
Ada hal yang baik dan hal yang buruk terjadi di dunia ini. Hal baik adalah bertemu dengan orang baik. Dan hal yang buruk adalah bertemu dengan orang yang memiliki maksud tertentu. Shu Mei mendatangi Hanna, bukan sesuatu hal baik.
Bagaimanapun nantinya, hanya waktu yang dapat memperlihatkan bagaimana rencana mereka berbuat. Entah itu berbuat baik ataupun buruk, Lin Feng bisa memastikan bahwa itu tidaklah baik.
"Kamu sudah pulang? Dari mana saja kamu? Tadi Yu'er mencarimu." Alysa berdiri dari tempat duduknya. Begitu melihat Lin Feng.
Untuk memenuhi keinginan Lin Yu'er, Alysa harus bersikap baik pada Lin Feng. Apalagi sudah menjadi hal yang wajar, suami dan istri bersama dalam satu ruangan. Namun Lin Feng sedang banyak pikiran setelah melihat Shu Mei terakhir kali. Meski perbedaan usianya terlalu jauh.
Untung wanita berusia lebih dari empat puluh tahun, sudah merupakan wanita paruh baya. Sedangkan usia Lin Feng masih dua puluhan tahun. Itu bahkan lebih pantas menjadi ibu dan anak.
"Apa Yu'er sudah tidur? Ah, rasanya mengantuk sekali. Kamu juga harus cepat-cepat tidur. Besok kamu juga jangan pergi ke manapun. Karena di luar sangat berbahaya. Aku takut kamu menjadi incaran orang tidak dikenal."
Terutama Shu Mei yang baru dilihatnya. Bahkan berada di zaman modern pun, ia memiliki kekuatan spiritual yang tidak rendah. Dari penglihatan Lin Feng, Shu Mei sudah mencapai Master Bela Diri. Tidak mungkin bagi Lin Feng saat ini untuk mengalahkannya.
Untuk saat ini, Lin Feng tidak mungkin bisa melindungi siapapun. Dan ketika ia terus bersama Hanna atau mengikutinya, kemungkinan dirinya juga tetap akan mati. Ia juga tahu, Shu Mei telah menyadari kehadiran dirinya. Hanya saja belum mulai bergerak.
Jika ingin membunuhnya lagi, bukan hal yang sulit. Apalagi perbedaan kekuatan antara Kultivasi Atas tingkat pertama dan Master Bela Diri sangatlah besar. Meskipun perbedaan hanya satu tingkat saja, itu bagaikan seekor ayam dan burung elang. Mana Lin Feng dapat lari dari pembunuhan.
"Lin Feng mungkin sudah tidur. Bagaimana jika kita tidur juga? Ayo pergi ke kamar. Dia sudah menunggumu dari tadi." Alysa tidak mengatakan secara langsung untuk mengajaknya tidur bersama. Namun ia yakin Lin Feng tahu apa yang ia harapkan.
__ADS_1
"Baiklah. Aku ada peringatan untukmu. Mulai hari ini, jangan temui Hanna lagi. Karena dia sangat berbahaya. Dia bersama seseorang yang tidak pernah kamu duga. Bahkan keluarga Lien-mu, tidak ada apa-apanya dibandingkan orang ini."
"Apa maksudmu? Aku tidak boleh bertemu dengan Hanna? Apa kamu tidak percaya padanya? Tapi aku sudah bersama dengannya sejak umur kami belasan. Bahkan sebelum menikah denganmu."
Ada rasa tidak terima ketika Lin Feng melarangnya untuk bertemu dengan Hanna. Hubungannya selama ini baik-baik saja. Dan tidak mungkin berubah begitu saja. Apalagi selama ini, dia terlihat tulus merawat Lin Yu'er dengan kasih sayangnya.
"Alysa! Apa kamu tidak mendegarku?" bentak Lin Feng. Karena rasa khawatir yang berlebihan itu, ia tidak ingin istrinya mengalami hal buruk nantinya. "Aku melarangmu demi kebaikanmu! Kamu tidak tahu siapa yang ada di balik semua masalah kita, bukan? Orang itu adalah dalang dari semua ini!"
"Apa? Kamu bohong! Kamu pasti berbohong padaku, bukan? Dasar penipu! Aku tidak percaya denganmu lagi! Pergi!" Alysa marah dan segera masuk ke kamarnya. Lalu mengunci pintu dari dalam.
