Overly Handsome

Overly Handsome
Sial


__ADS_3

"Hay Andra." Aku menyapa Andra yang duduk di kursinya, tepat di depanku.


Dia menatapku lalu membalas sapaanku.


"Terimakasih ya untuk kemarin," kataku duduk di belakangnya.


Dia tak memutar badan atau bersuaran hanya anggukan yang kulihat, dari yang kuperhatikan dia orang yang irit bicara.


Aku gak tahu bisa berteman dengan dia atau tidak, yah sekarang aku lagi mau nambah teman di sekolah biar kehidupan sekolahku gak kusam.


Tak ada interksi lagi dari kami, hanya keheningan kelas, aku datang terlalu pagi padahal akhir-akhir ini aku sering terlambat.


Sekitar 45 menit lagi lonceng masuk berbunyi. Aku meletak tasku lalu beranjak dari duduk ku.


"Mau ikut ke kantin?" tawarku.


Dia diam, aku kira dia diam berarti tak mau ikut ternyata dia beranjak dari kursinya dan mengangguk.


Kami berjalan menuju kantin, aku dan Andra. Orang yang sudah menyelamatkan aku dari amukan Deon kemarin.


Tidak ada interaksi kami hanya diam dalam langkah menuju kantin, aku tak punya topik pembicaraan hanya keheningan menyelimuti kami.


Saat tiba di kantin aku memesan makanan.


"Kau mau makan apa?" tanyaku.


"Aku sudah sarapan." Mendengar jawabannya aku diam tak berkutik. Jika dia sudah sarapan lalu kenapa ikut aku ke kantin?


Kalau begini aku bakal kesulitan menghabiskan sarapan ku. Jujur saja aku tipe orang yang susah makan jika duduk dengan orang yang tidak makan.


Dan benar saja aku makan dengan canggung, sepiring nasi kuning sangat sulit aku habiskan, ditambah keheningan ini.


Ngomong-ngomong kalau dilihat dari atas sampai bawah semua barang yang melekat pada tubuhnya merupakan barang bermerek, terutama barang ditangannya sudah jelas itu merek handphone ternama. Bisa kutaksirkan kehidupan Andra sangat mewah, sudah jelas ayahnya pasti seorang Sultan.


"Eh?" Aku tersadar dari lamunanku, dan mendapati dia tengah memergoki ku yang memperhatikannya dari tadi.


Aku hanya bisa menunjukkan tawa canggung, jiwa miskin ku terlihat jelas sekarang. Jangan-jangan sekarang dia berpikir aku sangat miskin dan menjijikkan, oh Tuhan aku tak yakin jika aku bisa berteman dengannya.


"..." Dia membuka mulut namun aku tak mendengar sepatah kata keluar dari mulutnya.


"Hehehe... Aku ketahuan memperhatikanmu," gumamku, menggaruk kepala, "Maaf maaf aku tidak bermaksud untuk memanfaatkanmu..."

__ADS_1


Mulutku berkata demikian, pengakuan yang keluar begitu saja tanpa sempat aku pikir-pikir. Ada apa dengan diriku? Kenapa suka seenak jidat?


Hening sesaat.


Aku tak melanjutkan makanku, seleraku hilang sepertinya setelah ini dia akan menjaga jarak denganku, mungkin karena aku menatapnya seperti orang matre.


Detik setelah dia beranjak pergi, tuh kan dugaanku benar. Aduh capek deh.


Aku menutup mataku sejenak lalu membukanya disaat itu aku melihat sebotol teh pucuk yang ada badaknya dan kulihat siapa yang memberikannya, ternyata itu dari Andra.


"Minumlah. Apa tadi kau tersedak?"


Otakku loading, jangan-jangan tadi dia menganggapku butuh air memintanya untuk membelikkan air minum.


"Untukku?" tanyaku memastikan


Dia mengangguk lalu kembali duduk, aku segera minumnya. Dia kembali diam, memperhatikan sekitarnya.


"Apa kau tidak mau minum?" tanyaku memulai obrolan.


Dia menggeleng tanpa suara.


"Ini pertama kali aku datang pagi, padahal aku sering datang terlambat ke sekolah. Bagaimana denganmu? Apa kau sering datang pagi?" Aku berkata membuka obrolan baru.


