
"Ainil?" Nadia dan Bella serempak mengatakan itu saat melihat sahabatnya sedang duduk di pangkuan seorang laki-laki berbadan tinggi terbalut baju casual.
Setau Nadia dan Bella. Ainil hanya tinggal sendiri karena orang tua gadis itu berada di luar kota terlebih lagi Ainil adalah anak tunggal.
Dan apa sekarang sahabatnya sedang duduk dipangkuan seorang laki-laki.
"ehh... Kalian ayo duduk," Ainil menghampiri kedua temannya tanpa rasa canggung seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Nadia dan Bella masih bertanya-tanya dalam hatinya siapa laki-laki yang kini sedang merangkul pinggang Ainil. Wajah tampan nan dingin itu membuat Nadia maupun Bella sedikit merinding.
"Emm... kalian pasti masih bertanya-tanya ya?" Bella dan Nadia mengangguk kecil.
"Kenalin ini suamiku namanya Aldo," ujar Ainil memperkenalkan laki-laki yang ada disisinya.
Sontak membuat kedua sahabatnya saling pandangan.
__ADS_1
"Kapan kamu nikah? kok kita enggak tau," tanya Nadia kepada Ainil.
"Satu tahun yang lalu saat lagi libur panjang. Kita nikah karena di jodohin. Aku enggak cerita ke kalian jadi sampai saat ini karena belum siap ehh kalian malah udah tau duluan hehehehe ...... " Itulah sikap Ainil selalu di bawa santai tanpa sebesar apapun masalah itu. Selain mempunyai sikap itu Ainil juga memiliki sikap yang judes dan ketus kepada orang belum gadis itu kenal.
"Emmm ..... tunggu deh kayanya aku kenal sama suaminya Ainil," bisik Bella kepada Nadia.
"Dari mana?" balas Nadia.
"Itu loh Nad, yang kemarin nyanyi sama kak Hilmi," Nadia hanya mengangguk kecil sebagai jawaban sebenatnya ia juga baru ngeh kalau itu adalah laki-laki yang kemarin bersama Hilmi.
Mata hazel Nadia menangkap laki-laki yang sedang menunduk memainkan ponselnya, laki-laki berbalut kaos oblong hitam dengan celana training hitam panjang berlogo 'Adidas' tak lupa sepatu sneakers putih melekat di kakinya.
"Kalau jodoh mah enggak akan kemana ya," ucap seorang laki-laki berjas hitam.
Hilmi menyugarkan rambutnya kebelakang lalu matanya yang tadi sedang menatap ponsel kini beralih menatap Nadia.
__ADS_1
"Astagfirillah," gumam Nadia namun masiu terdengar oleh Bella.
"Kalian barengan?" tanya Aldo.
"Enggak, Aku mah dari kantor langsung ke sini kalau Hilmi baru pulang dari tempat nge-gym," jawabnya.
Nadia merunduk memainkan ujung kukunya.
Bella yang mengerti kegelisahaan sahabatnya langsung pamit pulang kepada Ainil dan yang lain.
Nadia hanya mengikiti Bella padahal tadinya kesini mau kerja kelompok malah jadi akward kaya gini bukan-bukan suasananya tapi Nadia lahk yang akward.
"Tau enggak sih tadi itu kak Hilmi ganteng banget apalagi pas lagi rambutnya dikebelakangin." Bella memanas-manasi Nadia karena dia tau jika tadi Nadia mengucapkan istigfar karena terpesona.
Kini mereka sudah berada di dalam taksi menuju rumah Nadia mereka akan kerja kelompok berdua saja tanpa Ainil.
__ADS_1
----****----