Papa Dewa Obat

Papa Dewa Obat
Kontak Wanita Lain


__ADS_3

"Kamu sudah pulang?" tanya Alysa pada Lin Feng. Hari ini ia tidak diperbolehkan keluar rumah oleh Lin Feng. Dan hanya bermain dengan Lin Yu'er di apartemen.


"Iya. Baru saja tiba. Maaf, baru pulang malam-malam begini. Untuk sementara kamu jangan pergi dahulu. Karena banyak yang sedang mencarimu."


Alysa baru keluar dari kamar saat ingin memasak. Ia juga sedang menunggu Lin Feng pulang. Saat melihat suaminya pulang, membuatnya senang. Tidak ingin berharap banyak. Namun bisa melihatnya dan meluruskan masalah mereka secepat mungkin.


Sebagai seorang istri yang baik, sudah sewajarnya melayani sang suami. Meski selama ini belum pernah melakukan hal yang biasa dilakukan untuknya. Saat melihat di meja, ada beberapa barang tergeletak di sana. Menyadari itu, Lin Feng mengangkat barang tersebut.


"Ada apa? Kau mau ini? Ini adalah barang yang baru ku beli tadi siang. Ini adalah kalung keberuntungan. Aku tidak punya banyak uang untuk membeli barang mahal. Aku harap kamu bisa menerimanya dan memakainya setiap hari."


Lin Feng telah memberi pelindung di kalung. Setelah makan tadi siang, ia kembali ke jalanan tempat orang jualan barang antik. Menemukan beberapa barang antik yang berkualitas tinggi dan membersihkannya. Juga telah mengambil kekuatan spiritual yang ada di beberapa benda yang ia temui. Ia tidak membawanya pulang barang-barang tersebut. Karena ia menjualnya lagi untuk mendapatkan untung yang lebih besar di toko barang antik.


Karena barang-barang di jalanan merupakan barang acak, membuat keaslian dan berharga, tidaknya, membuatnya malas datang ke sana. Kecuali ahlinya, tidak banyak yang tahu barang-barang berharga atau tidak. Meski ada beberapa barang antik berharga, juga sangat sulit ditemukan oleh ahli sekalipun. Karena sembilan puluh persen barang-barang itu termasuk barang berkualitas rendah dan banyak tiruan yang buruk.


Untungnya dengan pupil ganda, membuat semuanya mudah. Lin Feng hanya melihat dari jarak jauh, dapat mengidentifikasi barang berharga. Ia telah menguras seluruh barang berharga di jalan tersebut. Sehingga tidak akan datang lagi sebelum mereka memperbaharui barang dagangan lagi.


Setelah menyerap energi spiritual dan menjual barang-barang antik tersebut, Lin Feng kembali ke apartemen saat malam tiba. Kini ia hanya perlu meningkatkan kultivasi untuk bisa mengalahkan Shu Mei. Jika bertemu lagi dengan wanita itu, maka ia harus mengalahkannya.


Saat menerima kalung yang terlihat sederhana namun sangat berharga itu, Alysa merasa sangat senang. Tidak peduli apa yang diberikan Lin Feng padanya, asalkan itu berasal darinya, ia akan menerimanya dengan penuh kebahagiaan.

__ADS_1


Lin Feng menatap Alysa yang merona dan tubuhnya yang menggoda. Ingin rasanya ia langsung menyerangnya. "Oh iya, hari ini kamu sangat cantik. Dan itu, mengapa semakin besar saja? Apa aku boleh ...."


Mendengar perkataan Lin Feng yang menggantung, Alysa langsung tahu apa yang dilihat pria itu. Ia mengikuti mata itu tertuju. Langsung saja Alysa menutup dadanya yang terbungkus kaos tipis tanpa memakai pelindung lagi.


"Tidak! Dasar mesum! Pergi sana!" teriak Alysa penuh emosi. Ia memukul Lin Feng dan menyuruhnya pergi lagi. Padahal belum juga mandi dan makan.


"Ah, ahh! Kamu jangan galak-galak pada suamimu! Ah, ampun! Aku pergi! Aku pergi!" Lin Feng juga tidak tahu menyangka, dorongan dalam dirinya bisa semakin besar.


