Papa Dewa Obat

Papa Dewa Obat
Tungku Kaisar Yan


__ADS_3

Mendengar Lin Feng mengatakan nona Lin, membuatnya bingung. Padahal yang ia tahu, Lin Feng adalah satu-satunya orang yang bermarga Lin yang ia kenal. Jika mereka memiliki nama depan yang sama, kemungkinan mereka adalah keluarga. Namun suaminya tidak menceritakan itu sebelumnya.


"Sebenarnya siapa orang itu? Mengapa memiliki nama depan yang sama denganmu? Apa dia keluargamu atau apa?" tanya Alysa dengan berbisik di telinga Lin Feng.


"Nggak tahu. Orang yang nama depan Lin itu banyak. Mungkin leluhur kami adalah orang yang sama. Dan terpisah-pisah, jadi mungkin masih ada hubungan kerabat di masa lalu."


"Ooh, baiklah kalau begitu. Sebenarnya kita ke sini ada urusan apa? Dan mengapa harus menemui gadis itu? Jangan-jangan kamu mau dijodohin dengannya?"


"Hushh! Aku hanya disuruh mengambil barang. Dan barang ini nantinya akan berguna untuk menghasilkan uang. Tapi aku harus memastikan terlebih dahulu. Apakah barang ini bisa digunakan atau tidak?"


Alysa semakin bingung dengan Lin Feng. Bukannya diberitahu langsung, malah memberi teka-teki yang membuatnya semakin penasaran. Ia berharap barang yang akan dibawa Lin Feng tidak besar. Agar tidak perlu repot-repot.


Mereka dibawa ke sebuah bangunan yang ada di belakang. Bangunan yang memiliki gaya klasik. Terjaga dari sejak zaman dahulu hingga sekarang. Saat mereka masuk ke ruangan, terdapat banyak peninggalan berupa guci, patung, senjata dan peninggalan bersejarah.


Yang menjadi perhatian Lin Feng adalah sebuah guci kusam yang memiliki kekuatan spiritual di dalamnya. Jika orang lain yang melihat, itu hanya barang biasa dan tak ternilai. Karena itu, benda itu diletakkan di tempat biasa. Di rak bersamaan barang-barang biasa lainnya. Itu memang terlihat sebagai guci biasa. Namun sebenarnya adalah guci spiritual.


Jika diperhatikan dengan pupil ganda, di dalamnya terdapat cairan spiritual. Tidak bisa dilihat dengan mata biasa. Karena cairan spiritual itu tidak ada di ruangan yang terlihat. Namun ada di tepi guci. Guci besar dengan tinggi satu setengah meter dan berdiameter satu meter itu menarik perhatian Lin Feng. Sehingga membuat Lin Mian berhenti.


"Apa yang dilihat dari benda kusam ini? Ini adalah guci yang tidak berguna. Siapapun yang melihatnya pasti tidak tertarik. Tapi mengapa kamu terus memperhatikannya?" Lin Mian bertanya dengan nada datar.

__ADS_1


Lebih tepatnya wanita itu masih sedikit rasa kecewa karena melihat pria tampan itu membawa serta istrinya. Jika tidak atas pernikahan kakeknya, ia tidak akan membawanya masuk ke dalam.


"Ini sangat bagus menurutku. Jika tidak berguna, bolehkan ini diberikan untukku saja? Ini mungkin bisa berguna untuk hal-hal lain. Dipajang di sini juga tidak ada gunanya bagi kalian. Aku akan membayar ini kalau tidak keberatan."


"Aih. Kenapa kau mengatakan seperti itu? Kalau mau, ambil saja. Di sini juga sudah tidak berguna. Kakek juga sudah tua dan tak mungkin mempermasalahkannya."


"Kalau begitu, terima kasih, Nona Lin. Aku ambil ini juga. Hari ini juga, perlu membawa tungku besar itu!" Lin Feng menunjuk tungku berukuran besar. Dengan tinggi empat meter dan lebar berdiameter tiga meter lebih.


Mustahil jika membawa pergi tungku yang berukuran besar seorang diri. Berat dari tungku itu mencapai ratusan kilogram. Juga harus menghancurkan tembok untuk membawanya. Jika harus dibawa, maka membutuhkan waktu beberapa hari untuk membongkar tembok dan membawa alat berat.