Suara keras itu menggangu Lin Yu'er. Gadis itu menangis karena mendengar bentakan dari Lin Feng dan Alysa. Bahkan mereka tidak seharusnya berbicara keras dan mengganggu tetangga sebelah.
"Huwaa! Mama sama papa jangan berantem! Huwaa, huhuhu ... kenapa kalian berantem?" Hanya mendengar mereka saling membentak, sudah sangat menakutkan. Lin Yu'er memberontak dan tak ingin dipeluk Alysa.
"Tidak. Mama dan papa tidak berantem. Ini hanya salah paham saja. Iya, hanya salah paham saja. Kamu jangan menjauhi mama, yah."
"Huwaa! Jangan dekat-dekat! Yu'er nggak mau sama mama. Mau sama papa! Mama jahat, huhuhu." Lin Yu'er melempari Alysa dengan bantal. Boneka beruang besarnya ia gunakan untuk melindungi dirinya.
Memang paling sulit untuk menerima semua perkataan Lin Feng. Seharusnya mereka tidak bertengkar dan tidak membahas tentang Hanna. Ia merasa Lin Feng juga memikirkan egonya. Dirinya pun sama saja karena tidak bisa menerima semuanya mentah-mentah.
__ADS_1
Alysa tidak bisa membujuk Lin Yu'er. Sama seperti Lin Feng yang tak bisa membujuknya karena perkataan yang tidak bisa dipercaya. Namun ia ingat lagi, Lin Feng berkata dengan raut wajah serius dan penuh penekanan. Tidak terdengar seperti orang yang berbohong. Jika berbohong pun tidak ada untungnya. Karena Lin Yu'er sendiri telah menjelaskan bagaimana Hanna meninggalkan dirinya saat berada di restoran.
"Yu'er. Mama benar-benar bingung. Mama tanya sekali lagi. Apa kamu ditinggal begitu saja sama bibi Hanna?" tanya Alysa memastikan. Dan ia mendapat anggukan kepala sebagai tanda benar.
Jika Hanna benar-benar seperti yang Lin Yu'er katakan, tidak mungkin Lin Feng mengada-ada sampai membuat keributan. Seperti yang ia tahu, tempramen Lin Feng tidak seperti itu sebelumnya. Juga telah mengatakan sebagai peringatan untuknya.
'Lin Feng. Mungkin yang kamu katakan itu benar? Tapi aku tidak tahu harus bagaimana. Aku harus memikirkannya lagi.' Alysa melihat Lin Yu'er dan menghela nafas. Ia mencoba merayu putrinya agar tidak mengabaikannya.
Memang tidak mudah membuat Lin Yu'er mau berbicara dengannya. Hari sudah malam dan tidak mungkin dia menemui Lin Feng untuk menjelaskannya. Tapi masih merasa gengsi untuk bertemu setelah tadi menolak mentah-mentah peringatannya.
Sementara Lin Feng masih tidak bisa tidur dengan semua pikirannya. Karena sudah melihat Shu Mei yang memiliki kultivasi yang lebih tinggi darinya, membuatnya harus segera meningkatkan kultvasi. Bahkan ia langsung menyiapkan bahan obat yang cukup banyak.
'Ini tidak bisa begini terus. Aku harus mencari tungku berkualitas tinggi untuk meningkat secepatnya. Di mana mencari tungku itu? Harus mencari tempat barang antik.' Lin Feng hanya bisa membuat pil dengan kualitas rendah dengan keadaannya saat ini.
Untuk membuat pil berkualitas baik, selain bahan yang langka, juga membutuhkan tungku dan bahan pendukung. Juga memerlukan formasi untuk melindungi dari kebocoran atau fluktuasi spiritual. Jika sampai praktisi mengetahuinya, maka akan sangat buruk.
Masih banyak yang dibutuhkan demi meningkatkan kultivasi. Hanya dengan mengandalkan bela diri dan fisik saja rasanya sangat mustahil. Bahkan jika menggunakan fisik, butuh latihan berat yang prosesnya juga memakan banyak waktu.
"Yah, besok harus mencari tungku dan beberapa tanaman herbal. Juga perlu batu spiritual atau semacamnya."
__ADS_1
***