Nikah Umur 14.

Nikah Umur 14.
Enam


__ADS_3

"Assalamualaikum,”


‘Waalaikumsalam Ustad,’


Hilmi langsung menegakkan tubuhnya saat mendengar suara itu. Dia hapal betul itu suara siapa. mendengar suara seran dan lembut tapi tegas itu membuat Hilmi gembira.


‘Ustad i-ni saya Nadia,’


“Ya, Nadia ada apa?”


‘Bi-sa bertemu saya ingin mengatakan jawaban saya tentang lamaran Ustad,’


“Bisa, kamu dimana saya akan kesana tapi kamu jangan sendiri ya,”


‘Saya tidak sendiri saya sama teman-teman saya ustad,’


“Iyya, saya pun akan kesana bersama teman saya,”


‘Saya sedang si Sultan coffy shop,’


Senyum Hilmi mengembang saat mendengar keberadaan Nadia sekarang dia tidak perlu ke luar dari cafe.


“Ya, saya akan kesana,”


Sambungan telepon terputus setelah Hilmi mengatakan itu.


Hilmi langsung menyambar dompet dan ponselnya lalu beranjak pergi tak lupa mengajak teman- temannya.


(づ ̄ ³ ̄)づ(づ ̄ ³ ̄)づ(づ ̄ ³ ̄)づ

__ADS_1


Nadia sudah mendapatkan nasehat dari Bella tentu saja Ainil menjadi tau tentang lamaran itu.


Dan sekarang Nadia duduk sendiri di meja yang berada di sebrang Bella dan Ainil yang sedang menyemangati nya.


Tak lama dari itu Hilmi datang dari pintu ruangan yang bertulisan 'Pemilik dengan penampilan yang berbeda kemeja yang di gulung hingga sikut jas yang ditenteng di tanganya.


“Maaf saya lama,” sungkan Hilmi dudum di bangku yang berseberangan dengan Nadia hanya terhalang meja bulat.


“Enggak papa kok Ustad,”sahut Nadia menundukkan kelapanya.


“Jadi? apa jawabannya?” tanya Hilmi tak sabaran.


“Sa--ya menerimanya,” jawab Nadia dengan yakin walau masih gagap.


“Alhamdulilah....” Hilmi tersenyum cerah saat mendengar jawaban Nadia.


Semalam dia bergadang untuk sholat tahajud dan istiqoroh. Berdoa kepada Allah untuk Nadia menerimanya.


“Kakak-kakaknya enggak kalah ganteng sama Ustad Hilmi,”puji Ainil membisikkan kepada Bella membuat sang empu memutar bola matanya karena Ainil tak henti-henti memuji laki-laki yang telah membuat dia kesal.


(づ ̄ ³ ̄)づ(づ ̄ ³ ̄)づ(づ ̄ ³ ̄)づ


Nadia tidak menyesal dengan keputusannya karena dia sudah menyakinkan diru sejak kemarin.


Hilmi sudah mengatakan jika mereka akan melakukan akad terlebih dahulu setelah Nadia melakukan ujian.


Tidak akan ada yang banyak di undang hanya akan ada keluarga besar di undang karena status Nadia masih pelajar.


“Gimana Nad apakah kamu sudah memberikan jawaban mu kepada nak Hilmi,”

__ADS_1


ucapan Risma membuat Nadia tersentak kaget karena dia sedang melamun tentang tadi siang.


“Sudah bu,”


“Loh kapan? kok ibu tidak tau,”


“Tadi siang setelah pulang sekolah buu..”


“Oalah... lalu nak Hilmi bilang apa?”


“Beliau bilang kita akan melakukan akad tapi tidak mengundang orang banyak hanya sanak saudara ajaa bu...”


“pasti Karena status mu pelajar ya ”


“Iyya, bu..”


“Kapan katanya?”


“Setelah Nadia ujian sekitar 2 minggu lagi buu...”


“Nanti kamu jika sudah menjadi istri jaga aib suamimu, hormati dia, jaga lisanmu, jaga sikapmu, cinta dia karena Allah.”


“Jangan lupa suami hanya karena kesibuk sekecil apapun dan layani dengan baik suamimu,”


“Jaga jarak dengan laki-laki yang bukan mahrommu, karena jika suami marah maka surgamu akan hilang,” ucap Risma menasehati putrinya.


“Iyya buu... Nadia akan mendengarkan semua omongan ibu..” balas Nadia.


Cinta akan datang dengan sendiri jika ada yang memberikan kenyaman dari satu sama lain.

__ADS_1


Mulai dari saat ini Nadia akan menjaga jarak dengan laki-laki karena sekarang dia sudah menjadi calon isteri seorang Hilmi.


__ADS_2