
“Kemarin-kemarin kenapa neng sinis amat sama abang,”
“Issstt.... makanya peka aku kenapa,”
“Aku kan bukan dukun jadi enggak tau kamu kenapa,”
“Aku kecewa sama kamu, waktu itu aku nunggu kamu tapo enggak datang-datang,”
"Kata siapa aku enggak datang. Aku datang ke sana tapi kamu nya udah enggak,”
“Terus kenapa bisa telat pas besoknya aku datang tapi enggak ada,”
“Aku telat karna Mami sama Dady nyuruh aku buat jemput mereka ke bandara,”
“Maaf udah salah paham,”
“Enggak papa aku ngerti kok,”
Setelah itu Mereka berpelukkan menyalurkan rasa rindu masing-masing. Bella dan Noval. Ya, Mereka memang sebelumnya sudah saling mengenal tapi karena sesuatu mereka tidak pernah bertemu lagi dan saat bertemu lagi pun merasa tak percaya.
“Ekhem..... bukan muhrim mas jangan peluk-peluk,” seketika pelukan itu terlepas saat mendengar kata-kata itu.
“Tangannya juga dong,” timpal Nadia.
Bella buru-buru melepaskan tautan tangannya wajahnya sudah seperti udang rebus.
“Udah Bell, enggak usah malu-malu kita ngerti kok, ”ucap Nadia.
“Udah ahk yuk pulang,”ajak Noval mengalihkan pembicaraan.
“Pulang kemana? bukannya kita mau ada opening ya,” sahut Hilmi.
“Ehh.. i--ya udah ayo,”Tanpa menunggu jawaban lagi Noval langsung masuk ke mobil.
“Nah gitu tuh kalo ketau ke ciduk jadi gugup, ” kekeh Hilmi sebelum masuk mobil.
(づ ̄ ³ ̄)づ(づ ̄ ³ ̄)づ(づ ̄ ³ ̄)づ
__ADS_1
Malam harinya.
Acara opening coffy shop baru milik Hilmi disambut baik oleh pengunjung-pengujung yang lain.
Walau waktu sudah menunjuk pukul 20:00 banyak mahasiswa/siswi yang berkunjung apalagi cabang yang ini dekat dengan kampus UIN(Universitas Islam Negri).
Acara opening sudah di laksana kan sejak tadi dan sekarang hanya hiburan-hiburan saja dan cabang coffy shop ini sudah resmi di buka.
“Assalamualaikum wr. wb,” sapa Hilmi.
“Waalaikumsalam wr. wb,” sahut semua pengunjung.
“Saya pertama-tama perkenalkan dulu nama saya Hilmi. Owner coffy shop ini. Saya akan menyanyikan sebuah lagu untuk istri saya (Menunjuk Nadia),” ucap Hilmi.
Song on.
🎶🎶🎶
Natta Reza--Kekasih impian
Aku tak pernah meminta
Cukup dia yang slalu
Sabar menemani dalam kekuranganku....
Namun tuhan menghadirkan
Kamu wanita tehebat
kuat tak pernah mengeluh
Bahagiaku slalu bersamamu....
Andai ada keajaiban
Ingin ku ukirkan namamu di atas bintang-bintang angkasa...
__ADS_1
Agar semua tau kau berarti untukku selama-lamanya kamu milikku.
Kini telah ku buktikan kamu
Pendamping sempurna
Kuat tak pernah mengeluh
Bahagiaku slalu bersamamu.
🎶🎶🎶
Song of.
Prok....prok...prok.....👏👏
Semua pengunjung terpana dengan suara Hilmi apa lagi saat melihat wajah Hilmi sebelum Hilmi mengucapkan kata Istri para pengunjung wanita sudah ingin mengantri jadi istri Hilmi tapi pupus sudah saat mengetahui Hilmi sudah menikah.
Hilmi menyimpan kembali gitar itu lalu berjalan menghampiri Nadia yang sedang duduk sendiri.
Cup.....
Hilmi mencium kening Nadia sembari tangan Kirinya merengkuh pinggang ramping Nadia.
Panas!
Itu lah yang dirasakan Hilmi saat mencium kening Nadia buru-buru dia langsung melihat wajah Nadia.
Pucat!
Ya ampun benar kata Risma pasti Nadia akan sakit demam tinggi seperti sekarang.
“Kamu sakit?”tanya Hilmi dan di balas gelengan kecil oleh Nadia.
“Aku sama Nadia ke hotel duluan,” pamit Hilmi lalu mengendong Nadia ala bridal.
Hilmi langsung masuk ke mobil lalu meminta sopir untuk balik ke hotel. Hilmi benar-benar panik karena badan Nadia tiba-tiba mengigil dan demamnya nambah tinggi.
__ADS_1
“Kak, dingin ...” gumam Nadia membuat Hilmi mempererat dekapannya.
(づ ̄ ³ ̄)づ(づ ̄ ³ ̄)づ(づ ̄ ³ ̄)づ