Overly Handsome

Overly Handsome
Akhir dari cerita


__ADS_3

"Beritahu dimana Bima? Atau nyawa kau melayang," ancamnya menyodorkan pisau di leherku.


Seluruh tubuhku gemetar, aku tak tahu harus bicara apa? Otakku mendadak mogok kerja. Ingin aku bilang aku Bima, tapi aku tidak tahu apa yang terjadi denganku selanjutnya. Sepertinya wanita ini punya dendam dengan Bima, meski aku tidak tahu Bima yang mana.


"CEPAT JAWAB!" Wanita itu membentak. Ujung pisau menyentuh kulit tenggorokanku, dapat aku rasakan goresan disana dan sedikit rasa sakit.


"Aaaa...Biii...bii...biima su..suda.h ti..tiada. Di..iaa ma...mati bu...bunuh di..diri." mulutku gemetar asal bunyi.


"B4jing4n," rutuknya pelan dengan kepala tertunduk.


Kusadari ini bukan pertanda baik, setelah ini dia pasti...


"AAAAGH!"


Meledak.


Wanita itu menjerit mengangkat pisaunya, mataku membulat sempurna saat pisau itu melayang kearahku.

__ADS_1


Aku menutup mataku rapat rapat, detik kemudian aku tidak merasakan apa-apa membuatku memberanikan diri membuka kedua mataku.


Kulirik pisau menancap di dinding, wanita ini tidak berniat menghabisi ku.


"Si4l4n," umpatnya.


Jantungku berdegup kencang aku masih berwaspada khawatir wanita ini menyerang ku lagi.


Dia mendesis mengusap tengkuknya lalu menoleh padaku, "Apa kau berbohong padaku? Jelas-jelas ini rumah Bima, dan siapa kau? Jangan-jangan kau yang bernama Bima, pergi ke luar negeri oplas menutup jejakmu dengan berita kematian Bima si B4bi itu."


Aku seketika membeku, bisa-bisa wanita ini mikir sampai ke situ? Meski tidak semuanya salah tapi jika aku mengakuinya maka aku sendiri dalam bencana.


Wanita d4j4l itu kembali menyerang ku, kali ini leherku dicekik, kuku panjang kek nenek lampir menempel di leherku. Gila nafasku hampir putus dibuatnya.


"Ternyata kau sepupu, kalau begitu kau yang lunasin hutang Bima atau nyawamu melayang saat ini juga. Setuju?" Ancamnya semakin kuat menyekik ku.


Disaat tercekik gini mau gak mau aku menyetujui permintaannya daripada mati dua kali kan gak lucu. Meski aku tidak tahu bagaimana diriku terikat hutang dengan dia, seingatku aku tidak punya hutang dengannya.

__ADS_1


"Aku beri kau tiga hari untuk melunasi hutang sepupumu, totalnya 500 jt, saat aku kembali uang itu sudah ada bersamamu, jika kau tidak menyediakan uang itu kau lihat saja apa yang terjadi denganmu nantinya."


Belum sempat aku protes wanita itu sudah pergi, sialan. Kenapa kesialan terus membuntuti ku? Dari mana coba aku dapatkan uang sebanyak itu, utang rumah sakit aja masih numpuk.


Aku bangkit bergeser mengarakan tanganku yang terikat tali ke pisau yang menancap di dinding.


Dengan perlahan- lahan aku menggesekkan tali ke pisau agar tidak terluka. Setelah bersabar sekian lama aku terlepas dari ikatan maut, seluruh daerah mengalir dengan normal setelah sekian lama macet.


Tak lupa aku membukakan ikatan pada kang pizza sesudah aku pakai celana.


Tapi...


Ketika aku membukakan celana dia, dianya malah bangun terus teriak gak jelas dengan mulut yang tersumpal kaos kaki.


Aku menarik kaos di mulutnya sebelum dia pingsan mencium bau surga tersebut, neh menyesal aku menarik kaos di mulutnya lebih baik aku biarkan saja tadi, soalnya tuh ya dia makin teriak gak jelas yang buat gue sebagai jantan tercoreng.


"AKU LANANG MAS! LANANG! JANGAN SENTUH AKU! INGAT DOSA!"

__ADS_1


Fix dia mengira aku ingin menodainya, amit-amit cabang bayi aku masih doyan pergunungan dari pada pergurunan. Entah apa yang dialami kang pizza ini semalam sampai dia trauma begini.


__ADS_2