Saat melihat Alysa yang berwajah cantik dan memerah, serta tubuhnya yang seksi, membuat naluri prianya memuncak. Namun ia sadar diri, tak mungkin bisa memaksakan kehendak. Lagi-lagi ia gagal memenuhi keinginannya pada Alysa. Maka ia kembali keluar dari apartemen.


Lin Feng telah mengambil kunci mobil dan segera turun dari apartemen. Karena melihat Alysa hanya mengenakan kaos tipis, menandakan dia tidak punya pakaian ganti. Maka ia harus mengambil pakaiannya di rumah besar yang kini tak ada orangnya.


"Alysa. Kenapa kamu seperti ini? Bodoh! Bodoh! Bodohh! Kenapa malah mengusir Lin Feng? Aahhh! Sial! Alysa kamu istri macam apa?"


Wanita itu berlari ke arah pintu dan hendak mencari Lin Feng. Namun saat ia ingin membuka pintunya, ia sadar, pakaiannya tidak pantas jika keluar dari apartemen. Jika keluar dengan pakaian itu, maka akan menjadi tertawaan orang-orang atau bahkan mengundang beberapa pria hidung belang.


"Tidak! Aku tidak boleh keluar dengan pakaian seperti ini. Kaos ini sangat tipis. Dan ini kenapa bisa tumbuh semakin besar?" Alysa memegangi dadanya yang terasa lebih besar dari sebelumnya.


Sejak meminum mengkonsumsi satu pil yang diberikan Lin Feng, ia merasa tubuhnya ada beberapa perbedaan. Selain pikirannya lebih rileks, kulitnya juga semakin lembut. Bahkan hal yang tak terduga itu, membuatnya bingung.

__ADS_1


"Aku harus menelponnya. Iya, dia membawa handphone juga, bukan? Katakan padanya kalau aku minta maaf. Pasti dia akan pulang." Alysa berlari ke kamarnya untuk mengambil handphone.


Setelah mencoba menghubungi, ia malah mendengar nada dering lain di luar kamar. Setelah keluar dari kamar, terlihat benda pipih berwarna hitam itu bergetar di meja. Itu adalah handphone milik Lin Feng. Yang berarti dia tidak membawa handphone bersamanya.


"Kenapa dia tidak membawanya lagi? Ah, semoga dia pulang cepat. Tunggu setengah jam pasti pulang, kan? Ah, tapi bagaimana isi dari handphonenya?"


Karena penasaran, Alysa pun mengangkat handphone itu dan melihat nama pemanggilnya adalah 'Istri Tercantik Di Dunia' yang membuatnya merasa sempurna. Ia tidak menyangka kalau Lin Feng menamai kontaknya seperti itu. Membuatnya malu-malu dan tak bisa mengekspresikan dengan kata-kata.


Selain ada kontaknya, ada dua kontak lain yang tersimpan. Ada nama Xu Lubai dan juga Qin Nanran. Hal itu membuatnya berpikir, mengingat sesuatu dengan nama wanita di kontak sang suami tercinta.


"Qin Nanran? Sepertinya pernah mendengar nama itu. Heh, apa dia yang membantunya? Apa dia adalah pacar barunya? Mengapa ada kontak wanita lain di handphonenya? Apa karena aku sudah berbuat salah? Lin Feng, apa aku sudah tidak bisa memperbaiki kesalahanku lagi?"


Alysa tertunduk lesu di sofa. Ia meletakan handphone milik suaminya itu. Jika karena kesalahannya sebagai istri yang tak tahu diri itu, maka ia memang sudah salah. Entah apa yang terjadi jika nantinya Lin Feng membawa wanita lain. Maka ia kehilangan pria yang sangat baik itu. Ia juga tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan Lin Yu'er ketika tahu papanya punya wanita lain.


"Tidak! Tidak! Lin Feng! Kamu tidak boleh punya wanita lain di hatimu! Aku harus bertindak malam ini. Iya. Aku akan menunggu pulang dan harus melakukan itu!"


Karena tak ingin kehilangan Lin Feng yang memiliki wanita lain di hatinya, Alysa segera bersiap. Maka ia langsung ke dapur untuk memasak. Ia juga harus cepat-cepat sebelum Lin Feng pulang malam ini. Setelah memasak, ia juga harus mandi dan berdandan. Serta mengenakan pakaian menantang. Yang dapat menaklukan seluruh pria normal.


***

__ADS_1


__ADS_2