
Menemukan barang berharga yang memiliki kekuatan spiritual, membutuhkan pengalaman dan penglihatan yang tajam. Apalagi dengan kemampuan pupil ganda yang mampu menembus segalanya. Baik isi di dalam pakaian wanita maupun isi kedalaman laut sekalipun.
Dengan menambah kultivasi dan meningkatkan kemampuan penglihatan. Semua hal yang tidak dapat dilakukan di kehidupan sebelumnya, maka di kehidupan saat ini bisa dicapainya. Jarak pandang bisa menjadi lebih jauh.
"Di sini adalah pasar barang antik. Tidak tahu benda apa yang ada di sini, ada peluang atau tidak." Lin Feng berjalan di pasar barang antik. Melihat-lihat apakah ada barang yang berharga.
Sebenarnya jika menginginkan barang antik berkualitas tinggi, bisa mencari di toko besar. Namun membutuhkan banyak uang untuk membelinya. Setelah menukar uang di bank, Lin Feng segera mendatangi tempat tersebut.
Waktu menunjukan pukul dua siang. Terik matahari tak menyurutkan semangat dan langkah demi mendapat barang kualitas baik dengan harga semurah mungkin. Tak terasa dirinya telah melewati beberapa lapak. Ada orang yang berjualan dengan menggelar tikar. Ada juga yang memakai meja untuk menjajakan dagangannya.
Beberapa orang tengah membeli barang kualitas buruk dengan harga yang lebih mahal. Ada juga yang membeli barang dengan kualitas baik dengan harga miring. Ini seperti sebuah perjudian yang bisa menguntungkan ataupun merugikan. Karena rata-rata pedagang tidak tahu kualitas barang yang dijual.
"Ini terlalu mahal, 'kan? Masa cincin perunggu seperti ini harganya bisa dua ratus ribu? Ini kalau beli di toko besar, mungkin hanya seharga lima puluh ribu saja!" protes seorang pembeli yang menginginkan sebuah cincin perunggu.
Cincin perunggu yang memiliki hiasan serigala. Ada batu giok yang ukurannya sangat kecil di bagian mata serigala. Ukurannya hanya sebesar biji sawi. Sehingga tidak dianggap barang berharga.
Namun mata Lin Feng melihat itu dengan seksama. Cincin itu memiliki aura yang sangat pekat. Terutama pada bagian garis yang melingkari cincin. Dengan warna perak yang terlihat kusam. Jika dibersihkan dengan air dan ampelas halus, dapat memancarkan kekuatan istimewa.
Itu karena cincin tersebut memiliki pelindung untuk menutupi aura. Penggunaan seperti mengecat cincin dengan cairan khusus sehingga orang awam pun tidak bisa melihat keistimewaan cincin tersebut.
"Tuan? Dari tadi kau juga melihat cincin ini? Ini adalah cincin yang sangat bagus, bukan? Konon ini adalah cincin yang dipakai oleh jenderal Bai dalam perang besar. Ini adalah benda yang sangat berharga, bukan?"
__ADS_1
Penjual itu memasang senyuman untuk memikat pembeli. Karena melihat Lin Feng yang terus memperhatikan cincin yang sama, yang sedang ditawar oleh pembeli lainnya.
"Jangan percaya! Penjual ini adalah pembohong besar! Aku sudah meneliti barang antik, harganya bahkan tidak semahal ini. Ini hanya cincin biasa yang dibuat orang jaman sekarang. Jenderal Bai apanya?"
"Ini memang bukan cincin jenderal Bai. Hanya cincin biasa yang dijual pasaran. Pembuatannya juga belum lama. Palingan harganya hanya lima puluh ribu. Ini karena bentuk serigala yang juga pembuatannya dengan cetakan. Tembaga mudah dicetak."
Namun perhatian Lin Feng bukan ada pada cincin. Melainkan garis perak yang melingkari cincin. Itu juga tertutup oleh bahan khusus. Sehingga tidak terlihat sama sekali.
"Tidak! Kalian harus beli ini? Pasti kalian berkolusi untuk membuat warungku sepi! Asal kalian tahu, kami para penjual tidak bisa dipermainkan seperti ini. Cepat bayar lima ratus ribu! Maka akan ku lepaskan!"
