Papa Dewa Obat

Papa Dewa Obat
Dendam Dua Kehidupan


__ADS_3

Bukan mau menyudutkan Alysa tentang Hanna yang bersikap buruk pada Lin Feng. Lin Feng tidak bisa membuat dua wanita yang hidup bersama itu saling membenci. Namun ada sesuatu yang bisa ditolerir dan ada yang tidak boleh dilakukan. Apalagi terkait dengan identitas dan masa depan seorang anak.


Lin Feng sengaja membuat pelajaran yang setimpal. Membuat wanita itu dalam keadaan menyedihkan sampai ada niatan untuk membunuh dirinya sendiri. Namun sudah diperkirakan, wanita itu tidak mungkin bisa berbuat seperti itu. Jika ia mau, membunuh seseorang sama halnya dengan membunuh seekor semut.


Kultivasi Menengah tahap ketiga membuat Lin Feng telah memiliki kekuatan yang bisa mengalirkan senjata dengan energi qi. Sehingga meskipun hanya ranting kering, mampu untuk membunuh orang. Meski hanya sebutir kerikil, mampu menembus tubuh seseorang.


Meniupkan serbuk obat dari jarak sepuluh meter adalah hal yang mudah bagi Lin Feng. Namun jika tidak terganggu oleh angin. Yang bisa membuat gerakannya meleset sedikit.


"Kultivasi Menengah tahap lima. Akhirnya aku bisa menerobos dua tahap. Sayang sekali tidak bisa menerobos Kultivasi Atas." Lin Feng membuka matanya. Di kamar seorang diri telah meningkatkan kultivasinya.


Di kamarnya ada banyak pil obat dan tanaman herbal. Satu karung persediaan obat masih tersisa setengahnya. Namun hanya dengan tanaman herbal saja, ia merasa belum cukup. Ia harus mencari sesuatu yang lebih baik. Asalkan dapat menemukan benda atau tanaman spiritual, mungkin bisa meningkatkan kultivasi lebih baik. Namun di zaman sekarang sangat sulit untuk menemukannya.


Kecepatan kultivasi Lin Feng memang sudah sangat cepat. Hanya hitungan hari saja sudah hampir mencapai Kultvasi Atas. Hanya tinggal satu langkah lagi agar yakin dapat mengalahkan Nanggong Chai dan anak buahnya.


"Besok harus bertemu dengan pria tidak tahu terima kasih itu. Semoga saja dia akan sadar diri. Tidak baik mengganggu privasi orang. Jika tidak, jangan salahkan aku karena terlalu kejam."


Lin Feng menggenggan tangannya lalu meninju udara. Akibatnya tembok mengalami sedikit keretakan. Itu adalah sebuah jurus yang melepaskan energi qi ke udara. Membuatnya seperti sedang mendorong atau memukul seseorang dengan udara.

__ADS_1


Gelombang kejut yang mampu membuat orang-orang yang belajar bela diri sekalipun akan terpental ke belakang. Paling tidak dapat melukai tubuh internalnya.


"Tugasku bukan hanya membereskan orang-orang bermasalah itu. Tapi juga orang yang mengambil kekayaanku di kehidupan ini. Hemm, wajahnya sama persis dengan orang yang meracuniku di kehidupan sebelumnya. Fego! Aku akan membunuhmu bagaimanapun juga. Dengan pemilik tubuh sama dengan dendamku."


Lin Feng baru mendapat ingatan tentang orang yang kemungkinan besar telah mencelakainya. Baik di kehidupan sebelumnya maupun kehidupan sekarang. Mulai dengan meracuninya sampai membunuh di jalanan.


Di kehidupan sebelumnyanya, Lin Feng telah terluka dalam dan setiap hari diberi racun oleh Shu Mei. Fego adalah orang yang menjadi selingkuhan istri di kehidupan sebelumnya. Yang juga mengambil seluruh kekayaan keluarga Lien.


Di kehidupan kedua, bukan hanya diracun, Lin Feng juga telah dibunuh seolah-olah itu adalah kecelakaan. Racun di tubuhnya tidak terlalu berefek untuk membunuhnya. Namun dengan bantuan sedikit kecelakaan, membuat racun menyebar ke jantungnya. Sehingga membuatnya mati di tempat.


