Pacar Bayaran

Pacar Bayaran
Belum yakin


__ADS_3

Hari ini adalah awal kehidupan ku yang baru, dengan status baru sebagai seorang istri. Gelar baru yang telah melekat beberapa menit yang lalu. Kata sederhana namun penuh makna dan tanggung jawab didalamnya.


Pernikahan adalah hubungan antara dua orang yang berbeda dalam satu ikatan dan satu tujuan.


Jika dulu aku bermimpi akan menikah dengan orang yang aku cintai begitu juga sebaliknya dia mencintaiku, tapi kenyataannya


entahlah...


aku tidak tahu apakah pak Dimas mencintai ku atau tidak, aku sangat takut salah mengartikan sikap manisnya padaku.


Dia begitu sempurna untuk ku yang hanyalah gadis biasa, tanpa kelebihan apapun, dan sialnya dia memilihku,


Aku masih bertanya di dalam lubuk hatiku yang paling dalam, Apa alasan dirinya memilihku?


walau aku pernah menanyakan ini sebelumnya tapi dia tak pernah mau menjawabnya.


padahal


aku sangat membutuhkan jawaban tersebut setidaknya aku tahu harus bersikap seperti apa saat di dekatnya nanti,


aku takut


aku tak dapat menahan hatiku untuk jatuh cinta padanya,


Dia begitu sempurna, tampan, mapan dan sikap manisnya membuatku selalu berdebar, benarkah dia menyukaiku?


Apa aku kepedean, sadar Na, sadar siapa kamu, dan ingat perjanjian kalian dulu, lagipula diluar sana banyak gadis yang antri dan senang hati untuk menikah dengannya.

__ADS_1


Apa yang harus aku lakukan ya Allah?


"Kok melamun?" teguran Vina mengembalikan kesadaran Nana dan menariknya ke dunia nyata, kembali pada kenyataan jika Dimas sudah menjadi suaminya.


"Eh, ya." Dia menoleh dan mendapati Vina sudah berdiri di sampingnya.


"Waktunya ganti pakaian Na,"


"I..iya." Nana tergagap. Dia berdiri, dibantu oleh para perias untuk mengganti pakaiannya. Merapikan riasan dan aksesoris yang dia pakai.


Gaun pengantin yang cantik dilengkapi mutiara sudah membalut tubuh mungilnya. Nana bersiap dan keluar bersama Vina menuju pelaminan.


Ditempat lain tak jauh beda Dimas juga sedang duduk termenung, Dia tak menyangka dalam hitungan hari statusnya sudah berubah. Kini dia sudah memiliki seorang istri, padahal dulu dia tidak terpikirkan untuk menikah.


Kesibukannya pada dunia kerja membuatnya lupa akan masalah yang satu ini, entahlah dia terlupa dan terlena oleh waktu, hingga nenek yang terus memaksanya menghadiri perjodohan.


Aku tak menyangka jika kini, Hana sudah resmi menjadi istriku, gadis lugu itu.


Aku masih ingat betul bagaimana wajahnya pucat saat pertama kali aku menciumnya, hehehe... dia begitu imut dan lucu.


Untuk pertama kalinya hatiku bergetar saat berdekatan dengan seorang gadis, namun aku tidak terlalu menghiraukan nya, mungkin ini hanyalah sebuah uforia saat aku melihatnya berkaca kaca, tegang sekaligus panik. Aku yakin itu ciuman pertamanya. Walau dia tidak membalas ku, tapi aku merasa bahagia sekaligus bangga bisa jadi yang pertama, entah mengapa aku tidak bisa melupakannya, Rasanya begitu manis dan memabukkan.


Aku jadi semakin penasaran, dan aku mencari tahu siapa dia sebenarnya, ternyata dia hanyalah gadis polos yang dibayar oleh seseorang, yang aku tahu adalah putri agung. Awalnya aku marah dan ingin membalas mereka tapi aku membatalkan niatku, justru aku harus berterimakasih gadis itu, karena akhirnya aku bisa mendapatkan gadis polos yang imut, seperti nya.


Aku kecewa karena dia menolak ku, akhirnya dengan sedikit ancaman dan juga alasan aku bisa membuatnya patuh, dan mau menjadi pacar bayaran ku,


hehehe...aku sendiri nggak habis pikir, begitu banyak gadis yang antri untuk menjadi kekasihku,

__ADS_1


tapi apa yang aku lakukan?


aku justru meminta dia menjadi kekasih palsu dengan kontrak sebagai pacar bayaran, aku membayarnya...hahahaha.


Padahal jika aku mau, ribuan gadis rela mengantri untuk menjadi pacarku, bahkan mereka dengan suka rela menyerahkan dirinya.


Aku membawanya menemui nenek, sesuai dugaanku nenek juga menyukainya, gadis sederhana dan apa adanya.


Aku melamarnya langsung pada orangtuanya, dan dia tidak bisa menolak, padahal aku tahu di dalam hatinya, dia menolak, aku justru semakin penasaran, mengapa dia tidak bisa jatuh cinta padaku?


Apa aku tidak menarik? mustahil, pria setampan aku tidak menarik perhatiannya.


Lantas pria seperti apa yang dia inginkan?


Kenapa wajahnya terlihat tidak bahagia?


Dimas masih asyik dengan pemikirannya saat Dion masuk dan memanggil namanya.


"Pak, sudah waktunya keluar?"


"Oh, iya." jawab Dimas. Dia melihat dirinya sekali lagi di cermin, aku tampan batinnya.


"Ayo" Dimas keluar diikuti oleh Dion.



Ini Hana, versi mamie ya..

__ADS_1



dan ini Dimas , semoga suka.


__ADS_2