
Lin Feng mengendarai mobilnya dengan cepat. Meninggalkan apartemen untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Meski perasaan sedang berkecamuk. Saat melihat Alysa yang hampir menjebol pertahanannya. Hingga saat ini masih terbayang-bayang wajahnya. Apalagi saat memakai kaos tipis yang membentuk lekuk tubuhnya.
"Ah, bagaimana bisa menahannya lagi? Tidak. Sebelum dia sendiri yang mau, aku tidak boleh memaksa." Prinsip yang dijalankan olehnya tidak bisa dikhianati sendiri.
Bahwa semua wanita bersuami akan melayani sang suami adalah kewajiban. Namun mereka tidak layaknya seperti itu sejak dahulu. Entah itu hubungan yang dapat bertahan atau pun tidak, hanya menunggu waktu yang akan menunjukan.
"Ah, lapar. Tadi pulang ke apartemen harusnya mandi dan makan. Tapi tidak sempat, malah sudah diusir. Sebelum mengambil pakaian mereka, mending cari makan dahulu."
Lin Feng kemudian mencari makan di sekitar. Tiba di suatu kedai yang menjual burger. Karena rasa lapar, ia tidak memperhatikan tempat. Sehingga tanpa diduga ada orang yang sedang mengawasi di kegelapan.
Tak butuh waktu lama, ia pun membawa burger dan makan di pinggir jalan. Ia juga membeli air mineral untuk menghilangkan dahaga. Butuh waktu lima belas menit untuk menyelesaikan semua urusannya. Barulah ia kembali ke mobil dan orang yang sedang mengawasi baru ketahuan.
"Keluarlah! Untuk apa mengawasi seperti ini?" Tanpa basa-basi, Lin Feng menyuruh orang itu untuk keluar. Ia tidak bisa terus diawasi baik oleh rekan atau lawan.
"Yahh ... tidak bisa bersembunyi darimu, saudaraku. Hmm, aku tidak tahu kamu memiliki mobil keren seperti ini. Juga bisa-bisanya makan di pinggir jalan."
Orang itu muncul di kegelapan. Wajahnya tidak terlihat dan pakaian serba hitam. Namun ia berjalan dengan santai tanpa rasa takut ketika berhadapan dengan Lin Feng. Karena bertemu tanpa sengaja, membuatnya ingin memberi kejutan. Namun tidak disangka akan ketahuan secepat itu.
"Xu Lubai. Jika orang lain mengintai seperti maling begitu, mungkin sudah mati saat aku turun dari mobil." Lin Feng tidak merasakan niat pembunuh maka tidak perlu ada pembunuhan.
__ADS_1
Sebenarnya Lin Feng tidak suka diikuti oleh orang lain. Dengan niat membunuh atau mencari informasi, mereka semua akan habis tanpa sisa. Apalagi ketika di dalam tubuhnya ada aura kematian. Yang menandakan bahwa seorang pembunuh. Maka ia tidak akan segan. Berarti itu adalah salah satu pembunuh atau sebuah organisasi maupun kelompok pembunuh.
Organisasi pembunuh sejak zaman dahulu sudah ada. Apalagi saat Lin Feng menjadi seorang Dewa Obat. Kala itu ia sudah mendengar banyak nama organisasi pembunuh. Salah satunya adalah pembunuh dengan menggunakan racun. Ada juga yang membunuh dengan menggunakan senjata seperti pedang atau golok. Juga menggunakan hal-hal tercela seperti memfitnah.
Xu Lubai adalah sebuah nama yang tidak pernah didengar Lin Feng di kehidupan sebelumnya. Namun ada nama Xu di dalam namanya. Dan marga Xu adalah sesuatu keluarga yang cukup terkenal di zaman dahulu.
Lin Feng ingat mereka adalah keluarga para pebisnis. Mereka menangani bisnis dengan berbagai cara. Entah itu dengan cara baik maupun buruk. Di antara mereka ada juga yang menjadi seorang pendekar. Bahkan ada beberapa yang menjadi abdi negara.
Kalau zaman dahulu disebutnya dengan tentara kerajaan dan lebih tingginya adalah jenderal. Mereka menggunakan senjata tempur yang mampu membunuh kultivator yang tak terhitung jumlahnya.
Karena Xu Lubai tidak memiliki kultivasi, maka bisa dipastikan bahwa dia adalah seorang pebisnis. Namun dilihat dari penampilannya, maka ia hanya pebisnis kecil yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan.
