
Perjanjian tiga hari dengan Nanggong Chai telah tiba. Bukan hanya karena ingin memenuhi janji. Namun semalam Lin Feng telah menghabiskan seluruh tanaman obat keringnya. Setelah menghabiskan seluruhnya, ia hanya dapat meningkat hingga Kultivasi Atas tingkat ketiga. Namun ia masih beruntung karena lawannya kali ini tidak terlalu kuat.
Sebelum pergi, Lin Feng memastikan kalau Alysa dan Lin Yu'er aman. Ia tidak bisa menjaganya sepanjang waktu. Maka harus secepatnya menjadi kuat dan memiliki koneksi dengan orang-orang hebat.
Hanya dengan memiliki koneksi dengan orang hebat dan baik, maka rencana apapun pasti lebih mudah. Yang terpenting saat ini, melihat keadaan Nanggong Chai. Jika tebakannya benar, pria itu setidaknya mengalami kelumpuhan ditingkat sedang. Tidak membuat lumpuh seluruh tubuh. Namun cukup telah memberinya pelajaran. Karena seorang pembunuh, sulit untuk merubah kebiasaan.
Bermodalkan peringatan yang dikatakan tiga hari lalu, Lin Feng yakin, tidak akan terjadi hal-hal buruk padanya. Yang penting masih harus menyembunyikan hubungan suami dan istri dengan Alysa. Tentu dengan hubungan ini, siapa yang tidak akan memanfaatkan kesempatan? Dari dulu orang-orang golongan hitam selalu bertindak tidak tahu malu. Mereka melakukan apapun demi mensukseskan rencananya.
"Ckck. Tidak disangka tempat ini sudah sangat meriah. Nanggong Chai, kau terlalu memandang tinggi diriku, bukan? Apakah semua bawahanmu berada di sini?"
Tanpa ragu, Lin Feng berjalan menuju kerumunan. Meski di depan toko Pengobatan Alternatif sudah banyak orang berkumpul. Semua memiliki sikap waspada dan bersiap menyerang kapanpun mereka mau.
'Bagaimana ini? Apa dia tidak takut pada tuan Nanggong? Mengapa dia sangat tenang? Apa kekuatannya sangat besar? Sehingga ada kepercayaan diri seperti itu? Seharusnya dia hanya anak muda biasa saja, bukan?'
"Kudengar dia membunuh lima kelompok elit kita. Apa benar, orang seperti ini bisa melawan lima orang yang berlatih bela diri sejak kecil? Ini tidak mungkin, bukan? Mereka berlima termasuk lima puluh besar dalam kelompok kita."
"Diamlah. Jangan berbisik-bisik seperti itu. Kita harus fokus dan lakukan seperti yang diperintahkan pemimpin. Apa kamu masih menyayangi nyawamu? Pemimpin memiliki anak buah ratusan orang. Tidak mungkin bisa keluar hidup-hidup."
__ADS_1
"Ah iya, maaf kalau begitu. Kita adalah orang yang menjalankan bisnis gelap ini. Tidak mungkin orang ini tahu kekuatan kita."
Tanpa ragu, Lin Feng melewati setiap orang tanpa ragu. Mereka pun memberi jalan untuk masuk ke dalam toko Pengobatan Alternatif. Masyarakat sekitar pun merasa ada sesuatu yang akan terjadi di toko Pengobatan Alternatif tersebut. Sedangkan sejak dahulu jarang ada yang datang untuk berobat. Karena orang-orang lebih percaya dengan pengobatan Barat daripada pengobatan timur.
Mungkin ada beberapa seperti Nanggong Chai yang mau berobat ke pengobatan alternatif yang dibuka keluarga Lin. Lin Haizan pun tidak tahu mengapa hari ini penuh dengan orang. Namun hanya beberapa yang masuk ke dalam.
"Lin Feng! Kamu beraninya membuat tuanku seperti ini? Apa kau ingin keluargamu hidup dengan baik?" tunjuk salah satu bawahan Nanggong Chai.
"Benar! Kamu beraninya kurang ajar pada tuan kami! Kau juga tidak bisa lari dari sini! Jika tidak, kau bisa mati di tangan kami merupakan sebuah keringanan," imbuh lainnya.
"Cukup!" gertak Nanggong Chai. Karena amarahnya ia harus meredakan sedikit. "Kau sudah membuatku seperti ini! Lin Feng, aku tidak ingin ada masalah pada kita. Namun kamu bukan hanya menghianati kepercayaanku tapi juga telah membunuh bawahanku?"
