Papa Dewa Obat

Papa Dewa Obat
Pemuda Sombong


__ADS_3

Menghadiri acara ulang tahun, bukannya mendapatkan wawasan dan teman yang baik, Alysa malah dibuat emosi. Belum lagi sikap orang-orang itu begitu buruk. Membuatnya tidak tahan untuk meninggalkan pesta ulang tahun tersebut.


"Istriku, ada apa denganmu? Mengapa kamu terlihat marah?" Lin Feng mendekat ke arah Alysa. "Kalau begini, bagaimana kalau kita pulang?"


"Tidak perlu. Kita belum lama di sini." Lalu Alysa mengalihkan pandangsn kepada Qin Hai dan mengulurkan tangan. "Salam kenal, Tuan Qin. Saya adalah istri Lin Feng, Lien Lusi. Saya sudah mendengar banyak tentang anda."


"Ouhh, Nona Lien memang berwawasan luas. Kalau begitu, kamu juga adalah tamuku. Aku sambut dengan tangan terbuka. Hemm, Lien? Kau adalah orang dari keluarga Lien yang itu?"


"Tuan Qin, nama keluarga Lien di negara ini cukup banyak. Tersebar di seluruh negara bahkan luar negeri. Jadi, mungkin yang anda maksud, bahkan istriku saja tidak tahu."


"Ah. Hahaha! Iya-iya. Benar juga, ada banyak yang memakai nama Lien di dunia ini. Tentu saja bisa berbeda." Qin Hai berpikir sejenak dan menggelengkan kepalanya pelan.


Benar-benar tidak ada celah dalam setiap perkataan Alysa maupun Lin Feng. Pasangan suami-istri itu pun sangat berhati-hati dalam setiap perkataan. Sebaiknya nama keluarga Lien, tidak perlu disebutkan sejak awal. Karena nama itu hanya akan membawa momok suatu hari nanti.


Keluarga Lien yang telah dianggap bangkrut, cepat lambat akan tercium media. Para pemburu berita akan mengejar dan mengulik kehidupan pribadi. Sehingga mau tidak mau harus dihadapi. Alysa juga tidak boleh tersorot kamera ketika waktunya tiba.


"Tuan Qin! Saya perwakilan dari keluarga Fang, mengucapkan selamat ulang tahun untukmu. Saya juga mendengar anda akan segera sembuh dari penyakit jantung! Ini adalah hadiah dariku."


"Terima kasih, Tuan Fang. Saya terima niat baik anda. Wah, hadiah ini sangat menarik. Hemm, patung giok budha." Qin Hai menerima hadiah dengan sangat senang. Itu adalah hadiah yang harganya cukup menguras isi kantung.

__ADS_1


"Ah, tidak apa-apa. Hanya kebetulan melihatnya di toko barang antik. Saya tahu tuan Qin selalu senang akan benda-benda seperti itu. Sekali lagi selamat."


Belum pergi satu orang, datang lagi seorang pria muda berusia dua puluhan tahun. Ia membawa sebuah lukisan di tangannya sebagai hadiah ulang tahun untukmu Qin Hai.


"Kakek Hai. Aku datang secara khusus untuk memberikan ini untukmu. Terimalah lukisan memanah rajawali ini. Ini adalah hasil karya dari cendekiawan kuno, Shao Jingnian."


"Julian? Kamu juga datang? Anak muda sepertimu, juga mau datang di acara ulang tahun orang tua sepertiku. Selamat datang, selamat datang." Qin Hai menyambut hangat setiap tamu yang datang. Apalagi pria muda yang menjanjikan.


Meski tempramen para anak-anak muda cukup buruk, mereka adalah pilar masa depan perusahaan keluarga. Sebagai penerus usaha keluarga atau memimpin perusahaan adalah hal yang mereka lakukan suatu hari nanti.


"Ah, kakek ini. Aku datang juga demi bisa bertemu denganmu. Hey, Lusi. Kamu kenal dengan kakek Hai juga? Iya pasti karena kamu temannya Nanran–"


"Ooh, Joseph. Kamu datang juga? Mari-mari ke sini. Aku perkenalan kalian pada penyelamatku, namanya Lin Feng." Qin Hai menyambut para anak muda dan memperkenalkan satu sama lain.


