Papa Dewa Obat

Papa Dewa Obat
Habiskan Ratusan Juta


__ADS_3

Mobil berwarna silver itu melesat dengan kecepatan tinggi. Pertama kali Lin Feng mengendarai mobil kali ini membuatnya merasakan sensasi berbeda. Sebelumnya, sang pemilik tubuh tidak pernah berkendara. Hanya seorang gamer yang pernah memainkan permainan balap mobil.


Dengan pengetahuan yang sedikit itu, mampu berkendara di jalanan yang padat merayap. Bahkan kartu izin mengemudi saja tidak punya. Hanya mengandalkan pengalaman tidak langsung itu, tidak kalah dengan pembalap profesional.


"Wuuzz! Papa keren! Apa papa seorang pembalap?" tanya Lin Yu'er yang menikmati perjalanan meski laju mobilnya sangat cepat.


"Sebenarnya ini pertama kalinya papa mengendarai mobil. Huh, setelah ini, kita membeli handphone dan beberapa barang elektronik. Barulah kita ke kantor mamamu, oke?"


"Yeee! Ayo kita berangkat!" Lin Yu'er tetap senang meski Lin Feng mengatakan pertama kali mengendarai mobil. Malah membuatnya semakin bersemangat.


Tidak butuh waktu lama mereka tiba di mall besar yang menjual berbagai barang elektronik. Pertama, memasuki halaman utama. Melewati tangga untuk mobil lalu mencari tempat parkir yang berada di lantai tiga.


Lin Feng memarkirkan mobilnya lalu bersama memasuki pusat perbelanjaan barang elektronik yang sangat besar. Bahkan terbesar di kota Chang. Lin Yu'er melihat dengan takjub. Seberapa besarnya mall yang menjual barang elektronik.


"Yu'er mau beli apa? Apa mau membeli set permainan atau apa? Atau yang dibutuhkan mama. Handphone mamamu sudah lama bukan? Belikan juga buat mama."


Lin Feng tiba di toko yang menjual handphone dan menemui penjaga. Seorang wanita yang tengah melayani pembeli. Ia tersenyum manis melihat wajah Lin Feng. Meski menggunakan penyamaran, ia masih terlihat tampan.


"Nona, bawakan dua handphone paling mahal. Sekalian isi kartu perdana yang direkomendasikan. Juga sebuah headset bluetooth."


"Baik, Tuan. Di sini ada handphone keluaran terbaru. Harga satunya dua puluh juta. Ditambah headset dan kartu perdana. Dua handphone empat puluh juta dan dua barang lainnya gratis."


Karena Lin Feng tidak ingin berbicara panjang lebar, membuat wanita itu tidak bisa lama-lama juga. Lin Feng langsung membayar dengan kartunya. Lalu langsung membawanya pergi.

__ADS_1


"Huh, sangat tampan tapi tak bisa diajak basa-basi," keluh sang wanita. Ia juga melihat anak yang memakai topeng barusan. "Tapi anaknya kelihatan cantik. Huh, pria beristri."


Selama membeli beberapa barang, Lin Feng tidak membuang-buang waktu. Dalam waktu kurang dari satu jam, telah membeli semua yang diinginkan. Lin Yu'er juga merasa papanya bersikap dingin dan seperti orang lain saja. Namun masih menjadi orang yang sama. Mengajak gadis itu berbicara dengan lembut.


"Hari ini Yu'er bisa mendengarkan musik. Ini kamu dengarkan, yah." Lin Feng memutar musik yang baru didownload dan memberikan headset pada putrinya.


Ia tidak sanggup membawa semuanya dengan tangannya. Maka ia menyewa penjaga kios untuk membawakan barang-barang itu sampai ke mobil. Karena membeli cukup banyak, ia juga harus menggendong Lin Yu'er.


Menghabiskan ratusan juta dalam sehari, membuat keuangan Lin Feng menipis. Ia masih harus membeli beberapa barang lagi. Juga perlu belajar berbisnis mulai saat in. Ia dapat mempelajari dengan cepat meski sambil membawa Lin Yu'er. Ia membuka handphone untuk berselancar di dunia maya.


"Papa sedang melihat apa?" tanya Lin Yu'er saat dalam perjalanan. Karena sedang berada di gendongan papanya, membuatnya tahu apa yang dilakukan pria itu.


"Papa sedang belajar. Yu'er juga harus belajar nanti. Masuk ke taman kanak-kanak dan dapat teman baru. Nanti bisa bantu mamamu."


