
Tubuhku di penuhi darah segar, adrenalin ku terpacu, aku menggila, aku lupa kapan terakhir kali aku seperti ini.
Aku tersenyum senang, sambil menguliti cewek yang tergantung di hadapanku sedikit demi sedikit, dia berteriak kesakitan, tapi mendengar teriakannya semakin membuatku bersemangat. Tubuhnya yang kurus tak henti-hentinya menggeliat, dia persis seperti cacing, sangat lucu.
"Kulitmu sangat mulus, aku akan membuatnya lebih mulus lagi"
Aku menatap kulit yang sudah berhasil ku koyak dengan pisau. Bukannya menanggapi perkataan ku cewek itu malah semakin keras berteriak. Telingaku agak sakit karenanya.
"Sayang sekali kau tidak bisam memamerkan kulit cantikmu lagi"
Aku melempar sembarang kulit yang tadinya ku pegang.
"Kasihan kalau aku harus membunuhmu, kau harus tetap hidup untuk menebus semua dosamu"
Aku berfikir sejenak, apa yang harus aku lakukan pada cewek yang ada di hadapanku ini.
Aku ingat cewek ini, dia adalah senior tukang bully di kampus, bahkan ada junior yang nekat loncat dari lantai dua karena dirinya. Anggap saja di sini aku menggantikan para junior korban bulying itu untuk balas dendam.
Betapa baiknya aku.
Aku meletakan pisau yang ku pegang ke atas meja, dan mengambil pisau lain di sebelahnya yang lebih kecil, dan juga aku mengambil sendok.
Aku memanaskan sendok itu di atas lilin.
Kevin benar-benar memberikanku kado yang sangat bagus.
Aku punya ruang bawah tanah yang kedap suara, dia juga bahkan menyediakan berbagai macam pisau dan senjata lainnya.
Dan yang paling ku suka dari semuanya adalah, Kevin memberiku mainan yang menyenangkan sekaligus tiga, bukankah itu sangat bagus, dia sangat mengerti seleraku.
Aku sangat membenci hari ulang tahun, tapi kalau aku dapat kado seperti ini, aku ingin ulang tahun setiap hari.
Aku punya hobi aneh, entah sejak kapan aku senang sekali melihat darah, mendengar teriakannya kesakitan dan penyiksaan. Atau orang lebih sering menyebutnya psikopat.
Kedengarannya seperti aku ini orang jahat, ya bisa di bilang begitu, lagi pula aku tidak ingin jadi orang yang terlalu baik, biasanya orang baik selalu tersakiti pada akhirnya.
"Nah gadis manis saatnya membuatmu jauh lebih cantik dari sebelumnya, matamu terlalu sipit jadi aku akan melebarkannya" aku tersenyum menyeramkan, cewek yang tergantung itu berucap memohon ampun padaku, tapi aku sama sekali tidak memperdulikannya.
Apa kau pernah melihat seorang singa melepaskan rusa yang akan di makannya?? Pastinya itu tidak mungkin.
Aku mengambil sendok yang tadinya ku panaskan di atas lilin lalu dengan cepat ku congkel mata cewek itu, membuatnya berteriak nyaring.
"Oppss maaf aku berniat melebarkan matamu sedikit, bukanya melepasnya, tapi karena sudah terlanjur, lebih baik ku lepas juga matamu yang satunya"
Aku tertawa lepas. Aku juga berfikir untuk mencabuti kukunya satu persatu, dan terakhir aku akan memotong
__ADS_1
jari-jarinya.
Baru membayangkannya saja aku sudah kegirangan, apalagi kalau ku lakukan langsung.
Baru saja aku ingin mencongkel mata kirinya, tapi aku melihat sesuatu yang aneh padanya. Dia tidak lagi berteriak, bahkan dia tidak menggeliat seperti cacing lagi. Aku mendekatinya perlahan, ku dengarkan detak jantungnya melambat, dan juga nafasnya pendek.
Dia sekarat, ini merusak kesenanganku, tidak ada sensasi apapun yang ku dapat jika menyiksa orang yang sekarat.
Ku rasa aku sudah agak keterlaluan, dia pasti kehilangan banyak darah, seharusnya aku menghindari bagian tubuh yang rentan, aku mengutuk diriku sendiri yang tidak sengaja merusak mainanku yang
berharga.
Tapi, aku masih punya dua mainan tersisa.
Aku mengabaikan cewek yang tergantung itu, dan beralih ke mainan ku yang kedua. Cewek dengan rambut panjang berwarna kecoklatan yang terikat di atas dental unit.
Kalau tadi aku berperan sebagai dokter bedah plastik, kali ini aku akan berperan sebagai dokter gigi.
Aku mengambil peralatan yang biasa di pakai oleh dokter gigi, yaitu bor, tapi bukan bor gigi, aku menggunakan bor beton, untuk menghancurkan mulut dari cewek tukang gosip yang suka menyebarkan fitnah, bor ini sangat berguna.
Aku melepaskan kain yang menutup mulut gadis itu, baru sepersekian detik terlepas, cewek itu langsung berteriaknyaring, telingakiuberdengung di buatnya.
Karena kesal aku memukulkan bor yang ku pegang ke kepalanya dengan kuat, sampai berdarah.
