
"Kalian mau pesan apa?" tanya Nancy
"Pelayan!" panggilnya, dan seorang pelayan datang, mereka mulai pesan makanan sambil menunggu mereka pun mengobrol bersama.
"aku ucapkan banyak terima kasih jika ada tidak ada kamu entah bagaimana nasib putriku tadi." kembali nancy mengucapkan rasa terima kasihnya pada Nana
Gadis muda itu tersenyum, "tidak masalah, aku rasa itu hal yang wajar jika bukan aku, mungkin orang lain juga akan tetap menolongnya,"
"No, tetap saja aku sangat berterima kasih padamu." ucap Nancy dengan senyum tulus.
"Oh ya, apakah yang pasangan pengantin baru?" tanya Nancy pada Nana, dua menatap dua orang dihadapannya itu bergantian.
"Ya, begitulah." kali ini Dimas yang angkat bicara."Apa kelihatan sekali?" tanya nya lagi.
"Tentu saja, wajah kalian terlihat berbinar, dan gerakan malu-malu itu, kalian sangat serasi, yang pasti aku tau kalian pasti sedang honeymoon." ucap Nancy tertawa kecil.
"Benarkah?' sahut Nana malu. Berbeda dengan suaminya yang kini menarik pinggang Nana dan memeluknya mesra. Membuat Nana semakin tersipu malu.
"Kalian terlihat sangat serasi aku doakan semoga kalian segera mendapatkan momongan,"
yang langsung disahuti Dimas "Amiiin,"
__ADS_1
Dari arah belakang Dimas muncul seseorang, "Sayang, maaf aku datang terlambat ." dia mendekat dan memeluk istrinya.
Keduanya menatap pasangan muda di depan mereka, "Nana, kenalkan ini suamiku," ucap Nancy
"Mr. Watson." ucap Dimas terkejut, pria yang dia panggil juga sama terkejutnya dengan Dimas.
"Kenalkan aku Dimas, dari Pr Perkasa Group," ucap Dimas mengulurkan tangannya, di dalan hatinya a pria itu bersorak kegirangan, karena bisa bertemu dengan Mr.Qatson orang yang sangat sulit untuk di temui.
"Watson," sahut pria itu mengulurkan tangannya, bala menjabat tangan Dimas.
"Kalian saling kenal?" tanya Nancy terkejut
"Ya, tentu saja siapa yang tidak kenal suami anda." sahut Dimas
"Pa, ini yang menyelamatkan anak kita tadi pagi, dia istrinya Dimas, namanya Nana," jelas Nancy pada suaminya.
"Thanks you very much" ucap Watson mengulurkan tangannya,
"You welcome, " sahut Nana
Mereka semua duduk dan memesan makanan, sambil berbincang. Mr. Watson ternyata orang yang hangat, sangat berbeda dengan yang sering di bicarakan orang-orang. Dia pria yang hangat dan penyayang, terutama pada istri dan anaknya.
__ADS_1
Makan malam berakhir jam sebelas malam sebelum mereka berpisah, Mr, Watson sempat mengatakan dia akan meninjau ulang proposal dari PT. Perkasa Group, hal itu membuat Dimas terkejut.
"Saya akan segera mengabari anda," ucapnya
"Sayang, apa yang kalian bicarakan" tanya Nana pada Dimas karena dia bisa melihat keduanya berbincang serius
"Masalah pekerjaan sayang dan kamu tau hari ini aku sangat bahagia, dirimu membawa begitu banyak berkah dalam kehidupan ku,"
"Maksudnya?"
"Iya, karena kamu aku bisa bertemu dengannya, kau tau sangat sulit membuat janji temu dengan beliau. Dia orang yang sangat sibuk, makasih sayang," bisik Dimas mencium pipi istrinya.
"Malu ih," ucap Nana dengan wajah merona
"Kenapa harus malu bukan kah kita ini suami istri?"
"Kan enggak harus di umbar juga, sudahlah sebaiknya kita pulang, aku sudah sangat mengantuk."
"Baiklah tuan putri, tapi aku nggak janji kita akan segera tidur malam ini."
"Maksudnya?" tanya Nana menautkan alisnya
__ADS_1
"Ya, kamu pasti Taulah, hahahah" Dimas Tertawa karena melihat rona merah di pipi istrinya. Sungguh Nana sangat malu dengan ucapan suaminya itu.
"Mesum!" bisik Nana dan mencubit pelan perut Dimas, tak marah pria itu justru semakin kuat tertawa dia tau istrinya sangat malu saat ini.