Papa Dewa Obat

Papa Dewa Obat
Alkemis


__ADS_3

Mungkin dengan mengangkat guci besar seorang diri sudah sangat luar biasa. Tidak pernah sekalipun mereka bisa melihat seorang dengan entengnya melempar guci yang beratnya ratusan kilogram ke atas. Belum lagi sampai tepat ke lubang tungku yang sangat pas dengan diameter guci.


"Luar biasa. Apa aku sedang melihat pertunjukan sulap? Atau sebuah sihir?" Lin Mian merasa merinding di sekujur tubuhnya karena melihat hal-hal tak masuk akal.


Alysa menggandeng tangan Lin Yu'er. Ia juga merasa tidak mengenal Lin Feng lagi. Bagaimana bisa, beban seberat itu bisa diangkat dengan mudah? Hanya seorang yang sudah terlatih yang dapat melakukannya. Juga, berat guci itu juga sudah terlihat berat tanpa harus mencoba mengangkatnya.


'Huh, ini karena aku melatih tubuhku hingga dapat mengangkat ini. Juga berhak obat yang ku racik sebelumnya, membantu untuk memperkuat fisik. Bahkan seribu kilogram pun bisa kuangkat. Kalian akan melihat hal tak masuk akal bagi kalian lagi.'


Lin Feng membiarkan mereka melihat apa yang dilakukannya. Dengan kekuatan spiritualnya, ia memegang dan mengendalikan tungku berukuran raksasa itu. Lalu tunggu itu pun berubah menjadi lebih kecil. Kini hanya berukuran kepalan manusia.


Dengan mudahnya Lin Feng memainkan tungku itu dengan tangannya. Karena tungku sudah menyala, maka akan terus menyala selamanya. Namun nyala api bisa diatur sedemikian rupa. Hingga tidak membahayakan orang lain. Bisa dibawa ke manapun tanpa takut terbakar. Jika ingin menggunakan tungku, tinggal alirkan energi qi untuk membuat nyala api lebih besar.


"Kali ini mendapatkan tungku yang luar biasa. Aku akan mencobanya untuk memurnikan pil ini." Lin Feng mengambil beberapa pil yang memiliki kualitas rendah. Lalu ia memasukannya ke dalam tungku yang berukuran kecil.


Melihat apa yang terjadi di depan mata, dua wanita dan satu gadis kecil sampai melongo. Penggunaan tungku kecil untuk membuat pil kualitas rendah menjadi pil kualitas medium, Lin Feng dapat melakukannya dalam lima menit.


"Ini adalah pil kualitas Medium. Kualitas pil sendiri memiliki lima tingkatan. Yaitu Kualitas Rendah, Dasar, Medium, Atas dan Supreme. Nona Lin, ini adalah hadiah dariku. Pil peremajaan tingkat Medium. Kau bisa menggunakan sendiri atau apa saja yang kamu mau."


Lin Feng memberikan tiga buah pil kepada Lin Mian. Itu adalah pil yang dibuat sehari sebelumnya. Dan memiliki kualitas rendah. Kini sudah menjadi pil tingkat Medium dengan bantuan Tungku Kaisar Yan.

__ADS_1


"Pil? Kau seorang alkemis?" Lin Mian tidak menyangka akan melihat seorang alkemis di dunia nyata. Sebelumnya ia membaca buku keluarga Lin. Seorang alkemis dapat membuat pil dan tingkat pil menunjukan tingkatan sang alkemis.


"Alkemis? Apa itu?" Alysa bahkan tidak tahu apa yang dimaksud dengan alkemis. Karena ia hidup di dunia modern tanpa tahu masa lalu. Sehingga tidak mungkin mengerti.


"Hahaha. Aku belum memberitahumu, kan? Alkemis adalah seorang yang ahli dalam bidang Alkimia. Seorang yang dapat membuat pil obat atau memanfaatkan bahan tertentu untuk menciptakan unsur baru. Ini mengunakan proses rumit dan tidak dimengerti oleh orang awam." (Ini karangan author. Jadi mungkin tidak sama dengan pengertian aslinya)


"Aku tidak mengerti. Ku pikir aku melihat sisi lain dirimu yang tidak ku mengerti. Mengapa kamu bisa menyembunyikan hal seperti ini?" tanya Alysa dengan raut tak percaya. Ia serasa dibohongi oleh suaminya sendiri.