"Apa? Tidak mungkin mau dibawa hari ini, bukan? Untuk membawanya, perlu beberapa orang bersama mengangkatnya. Juga harus membawa alat berat untuk membuat lubang besar di tembok. Jadi tidak mungkin selesai hari ini."


"Kenapa kamu bicara omong kosong seperti ini, Lin Feng? Ayo kita pergi saja dari sini!" Alysa langsung menjewer telinga Lin Feng karena menurutnya tidak mungkin bisa membawa benda sebesar itu.


"Eh, eh. Kenapa kamu juga tidak percaya padaku? Oh, istriku yang cantik. Aku adalah suamimu sendiri. Mengapa kamu tidak mempercayai suamimu ini?" Lin Feng mencoba melepaskan diri tapi ia sedang menggendong Lin Yu'er.


"Mama berhenti. Jangan meremehkan papa, yah. Papa bilang mau membawanya, pasti bisa. Iya kan, Papa?" Lain cerita jika Lin Yu'er yang berbicara. Ia adalah seorang anak berusia empat tahun yang penuh pemikiran fantasi.


Bagi Lin Yu'er yang memiliki pemikiran anak seusianya, tentu saja percaya dengan ucapan Lin Feng. Meskipun itu hanya omong kosong semata. Itu karena ia sering menonton acara televisi dan beberapa kartun anak-anak yang fantasinya di luar nalar manusia.

__ADS_1


Untuk membuktikan ucapannya, Lin Feng membawa guci kusam yang ukurannya juga tidak kecil. Sebelum itu, ia menurunkan Lin Yu'er agar tidak merasa repot ketika nanti membawa guci tersebut. Ia bawa dengan kedua tangannya dan terlihat sangat mudah. Padahal guci tersebut juga cukup berat. Orang normal juga memerlukan empat sampai lima orang untuk mengangkat bersama.


Cara Lin Feng mengangkat guci sebesar itu saja sudah membuat para wanita itu melongo. Bahkan Lin Yu'er juga tidak percaya, papanya memiliki kekuatan super. Sebelumnya ia juga melihat apa saja yang dilakukan papanya saat menyelamatkan Alysa. Sehingga ia tahu, papanya sangat hebat.


"Wah, papa sangat hebat! Lihat, Ma, papa membawanya, bukan? Papa sangat hebat, yeayy! Hahaha hihihihi ...."


"Apa? Ini tidak mungkin, bukan? Sejak kapan dia jadi sekuat itu? Apa guci itu sangat ringan? Seharusnya itu sangat berat, bukan?" Alysa tidak percaya tapi melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.


"Sebenarnya siapa orang ini?" Lin Mian takjub dan bertepuk tangan. Juga menggelengkan kepalanya saking takjubnya. Lalu melihat Alysa yang juga terlihat sama sepertinya. Menandakan wanita itu juga tidak tahu mengapa Lin Feng bisa sekuat itu.


"Ini sangat sempurna. Tungku ini sudah di sini selama ribuan tahun. Tapi tidak ada yang bisa menggunakannya. Tungku Kaisar Yan?" Lin Feng membaca tulisan kuno berwarna emas yang ada di dalam tungku.


Kondisi tunggu berdebu dan kurang mendapatkan perawatan. Namun dengan dibersihkan beberapa saat, sudah bisa digunakan untuk membuat pil. Selain itu, tungku di depannya itu memiliki inti api yang sedang meredup. Membutuhkan energi spiritual untuk menyalakan apinya lagi.


"Kebetulan sekali. Ada guci berisi kekuatan spiritual ini. Jadi bisa membangkitkan inti api di dalamnya. Dengan begitu, tidak perlu repot-repot membersihkannya. Hanya dibakar saja, debu bisa langsung hilang. Pergilah!"


Lin Feng melempar guci itu begitu saja ke dalam tungku. Setelah melemparnya, juga menghancurkan guci tersebut. Membuat energi spiritual yang terkandung di dalamnya keluar dan terserap oleh inti api yang membeku. Setelah mendapatkan energi spiritual, inti api sudah menyala sempurna. Debu-debu dibersihkan dan sangat baik untuk memurnikan pil atau senjata.


***

__ADS_1


__ADS_2