"Saudara Lin. Aku ingat sebelumnya. Beberapa tahun yang lalu, aku mendengar tentang nama ini. Tidak disangka wajahmu mirip dengan berita yang terkenal beberapa tahun lalu."
Anehnya dari kematian keluarga Lin, mereka tidak mewariskan hartanya pada anak satu-satunya. Bahkan diberitakan anak mereka adalah orang tak berguna dan tak mendapatkan sepeserpun harta keluarga. Bahkan terbuang setelah orang luar masuk ke perusahaan dan mengambil alih seluruh peninggalan pasangan suami-istri tersebut.
"Maaf, bukannya mau mengorek masa lalu. Tapi dari berita beberapa tahun lalu, ada hal yang aneh. Diberita jelas-jelas mengatakan kau tidak berguna dan bodoh. Tapi kenapa bisa punya mobil dan pikiranku sepertinya tidak sebodoh yang mereka katakan? Dan mengapa anak dari pasangan keluarga Lin, malah tidak mendapatkan warisannya? Itu tidak masuk akal sama sekali."
"Ooh, kalau hanya untuk mendengar itu, lebih baik pergi saja." Tanpa menunggu lama-lama, Lin Feng masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Tidak! Tunggu dulu! Aku ada sesuatu yang harus dibicarakan! Berhentilah! Heyyy!" Xu Lubai tidak tahu akan langsung diabaikan.
Ia berusaha keras untuk berteman dengan Lin Feng begitu tahu bisa bela diri. Ditambah saat tahu identitas yang sebenarnya. Juga hubungannya dengan keluarga Qin. Ini akan menjadi hal yang mudah untuk mencapai tujuannya. Menjadi pebisnis kaya dan membanggakan nama keluarga dimasa depan.
Dengan cepat, Lin Feng menyetir mobilnya. Meninggalkan Xu Lubai yang sedang berdiri di pinggir jalan. Karena niat awal hanya ingin mengambil pakaian Alysa dan Lin Yu'er.
"Hey, apa kamu ingin menjadi teman dekat Lin Feng?" Tiba-tiba seorang wanita berdiri di belakang Xu Lubai. Seorang wanita berusia empat puluhan tahun yang memakai pakaian serba hitam.
Shu Mei telah berusaha bersembunyi dari Lin Feng dengan meredam kekuatannya. Ia juga melihat dari kejauhan dan mendengar apa yang mereka bicarakan dengan alat perekam. Ada beberapa bawahannya yang tidak memiliki kekuatan spiritual. Sehingga memudahkan dirinya untuk mengintai Lin Feng dari jauh.
Seberapa hati-hatinya Lin Feng, tetap tak bisa lolos dari intaian Shu Mei. Meski ia tahu, orang-orangnya telah dibunuh olehnya. Tetap saja Shu Mei ingin ikut campur dalam kehidupan Lin Feng di zaman modern ini.
"A-apa? Siapa kau?" tanya Xu Lubai kaget. Ia merasakan tekanan besar dari belakang. "Aku tidak tahu. Aku hanya orang biasa." Karena bisa muncul tiba-tiba, ia berpikir bahwa wanita itu bukan orang biasa.
"Tidak perlu dipikirkan. Namaku tidak pantas orang rendahan sepertimu tahu. Namun jika kamu ingin memiliki bisnis besar, aku ada rencana untukmu. Kau harus memegang erat Lin Feng di kehidupanmu. Percaya, kelak kau bisa menjadi seorang hartawan terkenal."
Xu Lubai juga berpikir seperti itu. Ia juga berniat untuk mengikuti Lin Feng. Menggenggamnya dengan erat. Dengan keahlian dirinya yang bekerja sama dengan pria itu, kesuksesan ada di depan mata. Hanya orang bodoh saja yang tidak bisa melihat peluang Lin Feng.
"Aku tidak mengerti. Mengapa anda bisa berkata seperti itu. Kita belum pernah bertemu sebelumnya," ujar Xu Lubai. Bukan tidak percaya pada wanita itu. Namun dari penampilannya sudah mencurigakan.
__ADS_1
"Sudah kubilang. Kau tidak pantas tahu identitasku. Aku hanya berpesan, asal kamu setia pada Lin Feng, kau baru bisa hidup dengan tenang. Orang-orangku akan membantumu kedepannya." Setelah menyatakan itu, Shu Mei tiba-tiba menghilang.
***