Overly Handsome

Overly Handsome
20


__ADS_3

Dan untuk pertama kali aku bertemu dengan salah satu anggota keluarganya, yaitu putrinya Adelia Brandon.


"Govan." Aku mengenalkan diriku tanpa menyambut tangannya.


"Ow." Wajahnya datar menarik kembali tangannya, ia mengusap rambut dengan sombongnya, lalu temannya memberikan undangan padanya.


"Ini undangan buatmu." Adelia menyorong sebuah undangan padaku.


Awalnya aku ragu ingin mengambil undangan itu, akhirnya aku ambil juga, belagu amat rakyat jelata sepertiku menolak undangan darinya.


"Datang ya," kata Adelia mengedipkan sebelah matanya indahnya, lalu pergi dari hadapanku.


"Govan lihat."


"Wah kamu dapat undangan dari Adelia, anak kolangmerat di kota ini." Para remaja wanita mengerumuniku lagi.


Aku tersenyum geli baru kali ini aku dapat undangan ulang tahun, gak tanggung-tanggung anak kolangmerat lagi yang ngundang.


*


*

__ADS_1


*


"Pagi Andra!" sapaku pada Andra yang duduk melihat ke arah luar jendela, dia melihatku dan membalas lambaian tanganku.


Aku duduk di bangku, lalu melihat undangan berdesain elegan yang diberikan Adelia. Gila, gak nyangka aku dapat undangan langsung dari putri Bandron.


Apa karena aku tampan? Ya jelas sih


karena ketampanan ini makakanya dapat undangan jika tidak tampan mana mau dia mengundangku. tapi anehnya darimana dia kenal aku? Selama ini aku tidak pernah berteman dengannya baik di real maupun di medsos.


"Eh? Lihat aku dapat undangan dari Adelia Putri Bandron." Aku memamerkan undangan pada Andra yang menoleh ke belakang.


"Hah, aku tidak menyangka akan dapat undangan ini," kataku dan Andra hanya melihatku seperti patung.


"Govan!" teriak Yuwi sang ketua kelas memanggil namaku dari ambang pintu kelas, lalu berlari ke arahku.


"Kamu sudah lihat posting di fesbak?" tanyanya ketika berdiri di hapanku.


Aku menggeleng kepala tidak lihat, tuh aku tidak main fasbak atau yang lainnya, akunku sudah lama tidak aku buka semenjak aku terbangun di rumah sakit.


"Nih, coba lihat nih. Ini kamu kan?" Yuwi menunjukkan ponselnya padaku, fotoku di dalam bus terpampang di layar ponselnya.

__ADS_1


"Gila! Fotomu banyak like, dua satu hari sudah tembus jutaan like dan dibagikan lebih dari jutaan kali!" kata Yuwi heboh.


Pantas saja pagi ini terasa aneh ternyata ini penyebabnya, aku menepuk jidat mengingat saat aku dipotret di bus.


"Gila..." Yuwi berkicau tak tentu arah, wanita ini sangat energik seperti biasanya. Sedangkan Andra setia menyimak pembicaraan kami berdua tanpa niat mau menyambung.


***


Jreng jreng jreng...


Sambal bala bala sambal lado


terasa pedas terasa panas


Lagu kebanggaan para wanita yang tersakiti dengan janji palsu para buaya diputar dengan volume sedang untuk menghibur kami yang tengah berkerja membuat kostum.


"Eh Govan, kamu keren Lo di foto ini. Aku sampai tidak mengenalimu Lo!" seru salah satu teman klub feshion ku sambil melihat ponselnya. Aku hanya tersenyum merespon perkataannya.


"Terus kamu dapat undangan dari Adelia kan?!" Aku dikaget dengan kemunculan remaja di belakangku.


Belum sempat aku menjawab, Moza terlebih dahulu memotong kalimatku, "Hey! Jangan ganggu dia! Kau tak lihat dia lagi belajar menggunting, jika ada kesalahan dalam guntingannya maka kalian yang akan bertanggungjawab! Sana kembali kerja, ada banyak baju yang harus kita siapkan!"

__ADS_1


"Yah, ketua mah gitu," keluh yang lain. Mereka semua cemberut kembali menjalankan pekerjaannya, ada yang memotong kain dan menjahit.


Hari ini kami benar-benar sibuk menyiapkan kostum untuk festival dari klub lain.


__ADS_2