"Tuan, ini mau dibawa ke mana? Mana mobil milik tuan?" tanya seorang karyawan toko yang membawa setroli barang elektronik.


Melihat mobil yang begitu cantik dan sangat mewah, membuat karyawan toko melongo. Tidak menyangka akan dapat melihatnya secara langsung. Namun ia hanya bisa mengagumi tanpa bisa lama-lama. Setelah meletakan semua yang dibawanya, mengucapkan selamat tinggal.


"Kalau begitu, saya pamit dulu, tuan. Jika butuh barang elektronik, jangan lupa datang lagi ke toko kami." Pria itu memberi hormat dan menyalami Lin Feng.


"Iya, terima kasih atas bantuannya. Kalau begitu, sampai bertemu lagi." Lin Feng memberikan beberapa lembar uang pada pria itu.


"Ah, ini tidak perlu. Terima kasih sekali lagi." Meski bilang tidak perlu, tetap mengambil uang yang diberikan Lin Feng. Jadi tidak ada kerugian telah membawakan barang-barang yang berat dan banyak itu.

__ADS_1


Setelah mendapatkan semua yang diinginkan, mereka melanjutkan perjalanan menuju ke gedung tinggi. Di mana perusahaan yang dipimpin Alysa berada. Di sana ada banyak orang yang sedang melakukan aksi unjuk rasa karyawan.


Para karyawan membuat spanduk yang berisikan berbagai tulisan. Yang intinya mengusulkan Alysa untuk turun dari jabatan. Lin Feng tidak tahu keadaan perusahaan sedang kacau seperti saat ini. Ia mengira bisa membawa Lin Yu'er bersamanya untuk memberi kejutan. Namun tidak menyangka akan terkejut sendiri.


"Papa. Kenapa ramai sekali? Apa kita bisa masuk ke dalam?" Lin Yu'er merasa takut dengan keadaan tersebut. Untung saja ia belum bisa membaca. Jadi tidak tahu tulisan yang mengandung kata-kata hujatan.


"Tidak apa-apa. Kita bisa masuk ke dalam. Tapi jangan sampai ketahuan oleh mamamu. Kita turun dari mobil dan dengarkan musik saja, yah."


Karena tidak ingin Lin Yu'er mendengar kata-kata para pendemo, Lin Feng harus menutup pendengaran putrinya. Ia harus memastikan Alysa di dalam baik-baik saja. Apalagi keadaan di perusahaan sedang terjadi konflik.


'Orang-orang ini sungguh kejam. Hanya karena perusahaan sedang dalam masalah, mereka berniat menjatuhkan pemimpin mereka. Disaat seperti ini, apa yang dilakukan Alysa?'


Karena keadaan perusahaan yang sedang kacau, membuat Lin Feng mudah masuk. Apalagi tidak ada penjagaan yang menghalangi. Sementara para karyawan meneriakan sesuatu untuk membuat Alysa mengundurkan diri.


Dalam kekacauan itu, ada beberapa orang yang tidak dikenal. Lin Feng telah mempelajari keluarga Alysa dalam perjalanan. Membuatnya tahu siapa saja yang terlibat dalam rencana menjatuhkan pemilik perusahaan. Dengan memanfaatkan keadaan perusahaan dan menyewa provokator, membuat suasana menjadi rumit.


"Hahaha! Setelah semua ini, pasti wanita sialan itu didepak dari perusahaan kita. Tidak pantas seorang wanita memimpin perusahaan." Seorang keluarga Lien yang merupakan sepupu dari Alysa. Ia merupakan pria ambisius yang telah mengincar perusahaan.


'Sialan! Pasti ini salah satu orang dari keluarga Lien. Tidak bisa dibiarkan begitu saja. Biarkan ku beri sedikit pelajaran.' Lin Feng mengambil bubuk obat lalu meniupkannya.


Setelah meniup serbuk yang melayang ke tubuh pria bermarga Lien, Lin membawa putrinya naik lif. Karena saking enaknya mendengar musik, membuatnya tidak menyadari apa yang terjadi.


"Apa ini? Kenapa rasanya gatal sekali? Ahh! Gatal sekali! Bantu garuk punggungku!" Pria itu terus menggaruk seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Serbuk gatal, salah satu obat yang dibuat Lin Feng. Dari awal sudah menyiapkan banyak obat dan pil yang dibuat semalaman. Tentu saja semua itu berada di balik pakaiannya. Bubuk obat dibungkus dengan kertas. Sementara pil juga melekat pada pakaiannya.


***


__ADS_2