"Apa hubungannya dengan pantangan yang kamu katakan? Kamu berani membohongiku? Lagipula kau tidak berhak untuk membunuh bawahanku. Dan kamu malah membuatku seperti ini."
Nanggung memendam amarahnya sangat dalam. Rasa ingin mengikuti Lin Feng sangat dalam. Ia sudah banyak dibuat emosi yang berlebihan. Namun tidak mau merasa bersalah. Yang dilakukan olehnya hanya ingin menyelidiki Lin Feng. Namun mereka semua mati tanpa ada jejak pembunuhan. Bahkan lima orang hilang dan belum diketahui hingga kini.
"Apa? Kau bahkan tidak tahu hubungannya dengan pantangan yang ku lakukan? Harusnya kau berpikir sebelum bertindak. Aku tidak tahu soal bawahanmu itu. Dan jika kamu mengirim mereka untuk mengawasiku, aku juga tidak ingin diawasi. Hanya saja, apakah kau bisa jelaskan, mengapa kamu menyelidiku?"
__ADS_1
Nanggong Chai menggertakkan giginya. Rasa ingin meremas kepala Lin Feng sangat dalam. Setiap detiknya dipenuhi dengan emosi yang berlebihan. Kalau bukan karena hanya Lin Feng yang bisa menyembuhkannya, ia langsung menyuruh bawahannya untuk membunuhnya.
"Katakan!" Untuk kali ini, Nanggong Chai harus bersabar. "Apa hubungannya? Aku tidak punya kesabaran untuk mendengarkan. Sebaiknya alasanmu masuk akal."
"Pertama. Aku menyuruhmu untuk tidak membunuh dalam tiga hari. Lalu apa hubungannya membunuh dengan pantangan yang ku katakan? Tentu saja karena itu semua kembali lagi dari emosimu. Pengobatanku memang tidak punya efek samping. Namun aku baru saja mengeluarkan sumber penyakitmu. Dan kondisi otakmu saat ini sedang rapuh. Dengan kamu menyuruh orang membunuh, tidak masalah jika berhasi. Namun jika gagal, emosimu akan naik. Sehingga pikiranmu menjadi berantakan. Sebaik apapun ilmu pengobatan, jika pasiennya tidak bisa mengontrol emosi, jadi apa menurutmu, apakah ini kesalahanku? Jika menyalahkan orang yang telah memberi peringatan, ini tidak masuk akal, bukan?"
"Bohong! Kau pasti mengarang cerita! Kau sengaja membuat tuanku seperti ini. Kau pasti sudah merencanakan semua ini jauh-jauh hari sebelumnya! Karena kau tahu sakit tuan kami!"
"Terserah kalian. Ini adalah masalah kalian sendiri. Tugasku hanya mengobati orang. Namun jika orang itu melanggar aturan medisku, aku tidak perlu meneruskan pengobatanku. Ini adalah hak mutlak dari seorang ahli pengobatan. Baik pengobatan barat maupun maupun pengobatan timur, itu sama saja."
"Tapi kau tidak perlu membunuh orangku! Jika kau tidak membunuh orang-orang yang ku kirim, emosiku juga tidak akan seperti ini, bukan?"
"Membunuh? Kau bersikeras bahwa aku yang membunuh orangmu? Katakan dengan jelas, bagaimana aku membunuh bawahanmu? Bahkan aku tidak tahu kau telah mengirim mereka padaku."
Lin Feng memang membunuh mereka. Namun tidak ingin disalahkan dan tak akan mengakuinya. Bertujuan agar membuat orang lain menjadi kambing hitam dari masalah yang terjadi. Ia juga tidak perlu mengatakan siapa orang yang ia maksud. Namun ia yakin, Nanggong Chai pasti akan mengetahui siapa yang dimaksud.
Lin Feng memasang ekspresi bingung, seolah-olah baru tahu masalah tersebut. "Kalau kalian tidak mengatakannya, bahkan aku tidak tahu kalau sedang diintai. Apa kalian juga mau membunuhku? Ah, mungkin kalian orang yang sama dengan pembunuhan satu minggu lagi. Aku juga baru keluar dari rumah sakit empat atau lima hari lalu. Kenapa kalian semua ingin membunuhku? Aku bahkan tidak pernah menyinggungmu! Aku tahu, pasti kau yang menyuruh orang membunuhku waktu itu, bukan?"
__ADS_1
***