Overly Handsome

Overly Handsome
-


__ADS_3

Aku tersenyum menangapi pujian mereka, kulihat bayanganku di cermin. Sosok pria tampan berdiri tegap, yah itu aku yang mereka bilang luar biasa.


"Hey ayo berkumpul, sebentar lagi mulai!" Pekik kru lainnya.


Kami berkumpul sesuai perintah, disini aku bertemu Stella dan Luci yang sudah didandai. Jujur saja awalnya aku tidak mengenali mereka, sebab mereka seperti wanita dewasa. Begitu juga Andra yang aku kira model luar sekolah ternyata teman sekelas.


Aku melempar senyuman pada mereka dan memberi semangat lewat gerak tubuh.


Mereka membalas hal serupa, kecuali Andra yang diam seperti batu dengan tampang seriusnya.


"...Inilah dia fashion terbaik!..."


Degup jantungku semakin kencang ketika acara diambang detik. Aku menarik nafas memenangkan diri, bersiap untuk tampilĀ  seperti bintang.


Musik pengiring sudah terdengar satu persatu model keluar dari sisi panggung dan kembali ke sisi seberang panggung dan detik sebelumnya sudah disambung model wanita lainnya.


Hingga tiba giliran model pria yang keluar, jantungku bukan main berdetak dua kali lipat dari sebelumnya. Rasanya pengen cepet-cepet selesai.


"Tidak perlu gugup, berjalan seperti biasa tanpa ada yang memperhatikanmu," bisik Andra.


Aku menoleh lalu tersenyum mengangguk, meski hanya sebuah kata-kata yang tidak mudah dilakukan itu cukup membuat hatiku tenang.


Tiba giliranku.


Kulangkah kan kakiku penuh percaya diri berjalan santai mengayun kedua tangan dengan mimik wajah datar.

__ADS_1


Sorot lampu dan kamera mengikuti langkahku, tiba di ujung panggung aku memberikan satu dua gajah untuk difoto lalu berputar balik.


Ketika berbalik aku berpasan dengan Andra, meski tatapanku lurus kedepan aku bisa melihat Andra sangat santai berjalan gontai dengan ekspresi batu kali yang dia tunjukkan selama ini, dia terlihat luar biasa.


Saat tiba di belakang panggung aku diminta kembali ke titik awal untuk penutupan fashion show disana sudah ada Moza dan lainnya (para desainer luar sepertinya)


Ketika semua model sudah tampil kami secara bersamaan berjalan di atas panggung untuk kedua kalinya, berjalan seperti kereta api lalu kembali ke belakang panggung dan terakhir moza yang tampil, dia mendapat banyak bunga.


Berikutnya giliran para desainer lainnya.


Aku menghela nafas lega, akhirnya acara berlalu juga.


Andra mendekati memberikan aku air minum. Aku menerimanya dan tak lupa mengucapakan terimakasih.


Kami duduk melepas lelah dan gugup, melihat para model berfoto foto.


"Kau memotretku diam-diam?" tanyaku.


Dia tersenyum sekilas, aku mengambil ponselnya, dia tampak kaget.


"Mau foto bilang bilang dong, yuk foto berdua," kataku mengangkat ponselnya tinggi-tinggi lalu...


Ckrek


Ckrek

__ADS_1


Ckrek


Baru tiga foto kami berdua sudah ada tungau nyentil diam-diam, yang tadinya sedikit jadi banyak tungau yang ikut berfoto.


Akhirnya kami berfoto bersama dengan kamera (kamera fotografer)


Momen yang indah untuk dikenang.


Hah, bisa dibilang fashion show malam ini berjalan dengan lancar meski awalnya kami kekurangan model.


Dan kalian tahu siapa yang hadir dimalam itu?


Orang yang memotretku di bus waktu itu hadir di acara malam ini, sungguh kaget dan tidak menyangka banget dia hadir.


Dan parahnya dia kenal noza


b e r s a m b u n g...


***


attention


chapter yg eror mulai diperbaiki, awalnya chafter gak bisa diperbaharui.


untuk sekarang sudah bisa.

__ADS_1


mohon maaf atas ketidak nyamanannya


__ADS_2