
"Apa tidak apa-apa, kami ikut ke pesta ini? Bukannya hanya kamu yang diundang? Juga, aku tidak mengenal keluarga Qin." Alysa masih ragu-ragu untuk menghadiri pesta yang diadakan oleh Qin Hai.
Setelah diobati Lin Feng terakhir kali, sakit jantung Qin Hai tidak kambuh lagi. Bahkan keadaannya jauh lebih baik dari sebelumnya. Setelah Qin Nanran menemukan Lin Feng, barulah mereka memutuskan untuk menjadikan hari ulang tahun Qin Hai sebagai hari pertemuan mereka.
Niat keluarga Qin, tidak lain hanya ingin memperkenalkan Lin Feng dengan para koleganya. Sehingga mereka bisa saling mengenal dan itu juga dimanfaatkan oleh Lin Feng untuk membuat nama istrinya dikenal orang.
Dengan mengenai banyak orang, maka mereka adalah harapan baru untuk menjalin kerjasama dalam bidang dunia bisnis. Sedangkan Lin Feng sendiri tidak tertarik untuk mengurus perusahaan yang memerlukan banyak pemikiran. Meski ia sudah memutar otaknya demi mendapatkan seluruh aset milik istrinya.
Sebelum menghadiri pesta ulang tahun, Lin Feng telah menjelaskan semuanya agar tidak terjadi salah paham. Maksud ia memilih acara ini untuk meningkatkan relasi, membuat rencana matang ke depan. Sehingga menciptakan rasa percaya diri yang sempat hilang.
Penampilan Alysa berbeda dari sebelumnya. Jika sebelumnya ia berpenampilan sederhana serta terkesan kuno, kini ia berpenampilan lebih mewah. Meski begitu, sejak dahulu Alysa adalah idola semua orang yang menginginkan keindahan.
Sejak dahulu sudah terlihat cantik dan tubuhnya sangat menarik perhatian para pria. Hanya cara berpakaian yang terkesan kuno, merupakan cara untuk menghindari tatapan para pria. Juga menjaga dirinya ketika bersama lawan jenis.
"Tuan Lin, selamat datang. Nona Qin sudah menunggu anda di dalam. Kami akan antarkan Tuan Lin ke dalam. Eh?" Pria yang bertugas menjemput Lin Feng melirik ke Alysa. Karena ia hanya diperintahkan untuk menjemput Lin Feng seorang.
Bahkan Lin Feng menggendong seorang anak perempuan. Membuat beberapa penjaga merasa bingung. Ia ingin bertanya langsung tapi tidak berani. Namun ia takut membuat pemilik rumah kecewa.
"Oh, ini adalah istriku. Kata nona Qin, kita boleh membawa keluarga atau orang dekat. Apakah kami boleh masuk?" tanya Lin Feng memastikan. Ia sudah ada di sini dan jika tidak diperbolehkan masuk, maka hanya bisa menghubungi Qin Nanran untuk konfirmasi.
"Maaf kalau begitu. Kalau nona Qin sudah mengatakan itu, baiklah. Silahkan masuk, Tuan dan Nyonya Lin." Dengan sopan, penjaga itu pun mempersilahkan Lin Feng dan Alysa masuk.
__ADS_1
Mendengar kata 'Nyonya Lin' membuat Alysa tersenyum. Tidak disangka ada yang akan memanggilnya demikian. Meskipun hanya sebagai formalitas, mereka bekerja dengan baik. Membuat Alysa merasa puas dengan kinerja para penjaga itu.
"Apa yang sedang kamu pikirkan? Hemm, Nyonya Lin?" bisik Lin Feng menggoda. "Apa yang sedang dipikirkan oleh Nyonya Lin ini, hemm?"
Akibat godaan Lin Feng, membuat Alysa bertambah malu. Langsung mengeluarkan jurus jewerannya. Serta menendang kaki suaminya pelan.
"Huh, siapa Nyonya Lin? Nyonya Lin-mu bukan aku. Aku bukan Nyonya Lin." Meski mulut mengatakan tidak, hatinya penuh kehangatan ketika dirinya dipanggil dengan sebutan Nyonya Lin.
"Nyonya Lin yang menggemaskan." Kembali Lin Feng menggoda Alysa yang wajahnya kini hampir matang karena malu. Ia menarik tangan istrinya dan menggandengnya agar terlihat mereka adalah pasangan.
