
Setelah membereskan semua isi rumah, Hilmi dan Nadia langsung membersihkan diri secara begantian.
Dan sekarang Nadia duduk sembari menonton Tv tapi tangannya tak berhenti mengusap lembut kepala Hilmi yang sedang tiduran disofa dengan pahanya yang di jadikan bantalan.
Sedangkan Hilmi matanya pokus ke ponsel menatap dengan serius karena dia sedang melihat-lihat jadwal ceramahnya.
“Nad,”
“Hmm...”
“Kamu masuk sekolah kapan?,”
“Minggu depan, itu juga cuman ngambil rapor sama izajah doang kak,”
“Mau ikut?”
“Kemana?”
“Ke bandung,”
“Mau ngapain kak?”
“Ada jadwal ceramah di masjid alun-alun bandung,”
“Kapan?”
“Tanggal 23,”
“Lusa dong?”
Nadia terdiam menimang ikut atau tidak.
“Iya deh boleh itung-itung liburan,”
__ADS_1
Hilmi tersenyum lalu meletakkan ponselnya setelah itu memedamkan wajahnya di perut rata Nadia mencari kenyamanan.
Lambat laun mata Hilmi menjadi mengantuk karena usapan dikepalanya membuat Hilmi mengantuk berat dan tak sadar dia sudah terlelap.
Sedangkan Nadia memainkan ponselnya membaca novel online mengusir ke gabutannya tapi tangan yang satunya tidak berhenti mengelus kepala Hilmi.
Beberapa menit kemudian Nadia mendengar suara langkah kaki yang membuatnya menoleh melihat ke arah pintu.
“Assalamualaikum,”
“Walaikum salam,”
Nadia baru ingat bahwa sahabat suaminya akan berkunjung tapi hal yang aneh adalah ada Bella dan Ainil yang ikut juga.
Aldo dan Noval tersenyum jail saat melihat Hilmi tertidur pulas dengan memeluk perut Nadia.
Noval berjalan ke dapur dan datang kembali dengan membawa air segelas.
“Buat apa kak?” tanya Nadia karena melihat gerak-gerik Aldo dan Noval mencurigakan kembali.
“Ahhh kelamaan,” Aldo merebut gelas itu dan langsung ditumpah kan di wajah Hilmi membuat sang empu terperanjat kaget.
“Bangun!! Tidur mulu,” ucap Aldo dan Noval serempak.
“Kalian nih apaan sih,” kesal Hilmi mengusap air yang masih ada di wajahnya.
“Ehhh... Duduk-duduk jangan sungkan anggap aja rumah sendiri,” titah Aldo kepada Ainil dan Bella yang masih saja berdiri.
“Anggap rumah sendiri aja, orang ini bukan rumah kamu Doo... sok jadi yang punya rumah ,” timpal Noval.
Nadia berdiri untuk mengambilkan handuk kecil untuk Hilmi karena kepala Hilmi benar-benar basah untuk rok nya enggak ikutan basah.
“Ehh iyya, Hil kamu ada ceramah ya di bandung?” tanya Aldo dan hanya di balas angguk oleh Hilmi.
__ADS_1
“Yahh... Padahal kita mau ngajak kamu ke Palembang,” desah Noval.
“Mau ngapain?” tanya Hilmi yang masih menyibak-yibakkan ramburnya karena basah.
“Aku dapet tiket buat 6 orang ke palembang,” jawab Noval.
Tak lama dari itu Nadia datang dengan membawa minum dan handuk kecil yang ia letakkan di bahunya.
“Di minum,” suguh Nadia lalu berlalih duduk di pinggir Hilmi mengeringkan rambut Hilmi dengan handuk yang dibawanya.
“Kok kalian bisa bareng kak Aldo ama Kak Noval?” tanya Nadia yang masih mengeringkan rambut Hilmi.
“Mereka yang maksa,” kata Bella melirik sinis ke arah Noval yang nyengir kaya kuda.
“Ya abisnya kita kasian kalian berdua dorong-dorong motor udah tau cuaca panas banget,”balas Noval.
Suasan jadi hening karena Mereka berempat hanya menatap keromantisan pengantin baru yang ada di hadapannya membuat jiwa jomblo mereka memberontak.
Nadia dan Hilmi hanya asyik bercanda melupakan keempat orang itu.
“Gays pulang yuk,” ajak Aldo mambuat Hilmi dan Nadia menoleh ke arahnya.
“Baru juga duduk kok udah mau pulang,” heran Hilmi manatap satu persatu orang-orang itu.
“Kalian nih kita kan jomblo masa di suruh merhatian kalian yang mesra-mesraan,”
Mendengar itu Nadia langsung menghentikan aktifisnya lalu menunduk menyembunyikan wajah meronanya.
"Maaf, aku lupa ada kalian hehehehehe.....” Hilmi nyengi lalu merangkul pinggang Nadia.
“Iya...iya.. Oh iyya, aku sama Aldo kesini mau bahas sesuatu,”ucap Noval mulai serius.
Nadia yang mengerti itu langsung mengajak kedua sahabatnya ke taman belakang tapi tak lupa ia mengambil cemilan dulu untuk mereka bertiga.
__ADS_1
(づ ̄ ³ ̄)づ(づ ̄ ³ ̄)づ(づ ̄ ³ ̄)づ