
Untuk mendapatkan tungku yang bagus, Lin Feng berusaha secepatnya. Ia tidak mau lama-lama berada di tingkat kultivasi yang sama. Sebelum orang-orang itu muncul, ia harus meningkatkan kultivasi.
Pil penerobos, pil pemurnian dan pil-pil lainnya perlu dibuat dengan menggunakan tungku berkualitas tinggi. Karena bisa menahan nyala api lebih panas dari saat menggunakan panci biasa.
Selain itu, dengan menggunakan tungku, waktu proses bisa lebih efisien dan memiliki kualitas lebih tinggi. Ia ingat semalam, sebelum sampai di rumah merasakan adanya pertarungan dahsyat antara Shu Mei dan orang yang tidak dikenal.
Pertarungan mereka adalah pertarungan dua Master Bela Diri. Sehingga tidak mungkin bagi Lin Feng untuk melawan ataupun mendekat. Ia berpikir setelah pertarungan sengit, mereka tidak akan muncul dalam waktu beberapa hari. Entah ada salah satu dari mereka yang mati atau mengalami luka parah. Paling tidak hari ini tidak ada gangguan.
"Kita sudah sampai di mana? Karena bangun kesiangan tadi, kita sudah terlambat." Alysa merasa hari ini tidak bisa terus bersenang-senang. Karena sudah semakin siang.
"Ah, maafkan aku. Lain kali kita bisa liburan. Tapi hari ini benar-benar ada pekerjaan yang harus dilakukan. Setelah makan siang nanti, bagaimana jika kuajak ke mall?"
"Tidak apa-apa. Kamu sibuk saja. Kita akan menemanimu. Iya kan, Yu'er?" Alysa memeluk Lin Yu'er di jok belakang. Karena jika di depan, tidak ada tempat untuk dua orang. Meski sebenarnya ia bisa memangku Lin Yu'er. Tapi ia khawatir terjadi hal-hal tak diinginkan.
"Iya, Ma. Mama dan Yu'er akan menemani papa. Kami senang bersama papa!" Lin Yu'er menunjukan rasa senangnya. Bisa bersama keluarganya adalah hal yang menyenangkan.
Momen indah bersama keluarga adalah hari-hari yang ditunggu Lin Yu'er. Meskipun tidak berjalan dengan baik, bisa melihat papanya akur dengan mamanya, sudah lebih baik. Yang disayangkan adalah tidak adanya Hanna yang selama ini merawat dan membesarkan gadis itu.
Meski berbuat tidak baik pada Lin Feng, tidak membuat jasa wanita itu hilang dari pikiran Lin Yu'er. Ia tetap menjadi orang penting meski tidak bertemu lagi. Pokoknya hari ini tidak ada yang bisa merusak momen bahagia keluarga kecil mereka.
__ADS_1
Alamat yang dituju Lin Feng adalah sebuah rumah besar yang kini di depan mata. Lin Feng tidak menduga bahwa Lin Haizan cukup kaya. Bahkan rumah itu tidak kalah dengan rumah keluarga kaya nan terkenal. Itu menandakan kalau Lin Haizan bukanlah orang miskin.
"Apakah ini rumahnya? Ini terlihat sangat besar. Apa orang tua itu tidak salah memberikan alamat ini?" Lin Feng turun dari mobilnya untuk bertanya pada penjaga.
Melihat ada orang datang, seorang penjaga gerbang datang dengan berlari dari dalam. Ia tidak tahu siapa yang datang tapi sudah dipesan, jika yang datang adalah Lin Feng, maka harus dipersilahkan masuk.
"Halo! Selamat datang. Ada keperluan apa tuan datang kemari?" tanya sang penjaga dengan rasa hormat. Karena melihat penampilan Lin Feng, ia tidak ambil resiko jika bersikap buruk pada tamu.
"Saya Lin Feng, apa di sini tempatnya orang tua yang bernama Lin Haizan? Aku datang atas permintaannya!" Lin Feng memperlihatkan benda yang diberikan Lin Haizan. Sebuah batu giok berbentuk harimau.