"Apa gigimu sesakit itu sampai kau berteriak nyaring? Tenang saja sebentar lagi aku akan mencabut semua gigimu, kau tidak perlu kesakitan lagi" aku tersenyum manis ke arahnya yang hampir tak sadarkan diri karena pukulan ku.
Aku memasangkan bite block di mulutnya supaya tetap terbuka.
Aku menyalakan bor ku, suara mendesis
dari mesin bor ini terdengar ngilu, bornya pasti sudah berkarat.
Aku memasukan bor ke dalam mulut cewek
penggosip ini dan menghancurkan lidahnya, darah segar menyembur keluar dari
mulutnya, cewek itu hanya menggeliat tanpa bisa bersuara.
Selanjutnya aku mengambil tang dan mulai mencabuti giginya secara paksa satu persatu, darah juga mengalir dari gusi bekas giginya yang ku cabut, aku merasa kasihan dengan cewek ini, dia beberapa kali tersedak darahnya sendiri yang membanjiri seluruh mulutnya.
Aku rasa cukup sampai di sini, menjadi dokter gigi ternyata tidak terlalu menyenangkan.
Apa selanjutnya yang harus ku lakukan.
Aku mendapatkan ide gila dalam kepalaku, sewaktu kecil aku ingin sekali menjadi pemadam kebakaran, haruskah aku membakar sesuatu dan memadamkannya sekarang. Mumpung aku masih punya satu mainan tersisa.
__ADS_1
Aku mendekati mainan terakhirku, seorang cowok ganteng bermata coklat, tubuhnya tinggi dan badannya juga atletis, dia terlihat kuat, tapi sayangnya dia malah terikat di atas meja, dan lagi tidak mengenakan pakaian, sekarang dia pasti sangat malu.
Aku melepas penutup mulutnya, dia langsung mencaci makiku dengan seluruh penghuni kebun binatang, mulutnya ternyata tidak sebaik penampilannya.
"Lepaskan aku cewek gila!!" Dia meneriaki ku, cowok ini tidak ada takut-takutnya sama sekali padaku, padahal dia sudah menyaksikan aku menyiksa dua orang cewek sebelumnya.
"Aku suka badanmu" aku mengelus perut six pack nya, jujur saja aku suka cowok dengan tubuh bagus seperti ini.
"Kau menyukaiku? Kalau kau melepaskan ku, aku akan menjadikanmu pacarku, aku akan sangat mencintaimu"
Aku pikir cowok ini tidak ada bedanya dengan Kevin, tapi paling tidak Kevin bukan cowok brengsek yang dengan sengaja membuat kecelakaan supaya cewek yang di hamilnya keguguran.
Kenapa bisa ada cowok tidak tahu diri seperti ini bisa terlahir di bumi, seharusnya langsung saja pergi ke neraka.
"Hahahhahaaa" aku hanya tertawa renyah, sambil tanganku masih mengelus perutnya sampai ke daerah pribadinya.
Aku tidak sengaja menyentuhnya sedikit tapi miliknya malah bangun, aku sampai kaget di buatnya, aku langsung menjauhkan tanganku darinya.
"Kau lihat, miliku besar kan, kau pasti tidak akan kecewa" dia begitu percaya diri memamerkan barang pribadi miliknya.
Aku hanya tersenyum kecil dan berbalik, diam-diam ku ambil pisau dari atas meja dan dengan cepat menebas habis miliknya.
Aku tertawa penuh kemenangan bersahutan dengan suara teriakan kesakitannya, aku sangat puas.
Cowok ini benar-benar beda dari korbanku sebelum sebelumya, bagaimana bisa dia menawarkan dirinya padaku, dan lagi dia sangat percaya diri. Aku yakin selain jadi mahasiswa dia punya kerja sampingan sebagai berondong yang biasa memuaskan nafsu tante-tante kesepian di luar sana.
Dia pikir aku ini cewek murahan yang pikirannya hanya antara pakaian dan ****. Lagi pula kan aku sudah punya orang yang aku suka.
Aku melemparkan gumpalan daging tak berguna itu ke wajahnya sambil tertawa.
"Itu yang sangat kau banggakan? Setelah tidak ada lagi bagaimana sekarang? Apa lagi yang akan kau tawarkan padaku?" Aku mencibirnya.
Dia tidak bisa berkata apapun hanya bisa meringis kesakitan, sungguh kasihan.
"Ini penutupan yang bagus, kau cukup menghibur untuk acara penutup"
Aku benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang ada di kepala Kevin saat memberikan tempat ini sebagai kado ulang tahunku, segalanya yang aku butuhkan untuk menyalurkan hobi anehku ada di sini. Aku bahkan bisa menemukan satu jerigen penuh bensin beserta pemantik, Kevin menyiapkan ini dengan sangat teliti.
Aku menyiram cowok mesum itu dengan bensin dan membakarnya hidup-hidup.
Sekali lagi, aku tertawa puas.
Tapi
Oh tuhan aku lupa satu hal. Inilah yang akan terjadi kalau aku terlalu senang atas sesuatu.
__ADS_1
Aku terjebak di sini, pintu keluar tertutup api, dan aku akan menjadi daging panggang jika tidak keluar dari tempat ini segera.