Papa Dewa Obat

Papa Dewa Obat
Wanita Dari Kehidupan Sebelumnya


__ADS_3

Sebenarnya yang tidak berguna adalah dirinya sendiri. Tidak berguna karena tidak bisa melindungi Lin Yu'er dan tak bisa menemukan keberadaan Alysa. Hanya saja sikapnya terlalu sombong untuk beberapa saat. Ia menganggap orang lain dengan remeh. Sekarang malah kembali pada dirinya sendiri.


"Kamu kembalilah. Biarkan aku yang mengurus semuanya. Mulai sekarang aku yang akan mengurus istri dan anakku. Akan lebih baik jika kamu menjauh sejauh mungkin. Tapi aku bukan orang yang tak punya hati."


"Lin Feng? Apakah kamu tahu di mana keberadaan nona? Apakah kau tahu itu? Lalu bagaimana dengan nona kecil? Apakah kau bisa menemukannya? Lin Feng, aku mau kau memberiku sesuatu yang jelas."


Lin Feng berdiri membelakangi Hanna. Sebenarnya ia merasa wanita di belakang merupakan seorang yang baik dan bertanggung jawab. Hanya beberapa kesalahan yang tidak semestinya dilakukan. Namun demi keselamatan istri dan anaknya, ia harus memastikan mereka aman. Apalagi rumah besar itu telah ditemukan oleh bawahan Nanggong Chai.


Kemungkinan Nanggong Chai telah mengetahui statusnya sebagai seorang yang memiliki keluarga. Seorang istri dan anak perempuan bisa menjadi kelemahan Lin Feng. Maka akan lebih aman jika mereka berada di sampingnya.


"Kamu tidak perlu mengurus mereka. Pulanglah dan tunggu mereka. Mereka bisa pulang atau tidak, waktu yang akan menjawab." Lin Feng tidak memberitahu kebersihan Alysa dan Lin Yu'er.


Perkataan ambigu yang dilontarkan Lin Feng, membuat Hanna bingung. Apalagi semua orang tahu bagaimana tidak bergunanya pria di hadapan Hanna. Namun ketika Lin Feng mengatakan itu, ada sebuah harapan yang besar untuk bisa bertemu kembali dengan kedua nonanya.


"Lin Feng. Tidak! Tuan, saya mohon temukan mereka berdua. Nona dan nona kecil sangat berarti bagi saya. Saya berjanji tidak akan pernah mengatakan hal-hal buruk tentang anda pada nona kecil."


Hanna yang tiba-tiba bersikap sopan pada Lin Feng, membuat Lin Feng geli. Bagaimana tidak, sifatnya berubah dengan sangat cepat. Namun Lin Feng masih belum bisa memaafkan Hanna sepenuhnya. Ia tidak akan memberitahu keberadaan Alysa dan Lin Yu'er.


Bagaimana jika diberitahu keberadaan mereka? Hati manusia tidak ada yang tahu. Lin Feng ingin melihat sendiri bagaimana Hanna bersikap. Bukan karena kesopanan yang mendadak itu. Namun bagaimana mengurus Lin Yu'er dengan baik. Tanpa memberi sugesti-sugesti buruk tentangnya.

__ADS_1


Kebenaran dan kebohongan akan terungkap dengan segera. Untung menangkap orang-orang yang mengintai, tidaklah mudah jika tidak dipancing. Lin Feng tahu ada beberapa orang yang mungkin masih berada di sekitar. Namun dengan keramaian tingkat seperti ini, membuatnya tidak fokus.


Masih harus memikirkan cara agar tidak ada yang berani menyelidikinya. Semua orang yang diperintahkan para kelompok hitam tidaklah benar. Mereka akan sulit untuk keluar. Dan jika ingin membebaskan mereka adalah dengan cara membunuh.


Jika tidak dibereskan dengan segera, mereka akan semakin banyak memakan korban. Mungkin hari ini sedang melakukan pengintaian. Lalu besoknya membunuh orang. Dan besoknya dan besoknya lagi, mereka membunuh orang. Jika seperti itu terus, maka mereka akan semakin banyak membunuh orang.


Berbeda dengan orang biasa yang tidak memiliki kekuatan pembunuh. Meskipun mereka lebih licik dan terstruktur, mereka adalah orang-orang yang memiliki kedudukan dan kuasa. Namun dengan membunuh mereka, kemungkinan meninggalkan jejak dan tetap saja pantas untuk dimusnahkan.


