Pacar Bayaran

Pacar Bayaran
Undangan makan malam


__ADS_3

Nana duduk bersandar ditepi ranjang menunggu sang suami yang pergi keluar, entah kemana karena Dimas tidak memberitahukan kemana dia akan pergi.


Sekembalinya dari dinner romantis tadi, Nana masuk ke dalam kamar. Namun sang suami ijin sebentar menemui Dion dengan alasan ada urusan pekerjaan.


Setengah jam sudah dia menunggu namun Dimas belum juga kembali, akhirnya gadis itu ketiduran.


Diluar Dimas menemui Dion, "Ada apa? aku harap ini sesuatu yang penting, mengingat ini waktu liburanku."


"Maaf tuan, tapi secara tak sengaja saya melihat Mr. Watson disini, apakah tidak sebaiknya tuan menemuinya, sekaligus bisa membicarakan proyek kita yang tertunda. Mengingat sangat sulit untuk menemui beliau."


Dimas nampak menimbang nimbang, "Siapkan saja berkasnya, aku tidak yakin, karena dia juga pasti liburan kesini. Mana mungkin dirinya mau membicarakan bisnis jika kita belum mengadakan janji terlebih dahulu."


"Sekarang aku balik, kamu siapkan saja yang aku katakan tadi."


"Baik."


Dimas kembali ke kamarnya begitu juga dengan Dion. Memang benar Mr Watson sulit ditemui namun mengganggu liburannya juga bukan hal yang tepat, pikir Dimas.


Langkahnya cepat menyusuri lorong hingga tak sengaja menabrak seseorang di belokan terakhir menuju kamarnya.


"Maaf!" ucap Dimas


"Kalau jalan pake mata donk!" terdengar suara gadis itu kesal


"Jesi...!" Dimas berseru kaget melihat gadis yang tak sengaja dia tabrak tadi


"Dimas!" gadis itu tak kalah terkejutnya dengan Dimas. Seketika wajah kesal gadis itu berubah senyuman manis.


"Hai, ternyata kita berjodoh ya. Kamu nginep di sini juga?"


"Iya, kamu nggak apa apakan? Maaf aku buru-buru." Dimas berdiri dan bersiap pergi.


"Tunggu, bagaimana jika malam ini kamu menginap di kamar ku aja, nggak jauh kok, itu kamar 219. Kita bisa menghabiskan malam yang indah, gimana?" rayu Jesika.

__ADS_1


"Maaf, aku tidak tertarik." jawab Dimas dengan senyum mengejeknya. "Istriku lebih segalanya di bandingkan dirimu." setelah mengatakan kalimat itu, Dimas berjalan terus tanpa menoleh kepada Jesika.


Dengan cepat Dimas masuk kedalam kamar, dia begitu kesal dan marah, bisa-bisanya gadis itu mengajaknya menginap. Dimas bergidik ngeri membayangkan nya saja kau takut, batinnya.


Berbeda dengan Dimas, Jesika justru semakin tertantang menunduk Dimas yang sombong. Jesika akan menunjukkan pesonanya hingga seorang Dimas bisa jatuh kedalam pelukannya.


Dimas langsung membaringkan tubuhnya disamping sang istri yang terlelap. Menariknya hingga masuk ke dalam pelukannya dan mulai memejamkan mata.


Nana yang pulas tertidur merasa terganggu, dia perlahan membuka matanya, "Kamu sudah pulang?" ucapnya lirih.


"Iya ,sekarang tidurlah" Dimas mencium kening Nana dan memejamkan matanya.


Nana pun kembali memejamkan matanya, bersiap menyambut mimpi. Namun sesuatu menyentuhnya, membuat Nana terpaksa kembali ke alam sadar. Tangan sang suami sudah kemana mana, dan malam panjang nan indah di mulai.


Gelap berganti terang, sinar sang Surya bersinar cerah menyambut akan hadirnya hati baru dan kisah baru yang indah.


"Sayang, bangun." Dimas membangunkan sang istri yang masih bergelung di bawah selimut.


"Eh...masih ngantuk."


Nana pun membuka matanya dengan malas. Tadi malam Dimas benar benar menghabisinya, entah berapa ronde dia sendiri tidak menghitungnya, yang pasti dia baru tidur menjelang subuh.


"Sayang, sarapan dulu. Setelah itu kamu boleh tidur lagi." bujuk Dimas.


Nana memaksa matanya terbuka dan duduk. Tubuhnya tak bertenaga, rasanya remuk hingga ketulang.


Sarapan pagi telah tersedia, susu hangat dan juga sandwich. Nana melirik sang suami yang duduk didepannya.


Dimas tersenyum dengan bahagia, "Bangunlah, mandi. Lalu sarapan."


Nana bangun dan ke kamar mandi, tak butuh waktu lama dia sudah keluar dengan wajah segar.


Mereka sarapan berdua, "Mas, aku mau nasi uduk." ucap Nana tanpa malu

__ADS_1


Dia yang terbiasa hidup sederhana tidak bisa sarapan dengan hanya makan roti. Perutnya menuntut lebih.


"Baiklah, Mas akan minta Dion mencarikannya." jawab sang suami


"Kelamaan mas, keburu kelaparan aku." cebik sang istri. Bukannya marah, Dimas malah gemas melihat Nana.


"Ayo, kamu mau kita cari ke bawah." ajaknya pada gadis yang masih menikmati sandwichnya.


Nana memakai sweater dan berjalan mengikuti sang suami. Mereka mencari makanan yang diinginkan Nana. Tak jauh dari hotel ada warung yang menjual sarapan pagi. Dengan penuh semangat Nana berjalan kearah sana.


Mereka mengantri didepan warung, tak ada tempat duduk, semua penuh dengan orang yang sibuk menikmati sarapannya.


Dimas sudah memesan makanan untuk sang istri dan Nana menunggu, tiba tiba Nana melihat seorang gadis kecil berlari menyebrang jalan sementara ada motor melaju lumayan kencang, sigap Nana berlari menangkap anak tersebut dan menariknya hingga keduanya terjatuh.


Beberapa orang berteriak melihat kejadian itu, Nana bangkit dan melihat anak kecil dalam pelukannya, anak itu menangis dan untungnya mereka selamat. Mereka berdua hanya mengalami lecet.


"Kamu tidak apa apa sayang?* tanya Dimas khawatir dan memeluk sang istri


"Tidak,"


"Hai, don't be cry, what is your name?" Nana membujuk gadis kecil yang berkebangsaan bule itu.


"Kat, Katy..." terdengar suara seseorang memanggil. Dan menyeruak kerumunan.


"Katy..." jeritnya


"She is my daughter" jawabnya cepat melihat sorot mata Nana yang penuh tanda tanya. Gadis kecil itu berlari ke pelukan ibunya.


Semua bubar, dan Nana pun berdiri. Dia sudah menjelaskan bagaimana kejadian yang sesungguhnya.


Nancy sangat berterima kasih karena Nana menyelamatkan putrinya. Dia yang lengah tak tahu jika putrinya keluar.


Setelah lama berbincang, mereka berpisah.Nancy ngotot ingin mengantar Nana ke rumah sakit, namun Nana menolak. Akhirnya Nana menerima tawaran makan malam, sebagai tanda persahabatan diantara mereka karena menyelamatkan putrinya.

__ADS_1


Nana dan Dimas ke klinik, sebenarnya Nana sudah menolak karena dia merasa itu hanya lecet biasa. Namun bukan Dimas orangnya jika bisa di bantah, setelah dari klinik mereka makan nasi uduk di kamar.


__ADS_2