Pacar Bayaran

Pacar Bayaran
Hamil


__ADS_3

Dua hari kemudian Dimas dan Nana kembali ke Jakarta. Nancy dan suaminya juga sudah kembali ke negaranya. Dan berkat perkenalan mereka akhirnya Dimas berhasil melakukan kontrak kerjasama dengan nya.


Nancy juga berjanji akan mengunjungi Nana jika nanti dia kembali berkunjung ke Indonesia.


Dan di sinilah mereka sekarang berada di dalam pesawat yang siap landas menuju Jakarta. Nana sepertinya sangat kelelahan wajahnya sedikit pucat dan berkeringat.


"Sayang kamu sakit?*


"Eh nggak Mas, Mungkin aku kecapean aja.*


"yakin,kamu nggak apa-apa? gimana kalau kita batalkan aja penerbangan ini dan kita periksa ke dokter."


"Ya ampun mas, kota udah si pesawat loh!"


"Ya enggak apa-apa," Dimas sedikit Ngotot, justru karena belum berangkat itu kita bisa turun dan kamu Segera diobatin,"


"suamiku yang baik aku tidak apa-apa cuman lelah aja nanti setelah istirahat juga mendingan."


"Yakin!" sekali lagi Dimas ingin menegaskan jika istrinya baik-baik saja.


Dengan tersenyum semanis Mungkin Nana pun menjawab, "iya Mas aku baik-baik aja oke,"


"Ya sudah, tidurlah" bisik Dimas


tangannya menggenggam tangan sang istri dan tidak mau melepaskannya membiarkan Nana yang memejamkan mata di sampingnya.


Tak butuh waktu begitu lama mereka pun akhirnya tiba di Jakarta. Nana dan Dimas berjalan turun menarik koper mereka, disana sopir suruhan nenek sudah menunggu.


"Kamu, cepat masukkan ini dan kita ke rumah nenek."


Nana menoleh menatap sedikit batas kepada suaminya, "ke rumah nenek Mas?"


"Iya sayang,"

__ADS_1


"apa Nenek sakit?"


"tidak aku ingin agar kamu istirahat di sana karena jika kita pulang ke rumah pasti kamu akan banyak bekerja membereskan semua barang yang kita bawa dan jika di rumah nenek pasti akan ada nenek yang mengawasi kamu biar asisten rumah tangga saja yang membereskannya."


Nana tersenyum kecil melihat sikap suaminya itu.


"Ok, mas,"


Mereka berdua disambut hangat oleh nenek Hamidah.


"Bagai mana keadaan kalian? gimana dengan bulan madunya apakah menyenangkan?"


"Tentu saja Nek," sahut Dimas


"Oh ya apakah Dokter Susan sudah datang?" ? tanya Dimas sambil melirik ke kiri kanan memastikan Apakah orang yang dia maksud telah hadir di sana.


"dokter? emangnya Siapa yang sakit?"


"Nana nek dia sepertinya kelelahan jadi aku tadi langsung menelepon di dokter Susan begitu sampai di bandara,"


"Aku cuma khawatir Sayang aku takut terjadi apa-apa sama kamu,,"


"Iya tapi kamu berlebihan Mas,"


"Sudahlah kamu tenang saja,"


Nenek Hamidah hanya tersenyum melihat pertengkaran mereka berdua Dan kini dia semakin yakin jika pasangan di depannya ini saling mencintai.


dia bisa melihat dari tatapan dan binar cinta yang ada di mata Dimas saat menatap wajah istrinya.


"Sebaiknya kamu istirahat dulu di kamar," ucap nenek kepada Nana.


"Baik Nek, aku ke kamar dulu."

__ADS_1


Nana menangkap masuk ke dalam kamarnya dan meninggalkan nenek peserta dengan suaminya yang masih berada di ruang tamu.


Beberapa saat kemudian dokter Susan pun datang,


"Malam nek," sapa Dokter Susan ramah, "tadi Pak Dimas menghubungi saya Apakah Nenek sakit?" tanyanya


"Tidak, bukan saya yang sakit, tapi cucu menantu saya, coba kamu periksa."


"Baik"


"Mari saya antar dok," seorang pelayan siap mengantarkan dokter Susan menuju kamar Nana.


dokter pun masuk dan langsung memeriksa dana sesuai dengan perintah Dimas beberapa kali dia memeriksa bagian perut dan dada Nana, kemudian menanyakan beberapa hal.


"Saya menduga jika nyonya Hana sedang hamil, tapi untuk lebih memastikannya kita bisa melakukan tes urine Apakah Nyonya bersedia?"


"Hamil?" ulang Dimas


"Ini masih dugaan Pak,"


"Nyonya bisa menggunakan alat ini," ucap nya memberikan alat tes kehamilan.


Bersama dengan Dimas, Nana masuk ke dalam kamar mandi. Dia dengan ragu melakukan tes tersebut, jantungnya berdeta sangat kencang takut jika pada dokter oleh dokter itu salah dan membuat Dimas menjadi sedih.


setelah beberapa kali menghembuskan nafas akhirnya Nana melihat hasil tes tersebut dan dia bersorak kegirangan sampai Dimas yang berada di pintu pun langsung masuk dan melihatnya, "Ada apa yang?"


"Mas...lihat ini.." ucapnya menyerahkan tespeck yang terdapat garis dua di dalamnya.


"Alhamdulillah," ucap Dimas memeluk istrinya.


dokter Susan juga mengucapkan selamat dan meminta mereka agar segera pergi ke dokter kandungan untuk memeriksa lebih jauh mengenai usia kandungan dan apa saja yang harus diperhatikan oleh pasangan baru itu.


kebahagiaan tidak hanya dirasakan oleh Dimas dan juga Nana nenek Hamidah juga sangat bahagia mendengar bahwa dia akan mendapatkan seorang cicit, seperti yang selalu dimimpikannya.

__ADS_1


...End...


__ADS_2