Satu tangan menggendong Lin Yu'er, satu tangan berada di pundak Alysa. Sehingga orang-orang yang melihatnya menjadi tahu siapa mereka. Mereka adalah sepasang suami-istri serta seorang anak gadis yang sedang bahagia.
"Wah, anak itu sangat menggemaskan. Orang tuanya juga sangat cantik dan tampan." Harapan semua orang melihat pasangan yang sempurna. Namun itu hanya khayalan dari Alysa semata.
"Hey, kamu sudah datang?" Seorang pria menepuk pundak Lin Feng. "Saudara Lin, siapa yang kamu bawa?" tanya Xu Lubai sambil menatap Lin Yu'er. "Wah, gadis manis. Siapa namamu?"
"Tuan Xu ada banyak waktu untuk bercanda. Ini adalah anakku Yu'er dan istriku Lusi." Lin Feng memperkenalkan nama Lusi karena nama Alysa sudah tidak bisa dipakai lagi.
Apalagi terkait hancurnya perusahaan milik keluarga Lien. Membuat orang akan berpikir banyak. Untuk membuat Alysa tidak terus-terusan terpuruk, maka hanya bisa menggunakan nama asli yang diberikan orang tuanya.
Nama Alysa Lien adalah nama yang dimenal dunia bisnis. Sebuah nama yang selalu dipakai dalam hubungan internasional maupun interlokal. Maka tidak heran jika banyak orang yang tahu tentang Alysa Lien.
__ADS_1
"Oh, Saudara ipar? Hehh, Saudari ipar, kamu terlihat sangat menawan. Pantas saja saudara Lin Feng sangat beruntung."
Xu Lubai merasa sangat senang tapi merasa iri karena Lin Feng memiliki istri yang sangat cantik. Bahkan mereka sudah punya anak yang begitu imut. Melihat Lin Yu'er, membuat Xu Lubai ingin menggendong mamanya.
"Siapa yang saudari iparmu? Mohon Tuan Xu jangan berbuat seperti ini. Kita datang ke sini untuk menghadiri pesta ulang tahun tuan Qin."
"Hahaha. Janganlah seperti itu, Saudara Lin. Aku di sini juga mau mengajakmu bekerja sama. Hehehe, maukah kamu mengobrol denganku sebentar?"
"Hey, kau sudah datang? Lin Feng, siapa yang kamu ajak kemari?" Qin Nanran muncul dan langsung melihat wanita cantik dan memiliki tubuh sempurna. Membuatnya merasa cemburu karena tidak bisa seperti wanita itu.
Qin Nanran mengira wanita di samping Lin Feng adalah seorang model. Karena memiliki bentuk tubuh yang sempurna. Dengan wajah cantik, dada besar dan tinggi yang memadai. Selain itu, pesonanya mampu menghipnotis semua orang ketika pertama kali melihatnya.
Untungnya ada Qin Nanran yang datang dan membuat Xu Lubai teralihkan. Karena yang mengundang telah datang, maka Lin Feng pun memperkenalkan istri dan anaknya padanya.
"Nona Qin. Aku membawa istri dan anakku. Maaf karena tidak memberitahu sebelumnya. Tapi kurasa belum terlambat. Istriku namanya Lusi dan anakku Yu'er."
"Lusi? Hemm, apakah kau seorang model? Namaku Qin Nanran. Aku dan suamimu baru ketiga kalinya bertemu. Tapi kurasa kita bisa jadi teman dekat."
"Halo, Nona Qin. Namaku Lusi. Senang berkenalan denganmu. Aku bukan model. Hanya bekerja di perusahaan keluarga saja." Alysa menjabat tangan Qin Nanran dengan senyuman dipaksakan. Namun aura di sekitar terasa menjadi lebih gelap dan dingin.
"Hemm, Nyonya Lin yang menggemaskan. Hemm, aku akan memanggil kakek karena dia ingin berbicara dengan Lin Feng. Kamu, mau berbicara denganku sebentar? Nyonya Lin?"
__ADS_1
Terasa atmosfir kecemburuan semakin mendekati kegelapan. Qin Nanran hanya tahu kalau Lin Feng tidak memiliki keluarga. Namun siapa sangka malah memiliki istri yang lebih cantik darinya. Ia berharap bisa menjalin kerjasama dengan Lin Feng ke depannya. Tampaknya usahanya akan semakin sulit dan harapannya pupus begitu saja.
***