
Meski sudah berusaha keras untuk menemukan Lin Feng, anak buah Shu Mei tidak ada yang bisa mencarinya. Mereka telah membunuh seluruh bawahan Nanggong Chai termasuk Nanggong Chai sendiri. Karena merasa tanggung jawab, semua mayat dibawa mereka pergi dan berniat membuang semuanya.
Dengan kematian Nanggong Chai, tidak ada lagi orang yang mengawasi Lin Feng. Kecuali Shu Mei yang telah membunuh mereka. Wanita itu membiarkan beberapa orang lain untuk mengawasi Lin Feng. Setelah pergi, barulah Lin Feng muncul bersama dengan Lin Haizan.
"Sekarang mereka sudah pergi. Orang tua, hari ini gagal mendapatkan uang satu miliar dari Nanggong Chai. Namun tidak disangka, malah bertemu dengan orang yang tak terduga. Kekuatanku juga sangat terbatas hari ini."
"Tidak apa-apa. Tidak apa-apa. Uang satu miliar kemarin aku tidak menginginkan itu. Yang penting kita bisa selamat saja sudah cukup. Aku hanya khawatir pada pasienku yang lain. Jika aku mati, mungkin mereka juga akan buruk."
Lin Haizan sudah hidup lama dan menunggu kematian. Sejak melihat kemampuan Lin Feng, ia ingin menjadi muridnya demi memperoleh ilmu untuk menyembuhkan orang. Ia juga kuawatir nanti Lin Feng menjadi incaran orang-orang hanya karena memiliki kemampuan penyembuhan luar biasa.
Nyatanya sejak dahulu Lin Feng sudah memiliki banyak musuh. Meski setiap harinya selalu menolong orang. Yang membuatnya berubah menjadi kejam adalah karena sikap manusia banyak yang tidak tahu diri setelah ditolong.
Lin Feng mencari tanaman obat untuk membuat pil. Lin Feng juga mencatat bahan-bahan serta cara pembuatan pil. Karena ada rencana lain untuk berbisnis. Karena tidak bisa membuat Lin Haizan mendapatkan uang satu miliar, maka ia akan mencarinya sendiri.
"Orang tua, ini adalah resep pil peremajaan. Efek dari pil ini adalah meremajakan kulit. Dengan minum ini, seseorang menjadi lebih muda sepuluh tahun. Namun bahan-bahannya sulit ditemukan."
"Apa ini? Resep pembuatan pil? Aku tidak bisa membuat pil. Bagaimana bisa membuat pil seperti ini? Kalau masalah bahan obat, aku memiliki pasien yang juga pencari tanaman obat yang langka. Tapi untuk resep seperti ini, ini sangat berlebihan jika kau memberikannya padaku. Untuk resep yang kemarin aku pun masih bingung mau digunakan atau tidak."
__ADS_1
"Kalau tidak mau, sebagai ganti satu miliar ini, bagaimana jika kita melakukan kerjasama? Kau bisa hubungi orang yang mencari tanaman obat langka itu. Semakin banyak tanaman yang didapat, akan semakin baik. Aku yang akan membuat pil obat. Dan kau yang menjualnya."
"Ini? Kalau begitu, aku setuju." Lin Haizan sangat senang kalau mereka bisa bekerja sama. Selain namanya akan terkenal, ia juga bisa belajar membuat pil dari Lin Feng.
"Masalahnya adalah tungku obat. Kita harus memiliki tungku yang digunakan untuk membuat pil. Aku akan mencarinya di tempat barang antik. Sepertinya di sini tidak memiliki tungku itu." Lin Feng sudah mencari dengan pupil gandanya. Memang di toko tidak memiliki barang yang diinginkan.
"Tungku obat? Kebetulan di rumahku ada tungku obat. Namun kualitasnya mungkin tidak baik. Bagaimana jika kau ikut aku pulang?" tawar Lin Haizan.
Meskipun tidak terlalu yakin dengan tungku yang dimilikinya, ia lebih yakin jika Lin Feng yang memastikannya. Dahulu orang tua pria tua itu telah membeli tungku obat dengan harga fantastis. Jika benar apa yang dikatakan, maka itu adalah barang bagus. Namun sebagai orang kurang berpengalaman, ia tidak tahu harus berbuat apa.
