
akku menarik nafas dalam sebelum bircara dengasnya, yang benar saja aku merasa diteror kali ini, aku bingung aja gitu kenapa mereka mau merkrutku toh aku ini payah gak jago berkelahi ilmu bela diri saja akku gak hapal. gimana coba aku mau melawan kelompok enggo.
"Yo, Govan!" Juhim datang menyapaku dan menepuk pelan punggungku alias kuat bukan pelan.
"Hai bang!" sapaku kembali sambil nyengir kambing. rasanya pennget aku kabur dari sini segera mungkin, tapi tak mungkin juhim malah pindah posisi duduk di sampingku menahnku agar tidak lari.
“van, lu sibuk gak besok?” tanyanya sambil merangkul ku.
Aku memutar bola mata, berkeringat dingin pastinya ni orang mau membawaku ketempat aneh buat diperas sampai aku mau masuk kelompok mereka, duh jangan sampai dah. Bisa-bisa ibuku marah di akhirat sana, kena tabok panci surga nantinya.
__ADS_1
"Sepertinya sibuk bang soalnya, sebentar lagi festival. Klub feshon sibuk menyiapkan persiapan, aku anggota di sana dan aku harus membantu juga, tak mungkin aku meninggalkan mereka kerja sendiri," jelasku.
"Satu Minggu ini full bang, apalagi kami persiapan drama untuk festival. Latihan full," lanjutku tanpa membiarkan juhim bersuara.
Wajahnya yang tadi ceria kini mendadak datar, aku sampai takut dia akan marah lalue geplak kepalaku yang berisi otak udang ini.
"So lebih baik aku bicarakan ini sekarang padamu tujuanku menemuimu."
NANI? Mataku membulat seketika, mendengar perkataan juhim.
__ADS_1
"Sebentar lagi aku akan keluar dari sekolah ini meninggalkan kelompokku, dan setelah kepergian ku otomatis posisiku kosong dan Deon belum menemukan pengantinku yang tepat, apalagi setelah kepergian ku sudah dipastikan bintang Selatan akan menyerang mengambil alih bintang Utara jika pertahanan bintang Utara tidak kuat sudah dipastikan wilayah bintang Utara jatuh ke tangan bintang Selatan. Maka dari itu aku menunjukmu sebagai pengganti ku, dan aku sudah bicarakan ini pada Deon. Awalnya dia menolak, karena merasa sanggup menjaga bintang Utara sendiri, tapi setelah mengingat anggotanya yang pernah berperilaku curang bergerak di belakangnya, Deon berpikir dua kali untuk menerimamu meski aku tahu kalian itu gak akrab dan Deon sendiri ada dendam padamu. Tapi, syukurlah dia yang awalnya hanya diam tak bersuara menyetujui usulanku. Jadi sekarang tergantung padamu, Govan." Juhim meliriku dengan mata datarnya, cerita panjangnya berakhir.
Aku bengong mendengar cerita panjang dan berbelit ini, ada pertanyaan yang keluar dari mulutku untuk semua cerita diatas, "Kenapa kau menunjukku? Banyak siswa yang lebih hebat dariku. Aku tidak punya keahlian beladiri Bagaimana bisa kau mempercayakan posisimu padaku?"
Pertanyaanku membuat juhim terdiam sejenak lalu dia menjawab pertanyaanku yang mana membuatku tercengang, demi apapun aku sendiri tidak merasa hal itu di tubuhku ataupun dokter Alex.
Aku bengong mendengar cerita panjang dan berbelit ini, ada pertanyaan yang keluar dari mulutku untuk semua cerita diatas, "Kenapa kau menunjukku? Banyak siswa yang lebih hebat dariku. Aku tidak punya keahlian beladiri Bagaimana bisa kau mempercayakan posisimu padaku?"
Pertanyaanku membuat juhim terdiam sejenak lalu dia menjawab pertanyaanku yang mana membuatku tercengang, demi apapun aku sendiri tidak merasa hal itu di tubuhku ataupun dokter Alex.
__ADS_1