Beberapa orang berbadan besar muncul tiba-tiba. Membuat orang yang ingin membeli sebelumnya ketakutan. Itu karena orang itu adalah preman yang menguasai tempat tersebut. Lin Feng yang tidak tahu apapun hanya diam santai.
"Ada apa ini? Apa kau ingin membeli barang-barang di sini? Kusarankan untuk tidak berulah di sini. Orang yang cacat dari sini sudah tak terhitung jumlahnya."
"Bos! Mereka berdua dari tadi menginginkan cincin ini. Tapi tidak mau membayar malah minta harga yang terlalu rendah. Kan tahu sendiri, lapak ini menjual barang-barang asli berkualitas tinggi. Tapi mereka malah tidak percaya. Begini saja, jika kalian tidak mau membeli seharga lima ratus ribu, tinggalkan tangan dan kaki sebelah."
"Sialan! Kalian sedang menindas orang, bukan? Ini termasuk pemerasan yang melanggar undang-undang. Kalian bisa dituntut karena kekerasan!"
Meski mendapat ancaman, pembeli itu masih tetap membela diri. Ia tidak ingin menjadi korban kekerasan. Namun ia hanya ingin kebenaran yang akan menang. Hingga tidak bisa membuat orang-orang itu bertindak kasar lagi.
Karena ini adalah tempat ramai dan banyak yang melihat, Lin Feng tidak bisa bertindak gegabah. Menyerang warga yang lemah hanya akan membuatnya terasa bodoh. Maka ia pun berniat untuk membeli cincin tersebut.
__ADS_1
"Hei, aku akan membeli beberapa barang ini dengan lima ratus ribu. Tidak perlu berkelahi, bukan?" Lin Feng mengeluarkan uang dan mengambil cincin tersebut. Ia juga mengambil beberapa barang yang memiliki energi spiritual.
"Hey, kau lebih bisa diajak bekerja sama. Baiklah! Aku terima ini. Namun kamu harus tinggalkan semua hartamu pada kami." Meski sudah mendapatkan uang, penjual itu masih ingin mendapatkan harta Lin Feng.
"Haha! Lucu sekali. Baiklah, kalau begitu, sejak pagi aku belum berolah raga. Kebetulan ada samsak hidup yang bisa digunakan." Lin Feng memukul mereka dengan cepat.
Dari semua pedagang, tak ada yang berani ikut campur. Semua ketakutan karena hanya orang lemah yang juga harus membayar pajak agar tetap bisa berjualan. Sehingga saat Lin Feng diganggu, tak ada yang mau menolong. Sementara itu, pembeli yang tadinya menginginkan cincin itu, pun tidak berani bertindak.
Setelah tahu Lin Feng bisa membela dirinya, membuat pria itu pun merasa segan. Ia tidak mau melarikan diri begitu saja. Juga tidak berani melawan orang-orang kekar itu.
Pertarungan terjadi dalam sekejap. Tidak butuh waktu lama, para preman itu pun tergeletak di tanah. Setelah mereka kalah, pada akhirnya penjual dan para preman pun langsung melarikan diri.
"Awas kalau bertemu lagi! Kamu melawan orang yang salah! Aku akan mengingat wajahmu dan membuatmu kehilangan tangan dan kakimu!" ancam sang penjual yang arogan itu. Namun sudah kalah telak setelah mendapat pukulan Lin Feng.
"Orang itu? Tunggu! Kau Lin Feng, bukan?" Tiba-tiba seorang wanita muncul entah dari mana. Ia sudah lama mencari pria yang telah menolong keluarganya.
"Maaf, Nona. Apakah kau kenal aku?" tanya Lin Feng. Sebelumnya ia seperti pernah bertemu. Namun lupa entah di mana dan kapan.
"Oh, perkenalkan." Wanita itu mengulurkan tangan. "Namaku Qin Nanran. Kamu yang pernah menyelamatkan kakekku waktu itu. Saat penyakit jantungnya kumat. Keluarga Qin belum berterima kasih secara langsung. Bagaimana kalau kuundang makan siang?"
***
__ADS_1