"Hari ini aku tidak punya banyak waktu. Namun besok mungkin bisa. Hari ini aku harus segera kembali ke rumah. Soal pemasaran dan pencarian bahan, kuserahkan padamu. Hem, uang satu miliar aku sudah tidak memilikinya lagi. Bagaimana jika kubuatkan pil kualitas rendah untuk menyicilnya? Kau bisa menjualnya ke siapapun kau mau."
"Pil kualitas rendah? Bukankah sudah ku katakan, aku tidak memiliki tungku di sini. Kalau begitu, sekarang ikut aku pulang." Lin Haizan sudah tua dan bingung harus apa lagi. Pulang ya pulang saja. Toh hari ini sudah banyak kejadian yang membuatnya ketakutan.
Pembunuhan keji di depan mata orang tua itu bisa membuatnya trauma. Namun itu adalah dunia kejam yang di dalamnya ada sekelompok mafia dan genk gelap yang ada di kota Chang. Ahli bela diri kuno sudah mendarah daging di kota Chang. Meski hanya sekitar tiga puluh orang yang tahu dan beberapa orang yang berkultivasi.
Lin Haizan juga mengetahui sedikit tentang para praktisi. Ia tahu tata letak meridian seorang praktisi atau kultivator. Ia juga memiliki sedikit energi qi yang digunakan khusus untuk pengobatan. Pada dasarnya kekuatan qi bisa digunakan untuk pertarungan maupun pengobatan. Keduanya memiliki dasar yang sama. Hanya Lin Haizan khusus mendedikasikan dirinya sebagai seorang ahli pengobatan alternatif. Tidak pernah menerapkannya ke dalam pertarungan.
__ADS_1
"Orang tua. Kau tadi mengatakan bahwa di sini tidak ada tungku obat. Namun kau punya wajan atau panci, bukan? Aku akan meminjamnya sebentar saja." Lin Feng memilih bahan-bahan obat untuk membuat pil.
Mendengar ucapan Lin Feng, membuat Lin Haizan bingung. Untuk apa wajan dan panci? Apakah untuk memasak atau merebus bahan obat? Ia memang seringkali membuat rebusan obat dan memasak bahan-bahan. Namun tidak mungkin bisa menjadi pil. Meski memiliki kualitas rendah.
Begitu misteriusnya yang dilakukan oleh Lin Feng. Membuat Lin Haizan terus mengikuti dari belakang. Ia turut ke belakang saat Lin Feng mengambil sebuah panci kecil. Selanjutnya Lin Feng mengeluarkan api dari tangannya. Memegang bagian bawah panci dan memasukan bahan-bahan yang sudah disiapkan.
"Api? Kau bisa mengendalikan inti api? Apakah kamu seorang alkemis dan juga kultivator? Ah, mengapa ada dunia yang besar ini? Aku melihat langsung inti api ini."
"Inti api? Ini yang dimaksud dengan pengubahan energi. Mengubah energi qi menjadi bentuk elemen dasar adalah kemampuan yang tidak mudah. Kau juga bisa melakukan ini jika kau rajin berkultivasi. Namun, sepertinya tidak akan pernah bisa melakukannya. Butuh pengalaman dan pendalaman lebih dari seratus tahun untuk orang biasa."
Lin Feng mengolah api dan memutarnya. Sesekali menutup mata karena energi qi yang dimiliki terkuras dengan cepat. Memang sangat sulit jika menggunakan panci aluminium. Saat di apartemen pun ia hanya bisa menggunakan api kompor yang lebih hemat tenaga. Tentu saja kualitas pil paling rendah.
"Aku buatkan pil pereda sakit. Sakit apapun bisa ditekan dengan ini. Ini bisa bertahan selama setengah hari. Aku akan membuat lima pil sekarang." Lin Feng mengeluarkan pil dari panci dengan menerbangkannnya.
Pil berwarna jingga karena masih panas. Seperti bara yang menyala dan berbentuk kelereng. Setelah beberapa saat suhu pil semakin turun dan jadilah sebuah pil penghilang rasa sakit.
***
__ADS_1