
Tinggal hitungan hari Nadia akan resmi menjadi isteri seorang Hilmi.
Nadia menghela nafas panjanga saat mengetahui Ayahnya tidak mau datang. Nadia tidak berharap ayahnya datang tapi apa tidak keteraluan seorang ayah tidak hadir di acara yang hanya ada sekali seumur hidup anaknya.
Nadia paham Ayahnya sedang pokus kepada Laras-adik Nadia yang sedang terkena kasus pembullyan walau usianya baru 14 tahun tapi kenakalan itu semakin menjadi tak kala mengetahui Nadia loncat kelas karena kepintarannya sedangkan di masih kelas 6 SD.
Larasati Prawira adik kembar Nadia dari watak mereka sangat berlawanan, Laras yang tomboy, kasar, jauh dari kata soleha karena cara berpakaiannya sangat terbuka.
Sedangkan Nadia sangat menjunjung tinggi kehormatan seorang wanita. Nadia anti pacaran berbeda dengan Laras yang sering gonta ganti pacar.
__ADS_1
Nadia pernah berpikir bahwa dia hanya dia anggap sebagai bayang-bayang Laras oleh keluarganya tapi itu ralat karena ada Arkan dan Risma yang mengajarkan dia untuk menjadi wanita seutuhnya sejak dini hingga Nadia memiliki sikap Dewasa yang di ajarkan Arkan.
----***----
Hilmi duduk di balkon kamar rumah milik dirinya sendiri yang telah ia beli sejak masa kuliah.
Rumah tingkat dua yang sangat nyaman dan asri, dibelakang ada taman bunga berbagai, kolam renang sedang, di depan juga banyak pepohonan. Di rumah ini terdapat 6 kamar, 2 dibawah dan 4 diatas. Desain rumahnya american clasic hingga catnya hampir putih semua.
Jika kalian sehari-hari Hilmi selalu membawa motor ninja merahnya sebenarnya dia punyai dua mobil ngangur sejak dulu.Mini car dan BMW duanya keluaran baru tapi Hilmi tidak pernah memakainya.
__ADS_1
Senyum di bibir Hilmi tercetak jelas saat dia memikirkan akad nikahnya bersama Nadia.
Ahh... di jadi ingat saat dibutik dia begitu jelas melihat jika Nadia tidak suka kemewahan Nadia tipikal orang sederhana.
Hilmi jadi tidak sabar menunggu lusa haru bersejarah untuknya hari yang tak akan pernah terlupakan. Hanya tejadi sekali dalam seumur hidup.
Sebentar lagi dia akan melepaskan masa lajangnya, akan menjadi seorang imam yang harus membimbing makmunya ke surganya Allah.
Nanti Hilmi tidak akan merasakan sendiri saat dirumah ini. Akan ada yang membangunkan di pagi hari dengan omelan seorang isteri kepada suaminya.
__ADS_1
Membayangkan itu semua Hilmi langsung menggelengkan kepalanya lalu tersenyum.