
Nadia hanya pasrah saat Bella menyuruhnya untuk memilih baju pengantin di butik. Mereka tidak hanya berdua ada Hilmi dan Noval yang menemani mereka berdua.
Banyak gaun yang mewah-mewah tapi Nadia tidak tertarik dengan banyak komentarnya yang membuat Bella pusing.
“Terlalu mewah”
“Terlalu terbuka”
“Mahal,”
“Beratttt”
“Terlalu rame,”
“Ekor gaunnya terlalu panjang”
Dan banyak lagi komentar-komentar Nadia yang membuat Bella menghela nafas panjangnya. Jika dia membiarkan Hilmi dan Noval ikut pasti akan sama pusing dengan pilihan Nadia.
“Nah itu cocok kayanya,” ujar Nadia menunjuk salah satu gaun dipojok butik, gaun berwarna putih sepasang terlihat simple
__ADS_1
“Mbak, gaunnya yang itu,” ucap Bella kepada pelayan toko.
“Baik , mari mbak kita ukur dulu,” ajak Pelayannya.
Nadia mengangguk lalu mengikuti pelayan itu sedangkan Bella berjalan keluar memanggil Hilmi.
(づ ̄ ³ ̄)づ(づ ̄ ³ ̄)づ(づ ̄ ³ ̄)づ
Setelah dari butik tadi Nadia langsung pulang begitupun dengan Bella tapi Hilmi dan Noval pergi coffy shop. Tinggal hitungan hari Nadia akan resmi menjadi isteri seorang Hilmi.
Nadia menghela nafas panjanga saat mengetahui Ayahnya tidak mau datang. Nadia tidak berharap ayahnya datang tapi apa tidak keteraluan seorang ayah tidak hadir di acara yang hanya ada sekali seumur hidup anaknya.
Larasati Prawira adik kembar Nadia dari watak mereka sangat berlawanan, Laras yang tomboy, kasar, jauh dari kata soleha karena cara berpakaiannya sangat terbuka.
Sedangkan Nadia sangat menjunjung tinggi kehormatan seorang wanita. Nadia anti pacaran berbeda dengan Laras yang sering gonta ganti pacar.
Nadia pernah berpikir bahwa dia hanya dia anggap sebagai bayang-bayang Laras oleh keluarganya tapi itu ralat karena ada Arkan dan Risma yang mengajarkan dia untuk menjadi wanita seutuhnya sejak dini hingga Nadia memiliki sikap Dewasa yang di ajarkan Arkan.
(づ ̄ ³ ̄)づ(づ ̄ ³ ̄)づ(づ ̄ ³ ̄)づ
__ADS_1
Hilmi duduk di balkon kamar rumah milik dirinya sendiri yang telah ia beli sejak masa kuliah.
Rumah tingkat dua yang sangat nyaman dan asri, dibelakang ada taman bunga berbagai, kolam renang sedang, di depan juga banyak pepohonan. Di rumah ini terdapat 6 kamar, 2 dibawah dan 4 diatas. Desain rumahnya american clasic hingga catnya hampir putih semua.
Hilmi sengaja membangun rumah itu untuk dirinya dan isterinya kelak.
Jika kalian sehari-hari Hilmi selalu membawa motor ninja merahnya sebenarnya dia punyai dua mobil ngangur sejak dulu.Mini car dan BMW duanya keluaran baru tapi Hilmi tidak pernah memakainya.
Senyum di bibir Hilmi tercetak jelas saat dia memikirkan akad nikahnya bersama Nadia.
Ahh... di jadi ingat saat dibutik dia begitu jelas melihat jika Nadia tidak suka kemewahan Nadia tipikal orang sederhana.
Hilmi jadi tidak sabar menunggu lusa haru bersejarah untuknya hari yang tak akan pernah terlupakan. Hanya tejadi sekali dalam seumur hidup.
Sebentar lagi dia akan melepaskan masa lajangnya, akan menjadi seorang imam yang harus membimbing makmunya ke surganya Allah.
Nanti Hilmi tidak akan merasakan sendiri saat dirumah ini. Akan ada yang membangunkan di pagi hari dengan omelan seorang isteri kepada suaminya.
Membayangkan itu semua Hilmi langsung menggelengkan kepalanya lalu tersenyum.
__ADS_1