Dia mengangguk lagi tanpa bersuara anggukan nya persis burung pelatuk, kalau begini terus aku yang kewalahan.


Kesimpulan yang dapat aku tarik adalah Andra orang paling irit bicara dan tak lupa dia anak sultan, dari rumor yang aku dengar dia anak bungsu dari dua bersaudara, ayahnya pengusaha sukses di kota.


Itu sedikit mengenai Andra.


***


Kehidupan sekolahku berlanjut setiap hari berangkat kesiangan, dan di klub aku mendapat teman baru baik di klub feshion maupun drama.


Jangan tanya awal aku masuk bagaimana? Seperti yang kalian duga aku menjadi pusat perhatian karena tampang ini yang begitu menawan.


Aku mudah bergaul dengan wanita, tapi tidak dengan pria, seperti di klub feshion aku berteman dengan wanita disana bahkan mereka sangat perhatian sampai menyiapkan cemilan untuk makan bersama.


"Nih, aku bawa cemilan keripik ubi!" seru salah seorang anggota klub feshion.


"Aku juga bawa keripik pisang lo, ayo cicipi."

__ADS_1


"Aku ada bawa peyek."


"Aku juga ada bawa amplang."


"... Aku membuat kue brownies."


Yang lainnya ikut menyeru tak mau kalah.


"Govan! Ketua! Ayo sini ngumpul kita makan bareng!" Mereka memanggilku dan Moza yang duduk di sebelahku.


Aku meninggalkan kegiatanku dan duduk bersama mereka, begitu juga dengan Moza. Inilah yang kusuka dari klub feshion, di klub ini aku tidak kelaparan saat pulang sekolah mereka selalu punya makanan dan disini aku merasa diperlakukan istimewa, buktinya saat aku tak tahu cara memotong dan membuat pola kain atau mengunakan mesin jahit mereka dengan sabarnya mengajarku.


Beda benget dengan klub drama. Di klub drama, wanita yang mendekatiku mereka mencari muka dengan menceritakan kemalangan mereka padaku, bukannya aku tidak tahu kalau mereka sedang bersandiwara.


Bahkan sandiwara mereka terlihat jelas.


"... Ayahku memukulku setiap hari, apa kau tahu betapa kejamnya dia."


"Aku pernah amnesia dan lupa ayah ibuku..."


"Aku pernah tinggal di Korea ikut abangku selama beberapa tahun aku sekolah di sana dan kau tahu aku sering tersesat bahkan bahasa Korea ku tidak begitu lancar."


Begitulah kebohongan mereka, aku yakin yang mereka katakan bohong. Kenapa? Kalian tahu sendiri jawabannya.


Kalau cowok di klub drama, aku gak tahu mereka menganggapku teman atau tidak. Aku sebisa mungkin berinteraksi dengan mereka.


Btw, aku juga dekat dengan ketua klub, sampai aku merasa ada yang cemburu denganku. Entahlah setiap kali didekat ketua klub drama aku ngerasa ada yang menatapku dengan tahapan tanggalnya dan entah mengapa aku suka berada disamping para ketua klub.


Hari terus berlanjut.


Sudah hampir berjalan empat minggu aku sejak aku memulai kehidupan sekolah. Dan disatu pagi yang damai aku melangkahkan kaki memasuki gerbang, menurut ramalan zodiak hari ini adalah hari penuh kecerian dan mendapatkan kebahagiaan bagi zodiak Capricorn.


Aku bukan tipe orang yang mudah percaya dengan ramalan, tapi malam tadi aku iseng buka mbah Google dan dihalaman depannya tertera ramalan ZODIAK BESOK 13 MARET 20 CAPRICORN AKAN MENDAPATKAN  KEBAHAGIAAN BESAR DAN KECERIAN**...


Gara-gara baca judul artikel aku langsung buka dan baca, dan benar saja hari ini aku datang tepat waktu meski kesiangan dan aku merasa matahari tersenyum padaku.


Nmun senyumku seketika luntur ketika berhadapan dengan sekelompok siswa yang menghalangi jalanku.


JRANG JRANG JRANG...


Perasaanku menjadi tidak enak, sepertinya pagi ini adalah pagi yang buruk.

__ADS_1


__ADS_2