
Tokoh utama wanita dalam peran ini di perankan oleh Cici, dia memiliki paras yang cantik cocok dengan karakter ambisius dan ceria, sedangkan asima menjadi teman dekat Cici dalam drama yang diam diam menyukai bram alias aku sebagai pemerannya.
Watak Cici di drama ini sangat ambisius dia akan mengejar dan mempertahankan apa yang jadi miliknya, meski harus melepas teman terbaiknya.
Sedangkan Asima berwatak pendiam dan cupu, tidak ada cowok yang menyukainya namun tidak dengan Heri alias wakil ketua yang berperan sebagai orang yang menyukai Asima namun tidak bisa mengungkapkan perasaannya.
Sisanya sebagai peran pendamping.
Namun anehnya ketika sampai di sin dimana aku akan mencium merangkul pinggang Asima ketika ia terjatuh Heri alih alih merebutnya dariku dengan mata menyala dia menatapku.
Aku kaget kemunculannya begitu cepat seharusnya dia muncul setelah beberapa saat dan hanya dia melihat kami berdua bukan seperti SEKARANG INI!
"Jangan sentuh dia!" Tegasnya.
Aku kaget ini gak sesuai dengan naskah yang ada, aku melihat pembinaan geleng-geleng kepala panik.
"Aku hanya menolongnya, tidak ada maksud lain," kataku.
"Bacot!"
Hatiku mendadak keras ingin aku semprot balik, tapi aku tidak ingin keluar dari jalur cerita meski sudah keluar sih.
Asima menarik tangan Heri untuk pergi, meski Asima tau Heri melenceng dari jalur cerita dia tetap profesional mengimbangi suasana.
"Awas lu!" Ancam Heri melangkah mundur mengikuti tarikan Asima.
Aku rasa itu bukan sekedar ancaman biasa namun lebih kek serius.
__ADS_1
Nani?!
Meski keluar jalur kami tetap profesional memainkan peran.
Tapi
Ketika di sin gue bakal cium Asima yang nangis akibat Cici yang mutusin persahabatan mereka sejak kecil, Heri datang narik kerah bajuku, satu bogem menghantam wajahku.
BUUUK!!!
Seluruh penonton nampak kaget meski aku tidak melihat mereka yang pasti filingku berkata begitu ketika ada yang teriak dan seketika suasana sepi.
Bukan sekali Hero bogem aku, namun berkali-kali untung aku menangkis setiap bogem dan lepas dari cengkramannya.
Anjayyyyyyyyyy! Sakit Wak! Ni anak punya masalah apa denganku?!
LAH EMANG NYATA?! KALIAN KIRA INI BOHONGAN?!
Oh iya ini drama.
TAPI INI NYATA ANAK! INI BOGEM GUE BENARAN!
Meski begitu aku tetap profesional untuk terbawa emosi mengingat untuk tidak merusak alur cerita meski sudah dirusak orang lain.
"Jauhkan bibir busukmu dari Desteny(Asima)!"
Desteny karakter yang diperankan Asima.
__ADS_1
Sungguh kalimatnya barusan seperti bukan cibiran biasa, itu seperti hinaan padaku.
"Aku tahu kau hanya modus, mengambil kesempatan dalam kesempitan!"
Aku menjilat bibir yang terasa kering akibat ulahnya, gak tau mau balas apa lagi, yang pasti ini sudah melenceng jauh.
Dan lagi jika dilanjutkan ke cerita justru tidak nyambung. Terpaksa aku juga harus melenceng dari jalan.
Sungguh gak disangka saat aku membalas perkataannya, malah terjadi adegan gelut.
Tak tinggal diam aku ikut melawan, anehnya para penonton malah semakin serius nontonnya.
Ada apa ini? Kenapa tidak ada yang melerai.
"BERHENTI!" Pekik Asima.
Melerai kami berdua.
Hampir babak belur baru dilerai dari tadi kenapa hanya dilihat saja. Dengan santainya Asima melanjutkan dialognya sesuai naskah dan bilang jika dirinya tak ingin melihat kami bertengkar lalu membawa Heri pergi.
Akhir dari cerita ini aku menjadi pacar Cici tapi dalam hati menginginkan Asima, karena kehendak orang tua lah aku menerima Cici.
~Tamat~
Plok plok plok...
Suara tepuk tangan disertai siulan dari penonton yang seperti lautan.
__ADS_1
Kami naik kembali ke atas panggung bersama-sama saling membalas lambaian pada penonton lalu kembali ke balik tirai.