"Ah, itu adalah batu giok milik tuan kami. Kalau begitu, silahkan bawa mobilnya masuk!" Penjaga itu pun mundur dan membuka gerbang agar mobil itu bisa masuk ke dalam.
"Terima kasih." Lin Feng masuk ke dalam mobil lagi. Setelah itu membawa mobilnya ke dalam sesuai dengan yang diucapkan penjaga.
Lin Feng memastikan tidak ada ancaman. Sehingga ia mengendurkan pertahanan diri. Karena yang ada di dalam, tidak ada satupun merupakan praktisi bela diri. Meski demikian, rumah besar itu memiliki banyak penjaga yang tersebar di berbagai titik.
"Tuan Lin bisa ikut denganku. Nona kami yang akan menunjukan benda yang diinginkan oleh Tuan Lin."
"Terima kasih. Silahkan antar kami ke dalam." Lin Feng menggendong Lin Yu'er. Dan membiarkan Alysa berjalan di belakangnya.
__ADS_1
"Ini tempat apa? Jangan bilang kamu bekerja di sini?" tanya Alysa dan mendengar ada kata 'Nona' membuatnya merasakan sesuatu hal yang tidak beres. Namun karena hal itu juga, maka ia harus mengikuti Lin Feng sampai ke dalam.
"Aku baru pertama datang ke sini. Lagian aku hanya ingin mengambil sesuatu saja. Setelah itu, mungkin tidak akan ke sini lagi selamanya." Lin Feng merasakan bau asam yang menyengat.
Mereka masuk ke dalam ruangan di mana ada seorang wanita yang menyambut kedatangan Lin Feng. Wanita itu adalah cucu dari Lin Haizan. Lin Mian, seorang wanita nona muda yang tinggal di rumah besar itu dengan banyaknya pelayan dan pengawal.
'Wah, ini adalah Lin Feng? Kata kakek, kau datang sendirian. Tapi mengapa membawa wanita itu dan anak kecil? Apa mereka adalah keluarganya atau siapa?' Lin Mian berdiri dan menunduk ketika melihat Lin Feng.
"Nona, ini adalah tuan Lin yang datang atas permintaan kakek anda. Kalau begitu, saya permisi dahulu." Penjaga pun langsung pergi begitu mengantar Lin Feng dan keluarga kepada Lin Mian.
Lin Mian memperhatikan Lin Feng dengan seksama. Aura ketampanannya juga membuatnya tertarik. Ada juga seorang anak gadis berusia empat tahun. Ia perkiraan itu adalah anak wanita di belakang Lin Feng. Namun tidak tahu mengapa pria itu sampai membawa orang lain.
"Nona Lin. Maafkan karena tidak memberitahu terlebih dahulu tentang kedatanganku. Seharusnya aku datang bersama orang tua itu. Tapi hari ini kebetulan sedang membawa keluarga kecilku jalan-jalan. Jadi sekalian bawa istri dan putriku."
Mendengar kata istri dan putri, membuat nyali Lin Mian ciut. Ia bahkan belum bertanya dan sudah ditodong dengan kenyataan pahit. Sayangnya pria tampan di depannya sudah berkeluarga. Jika tidak, masih ada kesempatan untuk mendekatinya.
Kakeknya juga mengatakan Lin Feng adalah pria tampan dan muda. Tidak memiliki keluarga dan hanya hidup seorang diri. Itu adalah pernyataan Lin Feng saat berhadapan dengan Nanggong Chai. Saat itu ia tidak ingin identitas keluarganya terungkap. Sehingga membuat Lin Haizan juga berpikir kalau Lin Feng benar-benar seorang diri.
"Ah, maafkan aku. Ku pikir tuan Lin ini tidak punya keluarga. Tapi tidak disangka membawa istri dan anak. Kalau begitu, perkenalan, namamu Lin Mian. Cucu dari pemilik toko kuno yang bernama Lin Haizan. Lin Feng dan keluarga, mari ikut denganku."
__ADS_1
"Terima kasih nona Lin. Alysa, ayo jalan. Yu'er, kamu sabar sebentar lagi, yah. Setelah urusan beres, papa ajak kamu membeli apa yang kamu mau di mall." Lin Feng menenangkan Lin Yu'er meski sudah tenang sejak awal.
***