Nikah Umur 14.

Nikah Umur 14.
11.(Revisi)


__ADS_3

Kini Nadia sedang berada di kamarnya tidak bergabung dengan yang lain karena dia masih tertegun dengan apa yang dibisikkan oleh Hilmi tadi.


Lama bergulat dengan pikirannya Nadia hingga tidak sadar jika Hilmi sudah duduk dihadapanya.


“Kenapa?” tanya Hilmi mengenggam tangan Nadia membuat gadis itu langsung mendongkakkan kepalanya manatap Hilmi.


“Gpp Ustad,” Jawab Nadia masih mengunakan panggilan Ustad karena dia sendiri bingung harus memanggil apa kepada Hilmi yang sekarang sudah menjadi Suaminya.


"Kok masih panggil Ustad sih,” heran Hilmi.


“Terus apa?”


“Mmm.....Gimana nyamannya aja,”


“Kalo Kakak aja gimana?”


“Boleh,”


Hilmi memajukan dirinya lalu mencium kening Nadia sebelum dikeluar kembali.


----***---


Malam pertama adalah malam yang bersejarah bagi pasangan pasutri begitupun dengan Hilmi dan Nadia. sebagai Pengantin baru pasti Nadia dan Hilmi melakukannya. Hilmi tidak memaksa atau menuntut hari itu juga tapi karena Nadia mengatakan jika dia sudah siap jadi Hilmi melakukannya.


Saat pagi harinya Hilmi sudah siap untuk membawa Nadia kerumahnya dengan mengunakan motor ninja merah milik Hilmi.


Oh iyya sahabat-sahabat Hilmi dan Nadia sudah pulang sejak kemarin malam begitupun dengan Umi dan Abah sudah pulang sejak semalam.


"Ibu dan Arkan nitip Nadia ya Mi... tegur dia jika salah, bimbing dia jika salah memilih jalan," Rasanya baru kemarin Risma melihat Nadia masih memakai baju seragam tapi kini Nadia sudah menjadi seorang isteri.


"Iyya bu.. Pasti.," balas Hilmi mencium tangan Risma.


"Kita berangkat Bu.. Assalamualaikum," pamit Nadia dan Hilmi serempak.


"Waalaikumsalam,"


-----***-----


Nadia terpana dengan pemandangan yang ada di hadapannya. Rumah ini benar-benar sangat nyaman walau baru sampai halamannya saja.

__ADS_1


“Suka?”tanya Hilmi dan dibalas anggukkan kecil oleh Nadia.


Clek...


Hilmi membuka pintu lalu mengenggam tangan Nadia sedikit menarik dengan lembut.


“Wow amazing,” batin Nadia.


Nadia hanya mengikuti Hilmi saja hingga saat berada dikamar utama yang terletak di lantai 2 Nadia benar-benar terpana dengan rumah ini.


Terlihat banyak sekali barang-barang Hilmi tersusun rapi di lemari kaca seperti Jam, sepatu dan ada juga piala, piagam, sertifikat penghargaan.


“Susun aja baju-bajunya di sana,” Hilmi menunjuk sebuah almari besar dekat ruang ganti.


"Iyya kak," Nadia menyeret koper sedangnya ke arah yang tadi ditunjukkan oleh Hilmi membenahi pakaiannya dengan Rapih.


Beberapa menit kemudian Nadia sudah selesai membenahi pakaiannya lalu membalikkan tubuhnya. Senyum diwajahnya mengembang saat Hilmi sedang tertidur pulad diatas ranjang perempuan cantik itu melangkah kearah suamninya lalu dengan perlahan Nadia menyelimuti tubuh Hilmi hingga dada bidangnya.


Sebelum keluar kamar untuk melihat-lihat Nadia mengganti baju dengan yang lebih santai tapi masih tertutup


Setelah puas didalam Nadia berjalan menuju taman belakang. Indah. itulah yang kini ada didepan Nadia sangat indah dan sejuk.


Nadia menduduki sebuah ayunan mengoyangkannya pelan menatap bunga-bunga cantik yang ada dihadapannya.


Cling... notif pesan dari Nadia membuat gadis itu segara menge-ceknya.


Bella. 11.03


Nad, lagi apa? sibuk enggak? aku sama Ainil mau main gabut dirumah terus.


Nadia. 11.04


Aku lagi dirumah kak Hilmi. Aku enggak sibuk kok, kesini aja biar rame.


Bella. 11.07


beneran nih? kita enggak ganggu kamu dan kak Hilmi bikin proyekkan?


Wajah Nadia langsung merona saat membaca itu. Dia tau apa yang dimaksud oleh Bella saat ini.

__ADS_1


Nadia. 11.07.


Proyek apaan sih. Gagal paham aku :v


Bella. 11.08


Iya-iya, alamat rumahnya mana.


Nadia. 11.09.


Ainil pasti tau karenakan dia pernah kesini sama kak Aldo.


Bella. 11.10.


Okey :v


Setelah itu Nadia berjalan


Nadia berjalan memasuki rumah memasak makan siang. Tidak banyak sih hanya memasak telor balado dan ayam goreng untuk bahan tadi saat diperjalanan Nadia dan Hilmi mampir ke supermarket dulu.


Setelah selesai masak Nadia berjalan memasuki kamar guna membangunkan suaminya.


"Kak Hilmi bangun, sholat dulu terus makan," Nadia menepuk lengan atas Hilmi dengan pelan.


lalu tangannya mengusap wajah Hilmi mulai dari alis, mata, hidung, lalu turun ke bibir Hilmi mengusapnya dengan lembut.


"Kak, Kak Hilmi,"


Karena tidak ada sahutan Nadia duduk di bibir ranjang untuk lalu menatap wajah tampan suaminya terbesit ide jail untuk membangunkan Hilmi. Dengan kecepatan kilat Nadia mencium kedua pipi Hilmi.


“Kak Hilmi bangun ....”Mata Hilmi langsung membuka tanpa mengerjap.Sebenarnya dia sudah bangun sebelum Nadia masuk namun saat mendengar suara langkah Nadia laki-laki itu langsung tertidur lagi ya walau pura-pura.


“Bangun ihk!! sholat dulu terus makan siang tapi mandi dulu,”kesal Nadia membuat Hilmi tersenyum.


“Lima menit lagi,”Hilmi memejamkan matanya pura-pura tertidur kembali.


Sebenarnya dia sudah bangun dari tadi tapi saat mendengar langkah kaki Hilmi langsung pura-pura tidur lagi dan dia juga tau saat Nadia mencium dan mengusap wajahnya.


“Bangun ihkk....” Nadia menarik tangan Hilmi agar mau beranjak.

__ADS_1


Hilmi mengulum tersenyum lalu berjalan menuju kamar mandi tapi sebelum itu dia meninggalkam kecupan singkat di bibir Nadia membuat yang empu terdiam plus tersipu.


"Dasar,"gumam Nadia memegang bibirnya walau bukan yang pertama kalinya tapi Nadia selalu malu sendiri jika.


__ADS_2