Seperti yang dilakukan oleh keluarga Lien. Merupakan sebuah tindakan kejam meski tidak membunuhnya. Namun penderitaan Alysa Lien selama ini harus ada balasan. Dan balasan itu tidak lebih baik daripada kematian. Menyiksanya dengan perlahan dan membuatnya hidup dengan tapi mati tak mau. Itu adalah prinsip dari seorang antagonis yang ada dalam diri Lin Feng.


Kata-kata juga dapat membunuh seseorang. Bahkan lebih tahan daripada pedang. Lebih cepat daripada peluru yang ditembakkan. Jika orang ingin memperbaiki tidak masalah. Namun jika masih berlanjut, tak ada maaf untuk itu.


Kali ini Hanna seperti sudah tahu kesalahannya. Namun Lin Feng tak ingin mengambil resiko terkecil sekalipun. Ia masih tidak mempertemukan Hanna dengan Alysa dan Lin Yu'er.


"Tidak. Aku tidak butuh bantuanmu. Lebih baik lepaskan tanganmu atau tanganmu putus!" ancam Lin Feng. Setelah lepas dari cengkraman Hanna, ia pun berjalan menuju ke pintu masuk.


Aura yang dipancarkan membuat orang tak bisa apa-apa. Hanna merasa Lin Feng tidak bisa diraih. Ia merasa sebagai manusia paling hina di dunia ini ketika melihat punggungnya. Rasa kecewa merasuk ke dalam hatinya. Bagaimana mungkin dia diabaikan begitu saja? Mana mungkin pria itu terlihat seperti tidak ada masalah? Dan keyakinan dalam setiap perkataannya merupakan sebuah kekuatan yang tak terduga.


"Baiklah. Aku tidak tahu malam ini akan bertemu denganmu, Lin Feng. Namun kenapa? Kenapa kamu menjadi seperti ini? Menjadi sosok orang yang berbeda dari sebelumnya?"

__ADS_1


"Hemm, menjadi sosok orang yang berbeda bagaimana, maksudmu?" Tiba-tiba seorang wanita berdiri di belakang Hana. Ia memegang pundak dan berbisik.


"Siapa?" Karena kaget, Hanna menoleh ke belakang. Dan melihat seorang wanita berusia empat puluh tahunan. "Siapa anda?" tanyanya dengan sopan.


Ia baru pertama kalinya melihat wanita itu. Dan langsung memberikan kesan berbahaya. Namun dilihat dari wajahnya, ia sedikit mirip dengannya. Hanya saja wajahnya lebih cantik meski sudah berusia empat puluh tahun.


"Siapa aku? Nak. Sepertinya aku datang bukan diwaktu yang tepat. Namun aku ingin berbincang denganmu. Bagaimana jika kita bicara sambil makan?"


Ada aura berwarna hitam yang mengelilingi wanita empat puluh tahun tersebut. Namun Hanna bukannya takut namun bersikap patuh. Malam ini mereka akan mengadakan pertemuan pertama dengan makan malam.


"Ada sedikit gangguan barusan. Aku sudah memecat sopirku baru saja. Bagaimana jika kamu menyetir untukku? Bagaimanapun aku hanyalah wanita tua yang tak berdaya."


Senyuman yang dipancarkan wanita itu terkesan menyeramkan. Tidak seperti seorang yang sedang dalam keadaan tak berdaya. Namun karena merasa seperti itu, ia pun harus seperti itu.


Kata-kata yang dilontarkan dibuat sedemikian rupa agar terlihat elegan. Namun penampilan yang mewah, membuat kesan sebagai orang yang memiliki kekayaan melimpah.


Saat Hanna masuk ke dalam mobil, Lin Feng kebetulan melihat dengan pupil gandanya. Ia sudah dari awal merasakan aura yang tak asing. Ternyata wanita yang datang dari kehidupan sebelumnya.


'Shu Mei. Kau datang juga di kehidupanku sekarang. Namun kau menjadi wanita berusia empat puluh tahunan. Tidak masalah jika kamu datang dengan niat ingin membunhku. Namun sebelum itu, aku yang akan bertindak terlebih dahulu.'

__ADS_1


Melihat Shu Mei, membuat perasaan Lin Feng tidak tenang. Bagaimana tidak, ia masih mengingat jelas bagaimana dirinya mati diracuni oleh istri di kehidupan sebelumnya. Maka di kehidupan saat ini, akan menjadi pembalasan.


***


__ADS_2