Saat bangun berada di kamar mayat dan harus mencari jalan keluar dari rumah sakit. Untungnya ia mendapatkan pakaian dokter dan berhasil lolos dan membantu orang menyembuhkan penyakit.


Ia tidak ingin melihat hal-hal yang buruk beredar mempengaruhi kesehatannya. Namun tetap saja ia sering menemui banyak masalah. Melalui game, membuatnya melupakan semuanya. Bahkan tidak peduli jika Alysa mengandung anaknya. Hingga melahirkan pun tidak pernah ia lihat anak mereka.


Mengingat masa lalu pemilik tubuh atau dirinya di masa kini, membuat Lin Feng harus memperbaiki kehidupannya. Ia juga tidak memiliki ambisi besar tentang harta warisan. Hanya saja ia tidak rela, orang yang bersekongkol membunuhnya menikmati warisan orang tuanya. Dugaan Lin Feng juga, Fego-lah yang membayar orang untuk membunuh kedua orang tuanya. Membuatnya seakan-akan kecelakaan pesawat. Sebenarnya pesawat itu telah disabotase dan seluruh penumpang dan pilot telah mati bersama.


"Shu Mei. Mungkin aku juga akan bertemu denganmu di kehidupan ini. Fego, kaulah yang menyebabkan ini semua. Pasti kau juga yang merencanakan pembunuhan di dua kehidupan ini. Ku buat kau membayar di kehidupan ini!" sumpah Lin Feng dengan semangat membawa.

__ADS_1


Handphone yang baru dibeli Lin Feng bisa digunakan untuk mencari informasi. Dengan mengakses internet yang dapat dengan mudah menghubungkan seluruh dunia. Mencari beberapa pengetahuan dan belajar banyak dari bacaan dan video.


Ia hanya memiliki nomornya sendiri dan nomor di handphone yang ia berikan pada Alysa. Karena kebetulan membeli sepasang yang berwarna hitam dan putih. Handphone berwarna hitam dipegangnya sendiri. Sementara yang putih, sedang dimainkan oleh Lin Yu'er untuk menonton acara yang diperuntukkan bagi anak-anak. Sementara Alysa saat ini sedang mengurus pekerjaan dapur.


"Sudah lama tidak memasak. Semoga saja masakanku rasanya enak. Yeah, akhirnya selesai juga." Alysa mengangkat kedua tangannya ke atas, membuat tulang-tulangnya berbunyi.


Meski masalah kian tak berujung, ia masih harus melangkah ke depan. Ia juga harus memulai kehidupan yang baru setelah tidak bekerja di perusahaan keluarga Lien lagi. Maka harus mulai mencari pekerjaan esok hari.


Karena adanya Lin Feng, ia yakin dapat merawat Lin Yu'er untuk sementara. Sehingga ia berpikir untuk mencari pekerjaan yang tidak menguras tenaga. Juga harus memikirkan tempat tinggal sementara.


"Sekarang semua aset telah menjadi milik orang lain. Tinggal menunggu waktu bagi kami untuk hengkang dari apartemen ini. Ini mungkin satu-satunya yang belum diketahui oleh keluarga Lien. Apakah mereka akan ke sini atau tidak, sepertinya harus mempercayakan pada takdir."


Sejak bangun di kamar, Alysa masih belum berpikir banyak. Namun setelah mendengar cerita dari putrinya yang tidak lengkap, ia telah menduga kalau semua aset telah dikuasai oleh Lien Thung. Meskipun tidak pernah ingat dirinya menandatangani berkas yang disodorkan padanya.


Juga tidak tahu bagaimana kabar keluarga Lien lainnya. Ia berpikir, keluarga Lien saat ini sedang berfoya-foya menikmati hasil jerih payah mengambil hak orang lain. Alysa masih bisa menerima jika mereka dapat mengurus perusahaan dengan baik. Maka ia tidak ada kekhawatiran mendalam pada semua karyawan yang mendapatkan hasutan dari Lien Thung.


Dendam tetap ada pada diri Alysa Lien. Tidak benar jika hidup ini tanpa ada rasa dendam. Kenyataan pahit memang seperti yang diharapkan. Setelah banyaknya orang yang berkhianat, barulah tahu siapa sebenarnya yang benar-benar tulus padanya. Meskipun seluruh dunia membencinya atas sesuatu yang tidak ia ketahui, ia akan menghadapi segalanya mulai hari ini.

__ADS_1


***


__ADS_2