
"Berisik Bebek!" caciku melepaskan ikatannya, mengabaikan dia yang memohon.
Setelah ikatan terlepas dia mengingsut ke sudut ruangan, seperti orang ketakutan.
Oh ayolah aku tidak menerima orang gila di rumah ini, beban hidupku saja sudah cukup nambah orgil lagi bisa-bisa aku jadi orgil juga.
"Apa yang wanita itu lakukan padamu?" tanyaku melempar pakaian ke arahnya dan aku mengenakan bajuku.
"Tak perlu takut dengn ku kita sama-sama korban." Lanjutku.
Dia diam sesaat dan mengenakan pakaiannya, setelah itu dia menyodorkan tangannya seperti pengemis.
"Apa maksudmu?" Aku menatapnya tidak mengerti.
"Wanita itu memesan pizza dan belum membayarnya, maka dari itu anda yang bayarkan."
NANIIIIIIII!!!!!!
ADE GILA-GILANYA KU TENGOK ORANG NI, DIA TAK TAHU AKU JUGA DIPALAK WANITA ITU 500JT SEKARANG DIA PULA MINTA UANG PADAKU.
tapi...
__ADS_1
Aku tetap memberi dia uang sebab kasihan, nanti dia kena marah bosnya terus dipecat terus terus jadi kriminal terus jadi beban negara, buruan negara kan gak lucu.
Meski aku bekerja keras cari uang sebanyak itu selama tiga hari tiga malam dari menerima endos klien, foto-foto ganteng, jadi model dadakan, sampai jadi KULI DI PASAR tetap saja uangnya tidak cukup.
BUUUK...
Lagi dan lagi punggung pria tua ini membentur dinding, wanita iblis itu datang menagih uang 500 jt.
"Maaf Nona uangnya tidak cukup, aku hanya bisa mengumpulkan seperempat, sisanya akan aku ansur," Kataku bertekuk lutut dibawah kakiku sambil menyerahkan uang yang ada didalam amplop coklat.
"Aku tidak butuh uangmu!" Dengan sombongnya dia menendang uangku sampai terhambur di lantai, apa dia tidak tahu betapa susah payah aku mengumpulkan uang untuknya.
"Kau tampan juga, aku tak salah memilihmu," gumamnya yang tidak aku mengerti maksud dibalik perkataannya.
"Simpan saja daun nangka itu, aku punya tawaran menarik untukmu." Wanita iblis itu duduk di depanku dan aku memungut kembali uang yang berhamburan sambil memegang rahang ku yang terasa kaku.
"Tawaran apa?" tanyaku tidak tertarik dengan tawarannya.
"Akan anggap lunas seluruh hutangmu asal kau jadi kekasih kontrakku selama satu bulan, tampang kriminalmu cocok dengan tipe cowok ideal keluargaku."
Uhuk... Jantungku bakal ditusuk besi panas, menoleh menatap wanita iblis itu.
__ADS_1
"Asal kau tahu aku tidak tertarik denganmu, karena ada kepentingan pribadi mau tidak mau kau harus menerima tawaran ku. Jadilah kekasih kontrak ku dan kuanggap hutangmu lunas, deal?" Dia menyorokkan tangannya.
Aku menatap wanita iblis ini, coba lihat dia tubuh dipenuhi tato, wajah tidak ada tampang manis sangar iya, siapa coba yang mau dengannya? Orang gila sekalipun akan mikir dua kali untuk menerimanya.
Tapi yah... Ujung kalian sudah tahu kan? Aku menerima tawarannya karena PAKSAAN.
Hah...
Aku menghela nafas berat mengakhiri kisah singkatku, dokter alex duduk santuy menikmati ceritaku.
"Ternyata begitu, aku turut berdukacita atas kesialanmu."
Aku anggap ini sindiran darinya bukan rasa kasihan.
"Tapi, karena keb0d0h4anmu sekarang kau tanggung semuanya..."
Bener-bener dokter gila bukannya memberi solusi malah memberiku ceramah rohani.
Sebenarnya benar juga yang dia katakan, andai saja aku menolak mungkin hidupku tidak serumit ini.
(sorry cerita gue stop sampai sini dulu. gue mo Hiatus) buy buy ( ˘ ³˘)♥
__ADS_1