"Dengarkan aku! Aku juga baru belajar beberapa tahun ini. Dan masih belum bisa ke level berikutnya. Tentu saja ini demi keamananmu. Jadi aku tidak bisa mengekspose kemampuanku padamu terlebih dahulu. Karena jika ada yang tahu tentang ini, hidupku juga akan sangat sulit. Jadi, kuharap kalian merahasiakan ini dari siapapun."


"Hemm, Tuan Lin. Aku juga tidak tahu banyak tentang alkemis. Tapi terima kasih atas pil ini. Kalau begitu, bagaimana jika kalian tetap di sini sampai waktu makan siang? Aku ingin berkenalan denganmu dan istrimu. Tentu saja, kita juga bisa membuat bisnis bersama."


"Ishh! Namaku apa kamu sudah lupa? Dasar pria sialan! Nona Lin, jangan dengarkan, dia hanya becanda. Namaku adalah Lien Lusi. Senang berkenalan denganmu!" Alysa mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Lin Mian.


"Lin Mian. Ah, tidak apa-apa Nona Lien. Kurasa kita bisa menjadi teman. Panggil namaku saja, Mian." Lin Mian menyunggingkan senyum kepada Alysa. Lalu ia melihat ke arah Lin Yu'er. "Adik cantik, kalau kamu siapa?"


"Namaku Yu'er, Bibi." Lin Yu'er memperkenalkan dirinya dan berlalu sopan. Namun tidak suka cara wanita itu menatap papanya.


"Ah, Yu'er? Nama yang sangat bagus. Bibi dan papamu adalah rekan bisnis sekarang. Kamu juga bisa memanggilku mama, bagaimana?"

__ADS_1


Mendengar perkataan Lin Mian, membuat Alysa emosi. Ia menarik Lin Yu'er dan memasang kewaspadaan. Tak disangka ia tidak bisa menahan rasa iri hatinya atau tepatnya rasa tidak nyaman karena wanita lain memgatakan hal seperti itu.


Jika seorang wanita mengatakan hal-hal tak masuk akal dengan mengaku sebagai mama pada anak orang lain, memungkinkan itu adalah seorang yang ingin merebut pria itu. Itu sama saja Lin Mian berniat ingin merebut Lin Feng dari sisi Alysa Lien.


"Nona Lin, apa yang kau maksudkan dengan perkataan seperti itu? Apa kau tidak tahu arti dari kata yang kamu ucapkan itu? Padahal kita baru pertama kali bertemu dan kau bermaksud seperti ini terang-terangan?"


"Aih, maafkan aku, Nona Lien. Aku hanya becanda, hehehe. Tidak disangka nona yang begitu cantik, bisa seperti ini?" Lin Mian terkekeh pelan sambil menutup mulutnya. Ia senang menggoda Alysa untuk kesenangannya sendiri.


"Panggil aku Nyonya Lin! Aku adalah istri sah dari Lin Feng! Maaf, kami tidak ada waktu lama-lama di sini. Suamiku, ayo tinggalkan tempat ini!" Alysa menarik tangan Lin Feng dengan amarah tak bisa dibendung.


Alysa telah berusaha untuk mendapatkan Lin Feng semalaman. Karena sudah menjadi wanitanya Lin Feng, maka hanya ada dia seorang yang pantas mendapatkan pria itu. Ia tidak ingin memberi kesempatan wanita lain merebutnya darinya. Tidak seorang pun dibiarkan mendapatkan kesempatan itu.


Jika dibandingkan dengan Lin Mian, Alysa Lien masih lebih seksi. Juga lebih cantik menurut Lin Feng. Namun perasaan seorang wanita yang cemburu, membutakan semuanya. Lin Feng tahu niat Lin Mian hanyalah becanda. Tapi ia tidak bisa melihat kecemburuan di depan matanya.


"Hahaha, kamu tenang saja, Istriku. Sekalipun ada seribu orang seperti nona Lin ini, aku hanya punya satu istri. Hanya kamu seorang yang ku cintai di dunia ini. Maksud dari nona Lin ini hanya becanda."


Namun Alysa merasakan kalau Lin Mian tidak becanda. Insting seorang wanita selalu tepat. Ia tahu maksud Lin Mian terkesan becanda. Tapi soal hati dan pikiran, siapa yang tahu?


***

__ADS_1


__ADS_2