
Tiba waktunya aku sudah siap dengan baju yang diberikan Moza, dari tadi aku bergaya di depan cermin melihat pantulan diriku dengan rambut rapi dan stelan jas yang melekat sempurna di tubuhku.
Ais, parah. Ganteng banget aku, gantengnya gak ketulungan. Baru sadar aku kalau berpakaian seperti ini bisa menambah ketampananku.
Dreeet...
Ponselku berdering, sebuah panggilan masuk dari nomor tidak dikenal.
Aku menjawabnya.
"Halo!"
"Apa tuan muda sudah selesai?"
Ha? Tuan muda? Dia memanggilku tuan muda. Siapa dia? Batinku bertanya, siapakah gerangan orang yang menelponku.
"Sekarang tuan muda ada di mana? Saya menunggu tuan di dekat halte X,"
__ADS_1
"Anu, kamu siapa?"
"Saya supir pribadi nona Adelia Brandon."
Mulutku membentuk O mengangguk-angguk. Aku mematikan panggilan setelah memberitahukan aku sudah siap dan segera pergi ke halte X.
Aku segera berangkat mengenakan sepatu peninggalan ayah yang begitu pas di kakiku, bersyukur sekali sepatunya pas jika tidak aku akan kebingungan mengenakan sepatu apa, sepatu lamaku buluk besar lagi.
Setelah lima belas menit berjalanan kaki aku tiba di halte tempat biasa aku menunggu bis, kali ini bukan bis yang kunaiki namun mobil berbody panjang yang biasanya digunakan para artis-artis.
"Silahkan masuk tuan." Si Supir membukakan pintu.
Aku masuk dan duduk di dalam, beh p@nt@tku terasa dimanjakan ketika menyentuh permukaan kursi, mataku lirik kiri kanan berdecak kagum.
Hadeh gila, mimpi apa aku naik mobil ini. Sultan Sultan jemput tamu saja pakai mobil begini, sultan mah memang beda. Gila parah banget dah.
Hanya aku sendiri di dalam mobil lonjong ini, ingin bicara sama supir gak mungkin toh dia di depan sana jauh lagi, ditambah aku ini pemalu.
__ADS_1
Aku melihat ke luar jendela pemandangan kota di malam hari, lalu mengambil ponsel. Biasa orang kismin kayak aku ini jika naik mobil lonjong langsung...
Ckrek... Ckrek... Ckrek...
Lalu upload di sosmed dengan cepson #Tebak aku naik apa.
Sumpah kampungan banget aku, baru naik seperti ini sudah pamer padahal bukan milik pribadi.
Gak butuh waktu lama akunku langsung kebanjiran komentar, gara-gara kejadian foto viral aku terpaksa membuat akun medsos baru yang lama aku private. Habisnya para cewek di sekolah banyak yang nanyain akun medsosku, toh kau tidak diberitahu segera bisa gawat. Bisa-bisa detektif netizen menemukan akun lamaku, bisa berabe nantinya.
Tak butuh waktu lama medsosku langsung kebanjiran followers, padahal akun baru.
Aku sampai di tempat tujuan, aku kaget melihat dari dalam mobil para wartawan kameramen potografer berdiri di tepi jalan, ketika pintu dibukakan seseorang cahaya kamera menusuk mataku, silau.
Perlahan aku keluar dari mobil, mataku kedap kedip membiasakan dengan flash kamera, aku berjalan di atas hamparan karpet merah. Bukan main karpet merah digelar untuk menyambut tamu kismin kayak.
Aku kawal seperti artis sampai ke dalam, sebelum masuk ke dalam aku diminta berhenti di untuk pemotretan para potografer. Gaya yang kusuguhkan gaya kismin berdiri tegap dengan senyum mengambang dan kedua tangan di depan.
__ADS_1
Setelah itu aku kembali dikawal masuk ke tempat pesta. Disini aku semakin sadar dengan posisiku yang hanya masyarakat kalangan bawah, bagaimana tidak toh lihat mereka semua, berkelas apalagi wanitanya dikelilingi perhiasan mewah, sedangkan aku, baju saja pinjaman