Nikah Umur 14.

Nikah Umur 14.
Dua


__ADS_3

Setelah mengikuti kultum tadi semua santri wan dan wati dibolehkan pulang karena waktu sudah menunjuk 14:30.


Nadia dan Bella keluar dari Masjid paling ahkir dari yang lain karena mereka biasa membereskan Masjid dulu sebelum pulang.


“Langsung pulang Nad?” tanya Bella sembari memakai sepatunya.


“Iyya, di rumah ku ada mas Arkan baru pulang semalam,” jawab Nadia.


“Emang mas Arkan masih harus ditugasin di malang? ”


“Iyya, kamu tau kan mas Arkan cuman ngikut perintah atasannya doang,” Bella hanya mengangguk lalu berdiri mengikuti langkah Nadia.


“Ehh iyya Bell, semalam aku mimpi lagi,” Nadia mulai bercerita tentang mimpi-mimpinya selama ini kepada sahabat satu-satunya.


“Apa?”


“Ketemu sama pangeran itu lagi, tapi aku enggk bisa lihat mukanya,”


Bella perempuan 3 tahun lebih tua dari Nadia itu seringkali mendengar keluh kesah Nadia tentang mimpinya yang datang sejak Nadia mulai balig.


“Kayanya kalo ada laki-laki datang ke rumah kamu terus dia niat buat halalin kamu langsung terima aja deh Nad biar mimpi itu enggak datang lagi,” Ujar Bella dan di balas anggukkan kecil oleh Nadia.


(づ ̄ ³ ̄)づ(づ ̄ ³ ̄)づ(づ ̄ ³ ̄)づ


Rutinitas keluarga Hilmi adalah berkumpul setelah makan malam. Seperti sekarang Abah dan uminya sedang menanyakan dia prihal tadi pertama memberikan ceramah di SMP Al-Istiqomah.

__ADS_1


“Abah senang jika kamu nyaman memberikan ceramah di SMA,”


“Iyya, Bah,”


“Gimana nak? cantik-cantik enggak santri watinya?” kini giliran Sarah--Umi Hilmi yang bertanya.


“Cantik Mi,” jawab Hilmi.


“Ada yang menarik ndak?”tanya Abah.


“Ada, bah.”


“Sopo? yang menarik perhatian mu,” tanya umi dengan cepat.


“Kalau enggak salah namanya Nadia Mi,”balas Hilmi dengan santai.


"Ehh tapi Nadia masih 14 tahun umurnya,” sambung Umi membuat Hilmi tersedak air ludahnya sendiri.


"Masa sih Mi? Nadia keliatannya dewasa enggk keliatan 14 tahun umurnya,” heran Hilmi.


“Nadia emang gitu,” sahut Abah.


“Emang kamu serius sama Nadia?” tanya Abah membuat Hilmi terdiam.


“Jika kamu serius kita restui tapi jika kamu tidak serius kami tidak akan menrestui. Nadia sudah menyaksikan bagaimana ayahnya menyiksa ibunya dan bagaimana ayahnya selingkuh didepan ibunya.”

__ADS_1


“Jika kami benar-benar serius, jadilah imam yang dapat melindunginya dan membahagiakannya,” sambung Abah menasehati putra sulungnya.


“Dan jika kamu menyankiti wanita itu sama saja kamu menyankiti Umi,” timpal umi.


“Mintalah izin kepada kakak dan ibunya jika kamu serius menghalalkan Nadia,” tambah Abah.


“Iyya bah, Mi,” Hilmi mengangguk.


Jika kalian ingin tau ini adalah kali pertamanya seorang Muhammad Hilmi Sultan Akbar jatuh cinta dalam hidupnya karena selama ini ia hanya pokus mengejar ilmu tidak memikirkan soal cinta.


Kadang kita tidak sadar bahwa di dunia kita juga membutuhkan pendamping yang kekal dunia dan ahkirat tidak ilmu saja yang kita bawa ke ahkirat nanti.


Harta hanya kekal di dunia tidak akan pernah di bawa ke ahkirat sedangkan ilmu, amal sholeh, pendamping akan kekal di dunia dan ahkirat.


Jodoh itu unik...


Terkadang, yang di kejar menjauh.


Yang tak di harapkan mendekat


Yang kenal belum tentu jodoh


dan yang tak di kenal tiba-tiba bersanding di pelaminan.


Itulah yang di namakan jodoh kadang yang sudah bertahun-tahun kenal pun tidak sampai pelaminan. Yang pacaran belum tentu menikah. Yang sudah menikah belum tentu *long*last seperti Habibie dan Ainun.

__ADS_1


(づ ̄ ³ ̄)づ(づ ̄ ³ ̄)づ(づ ̄ ³ ̄)づ


Jum'at, 10 April 2020.


__ADS_2