hilmi tersentak dan langsung menoleh ke arah Nadia.
"Lagi mikirin apa sih? sampe enggak sadar aku datang," Bukannya menjawab Hilmi malah menyadarkan kepalanya dibahu Nadia lalu memejamkan mata.
Tangan Nadia mengusap wajah Hilmi yang terpejam, begitu indah ciptaan tuhan-Batinya.
Untuk kesekian kali Nadia sangat-sangat bersyukur memiliki suami seperti Hilmi yang selalu sabar dan mengalah tentang dirinya.
"Kak," panggil Nadia membuat Hilmi langsung membuka matanya.
"Hmm, kenapa?"
"I LOVE YOU"bisik Nadia membuat Hilmi langsun menegakkan tubuhnya lalu menatap Nadia dengan intens.
"I LOVE YOU TOO," balas Hilmi lalu menarik Nadia ke dalam pelukannya tak peduli dengan orang-orang yang berlalu lalang menatap mereka.
'Mungkin dia memang bukan lelaki yang sempurna tapi aku menerima kekurangannya seperti yang dia katakan padaku bahwa untuk selalu tampil apa ada nya tanpa mendengar komentar orang lain,'
*******
Hari ini Damar sudah diboleh kan pulang oleg dokter karena keadaannya sudah benar-benar pulih.
Hilmi dan Nadia membawa Damar untuk tinggal dirumah mereka sedangkan Laras, gadis itu lebih memilih tinggal dipesantren yang jauh dari kota ini.
"Kalo Ayah mau apa-apa panggil Nadia aja ya," Ucap Nadia saat berada dikamar yang disiap untuk Damar.
"Iyya," Damar mengangguk kecil.
__ADS_1
"Kalo gitu sekarang Ayah istirahat dulu,"
Setelah mengatakan itu Nadia keluar dari kamar Ayahnya dan menghampiri Hilmi yang sedang menonton Tv.
"Ehh... mau ngapain?"tanya Hilmi saat melihat Nadia mengambil sapu.
"Beres-beres,"
"Jangan!"
"Kenapa? kan cuman beres-beres udah banyak debu kaya gini kak," ucap Nadia memperhatikan lantai-lantai.
Hilmi mengela Nafasnya sebelum berkata.:
"Sini deh, Aku mau ngomong," Hilmi menepuk tempat kosong disisinya.
Dengan pelan Nadia menghampiri Hilmi duduk disisinya tak lupa menyimpan sapu dulu.
"Kenapa?"
"Maksud kakak aku..."
"Iyya, kamu hamil,"
Mendengar itu Nadia refleks langsung memeluk tubuh Hilmi saking senangnya.
Kuasa Allah memang tidak terduga-duga. Nadia tidak pernah menyangka Allah akan menitipkan amanah ini di waktu yang lumayan cepat padahal rasanya baru kemarin-kemarin mereka menikah dan dengan kuasa Allah mereka diberikan Amanah ini.
'Terima kasih Ya Allah telah memberikan kepercayaan yang sangat besar ini. Aku tidak akan menyia-yiakan amanat terindah mu ini,'
*******
Nadia berjalan menuju kamar yang ditempati oleh Damar tak lupa tangannya membawa mapan berisikan makan malam untuk Damar.
__ADS_1
"Ayah kok ngelamun,"ucap Nadia saat memasuki kamar Damar melihat Damar yang sedang duduk melamun menatap hamparan bintang.
"Enggak papa."balas Damar tersenyum ramah.
"Makan dulu Yah,"
Dengan telaten Nadia menyuapi Ayahnya. Nadia tidak menyangka jika dimasih diberi kesempatan untuk menemani Ayahnya diusia yang menua.
"Tadi Ayah enggak sengaja liat dari jendela ada laki-laki pake baju pilot itu temennya Hilmi?"tanya Damar membuat Nadia tersenyum.
"Masa Ayah enggak tau siapa itu,"balas Nadia.
Mungkin Ayahnya tidak mengenali Arkan karena memang sudah lama tidak bertemu terlebih lagi perubahan Arkan sangat 100% berbeda dengan dulu.
"Itu Mas Arkan,"
Mendengar ucapan Nadia membuat Damar tersedak. Dengan kilat Nadia langsung memberikan minum kepada Damar.
"Ayah mau ketemu Mas Arkan?"
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa tinggalkan jejak♡♡