Pandangan Joseph dan Julian tertuju pada Lin Feng. Mereka tidak pernah bertemu sebelumnya. Namun mengingat nama itu, terlihat pada berita heboh sekitar lima tahun lalu. Tidak peduli apa, mereka merasa tidak pantas untuk bergaul dengan Lin Feng. Apalagi dia sedang menggendong seorang anak berusia empat tahun.


Melihat reaksi kedua pria itu, Lin Feng juga tidak peduli. Karena mereka terkesan tidak peduli padanya. Apalagi ia tidak suka dengan para pemuda yang mengandalkan kedudukan keluarga. Sudah terlihat jelas di matanya, kedua pemuda itu adalah anak dari orang yang memiliki kedudukan tinggi.


Di kehidupan sebelumnya, Lin Feng kerap kali menemui pemuda sombong yang mengandalkan identitas keluarganya. Tidak ada rasa sopan santun di hadapan seorang Dewa Obat yang tidak peduli dengan urusan dunia luar. Yang ada di benaknya hanyalah menyembuhkan orang sakit yang datang ke tempatnya.

__ADS_1


Ada juga beberapa orang yang tidak tahu diri mengundang Lin Feng ke tempat pasiennya. Meski mereka sudah tahu, sang Dewa Obat itu tak bisa keluar dari gunung Linshan. Mereka tetap bersikeras untuk mengundang Lin Feng bahkan dengan pemaksaan. Beberapa kali nyawanya hampir terbunuh karena kesombongan orang-orang tak tahu diri itu.


Selain memiliki ketrampilan mengobati orang-orang, dia juga memiliki kultivasi yang tinggi. Sehingga tidak mudah dikalahkan. Seratus orang yang datang, ia hadapi dengan tangannya sendiri. Meski tangannya berdarah dan memiliki banyak luka. Pelayan setianya selalu mengobatinya dengan telaten. Meski ilmu pengobatannya tidak cukup baik.


Mengingat masa-masa dahulu, Lin Feng melirik ke arah Alysa. Ia mengingat kembali pelayan yang setia itu adalah sosok yang sangat mirip dari wajah sampai seluruh tubuhnya. Hanya saja sifatnya yang lebih dewasa, membuatnya merasa adanya perbedaan kentara. Tapi soal sifat alamiahnya, ia masih sama seperti dikehidupan sebelumnya.


"Ini adalah pil peremajaan yang aku dapatkan dari tempat pelelangan. Ini sangat langka dan dengan ini, usia kakek bisa lebih muda sepuluh tahun."


Obat pil yang dibawa Joseph adalah pil peremajaan yang dibuat oleh Lin Feng sendiri. Itu adalah pil yang diberikan pada Lin Haizan untuk dijual ataupun dilelang. Entah diapakan oleh pria tua itu. Yang jelas sekarang sudah ada di tangan pria itu. Meski kualitas pil peremajaan masih level rendah.


"Pil peremajaan? Ah, aku tidak pernah melihat pil peremajaan. Konon katanya pil seperti itu, diciptakan sendiri oleh Dewa Obat, Lin Feng. Hehh, namanya seperti namamu, bukan?"


Qin Hai melirik ke arah Lin Feng. Karena melihat nama yang sama seperti sang Dewa Obat. Hanya saja tidak tahu, apakah pil itu benar-benar ada. Jika pun ada, tidak mungkin sama seperti aslinya. Namun, apapun yang diberikan itu, tetap harus dihargai.


"Iya. Aku mendapatkan ini dari seorang ahli pengobatan alternatif, Lin Haizan. Katanya, guru dari tuan Lin yang membuatnya. Kebetulan ini sangat langka di pasaran. Hanya ada satu buah di dunia ini."


Joseph merasa percaya diri karena memiliki pil peremajaan yang begitu langka. Ia membelinya dengan harga lima puluh juta dari Lin Haizan. Tentu saja ia tidak akan menyangka, ada barang yang seharusnya begitu mahal dibelinya dengan setengah harga seharusnya.


"Jika ada pil itu, seratus juta pun belum tentu bisa membelinya. Ah, betapa beruntungnya aku mendapatkan ini dari anak yang bermurah hati ini." Qin Hai sangat senang tapi tidak mungkin bisa menggunakan obat tersebut. Karena penyakit jantungnya, mungkin tidak akan cocok.

__ADS_1


***


__ADS_2