Overly Handsome

Overly Handsome
-


__ADS_3

Detektif mei mengangguk lalu menyerahkan nomor telpon padaku, "hubungi aku sewaktu kau membutuhkan-"


"Bisa kau jelaskan apa tugasku? apa yang harus aku lakukan sebelum aku merusak rencanamu? dan lagi kasus pembunuhan seperti apa yang kau tangani?" aku menyela perkataan detektif mei.


Detektif mei mengangguk dia setuju mau menceritakan tentang kasusnya ini, baru sepatah dia bicara ponselnya berdering aku rasa itu panggilan yang penting, setelah menerima panggilan itu detektif mei buru-buru pergi meninggalkan rumah sakit dia berkata akan menceritakan padaku jika ada waktu luang dan memintaku untuk datang ke tempat kerjanya lain waktu.


"Hah.. " dokter Alex menghela nafas. si tua kampret ini kenapa dia tidak menjaga rahasiaku sampai kebocoran di detektif mei? ahh pak tua sialan.


"Aku tidak membocorkan rahasiamu, detektif itu saja yang cerdik." seakan tahu apa yang aku pikirkan dokter Alex berkata demikian, "Jangan salahkan aku, salahkan dirimu yang dekat rose."


keningmu berkerut mendengus sebal, ini semua gara-gara rose. wanita iblis, andai saja dia lemah sudah aku jauhi dia sayangnya dia kuat sehingga memperbudakku. hah nasib.


"Bagaimana kau bisa dekat dengan rose? apa kau tahu siapa dia?" Soal dokter Alex.

__ADS_1


"entahlah, yang aku tahu dia rentenir." jawabku.


"apa kau meminjam uang darinya sampai kau ada urusan dengannya?" dokter Alex kembali melempar pertanyaan.


aku menatap wajah pak tua itu meski umur janji beda tipis. aku tidak yakin ceritakan semua yang menimpaku dua minggu terakhir, tapi ya sudahlah mulutku sudah gatal ingin cerita.


baiklah ini dimulai dari dua minggu lalu.


"Maaf bang aku menolak bergabung dengan bintang selatan. aku harap abang mengerti, aku tak mau jadi siswa bermasalah di sekolah aku ingin jadi siswa baik-baik dan menikmati masa sekolah ini, aku tak ingin telibat cekcok atau perkelahian dengan siapapun," jelasku.


saat itu juhim tidak berkata apa-apa dia segera pegi dari hadapanku, aku tahu dia pasti kecewa kebaikannya selama ini sia-sia orang yang diharapkan mengantikan posisinya malah tak tahu diri menolak keinginan tersebut.


so, setelah mengatakan itu aku pulang ke rumah tepat jam 11. ketika pintu rumah kubuka aku disambar sesuatu dari balik pintu, dia mencekik leherku dan tubuhku dikunci dari belakang, aku mencoba melawan menabrakkan punggungku ke dinding agar aku bisa lepas dari orang yang nempel di belakangku, namun naas dia memiliki teknik bertarung Alex hasil kaki ditekuk sampai aku oleng dan tumbang.

__ADS_1


entahlah apa yang terjadi setelah itu, seluruh pandanganku hitam alias aku jatuh pingsan.


ketika aku sadar tubuhku ditel4nj4ngi serta diikat kuat dengan tali hanya cd spiderman yang aku kenalan, mulutku disimpan dengan kaos kaki. sampah siapa yang berani lucutin gue.


Mataku melotot melihat cewek bertato duduk ngangkang sambil menikmati pizza dan tak jauh dariku ada kang pizza yang pingsan, sudah dipastikan ini ulah si cewek bertato serta berotot ini.


"dimana Bima?" Tanya wanita itu.


ha?! jelas aku kaget, wanita itu menanyakan soal Bima alias diriku yang endut dulu. Kenapa dia mencariku? padahal aku tidak mengenalinya.


"AKU TANYA DIMANA BIMA!" gertakan menghentakkan kaki membuat jantungku berdegup kencang. ciut jantungku weh.


siapapun help me

__ADS_1


__ADS_2