
Meski Alysa sudah sepenuhnya menerima Lin Feng, ia tidak bisa melakukan disaat seperti ini. Ini adalah momen paling memalukan baginya karena sampai berbuat seperti semalam. Namun merasa lega karena pada akhirnya ia berhasil.
Meski seluruh tubuhnya menjadi hancur karena gempuran yang tiada henti, itu sudah membuatnya merasa terhormat. Memberikan seluruh tubuhnya pada orang yang benar-benar bisa dipercaya.
"Kamu cepat mandi. Aku akan menemui putri kita." Lin Feng memasukan pil kecil ke mulut Alysa. "Telan permen ini. Ini bisa membuatmu kembali bertenaga."
"Mandi? Ah, permennya enak." Alysa merasa pil yang diberikan Lin Feng cukup enak tapi dalam hitungan beberapa detik langsung lenyap. "Eh, aku tidak punya pakaian ganti!" Ia baru ingat bahwa pakaiannya pasti masih basah.
"Apanya yang tidak punya ganti? Itu di koper ada pakaianmu. Kemarin malam aku sudah mengambilnya di rumahmu." Lin Feng berdiri dan memakai pakaiannya.
"Hanna. Apa kamu melihat Hanna di rumah itu?" tanya Alysa penasaran. 'Tidak mungkin Hanna benar-benar menghianatiku, bukan?' imbuhnya dalam hati.
"Rumah itu sudah kosong dan terkunci dengan rapat. Dan keadaannya juga gelap waktu aku datang. Benar-benar tidak melihat orang itu. Aku sudah mengatakan dari kemarin, Hanna telah menghianatimu. Kalau tidak percaya, itu urusanmu dan aku tidak bisa membantah. Tapi seberapapun orang menyimpan kebusukan, pasti akan tercium juga."
Meskipun ia tidak percaya, Hanna telah menghianatinya, tetapi perkataan Lin Feng lebih masuk akal. Jika tidak, mengapa wanita itu tega meninggalkan seorang anak berusia empat tahun di tempat umum? Jika perkataan Lin Feng salah juga, Hanna tidak perlu meninggalkan rumah itu. Karena sejak dahulu Hanna tidak mau diberi rumah ataupun gaji besar.
Sejak dahulu Hanna hanya menghabiskan uang dengan wajar. Ia telah memeriksa pengeluaran dari rekening yang dipegang oleh Hanna. Pengeluaran itu hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Memenuhi keperluan makan dan mengurus Lin Yu'er. Berbeda dari keluarga Lien yang menggerogoti hartanya saja. Bahkan berniat menjualnya ke pria beristri.
__ADS_1
"Sadarlah, Alysa. Sejak awal, Hanna hanya orang yang dikirim seseorang." Lin Feng melanjutkan dalam pikirannya, 'Orang yang mengirim Hanna adalah Shu Mei. Tidak mengapa wajah mereka cukup mirip. Itu karena identitas Hanna sebenarnya adalah anak dari Shu Mei dan Fego.'
Usia Shu Mei saat ini adalah sekitar empat puluhan tahun. Sementara Hanna sekitar dua puluh enam tahun. Itu sanggat cocok jika menjadi anaknya. Apalagi sejak kehadiran Hanna, Lin Feng merasa sifat wanita itu begitu mirip. Namun Hanna bukan nama yang sebenarnya.
Hanya saja usia Fego saat ini baru tiga puluhan tahun. Mustahil diusia itu sudah memiliki anak dengan Shu Mei. Alasan lainnya adalah Hanna tidak mati di gunung Linshan. Melainkan diteleportasi ke waktu sekarang.
Berbagai orang di masa lalu muncul satu persatu. Saat Masih kecil, Lin Feng sudah diberitahu, ketika dirinya mati, maka gunung Linshan akan hancur. Sehingga membuat orang-orang yang masih hidup di dalamnya ikut mati dengannya. Tapi tidak menyangka, jiwanya melintasi waktu dan masuk ke dalam tubuhnya.
Yah, itu memang benar-benar tubuhnya yang telah bereinkarnasi. Apalagi ia memiliki dua jiwa yang telah bersatu. Kenangan dan rasa dari pemilik tubuh, sudah menyatu sepenuhnya. Sehingga tidak bisa dipungkiri mereka adalah orang yang sama.
Berbeda dengan Alysa yang tidak mengingat kehidupan lalu, Lin Feng masih mengingatnya. Lin Feng berpikir kalau kenangan buruk di kehidupan sebelumnya dan kehidupan saat sangatlah buruk. Sehingga jika tidak bisa mengingat, itu jauh lebih baik.
"Yu'er, mamamu sudah selesai mandi. Kamu makan sama mamamu, yah? Papa juga mau mandi. Badan sudah banyak keringat."
"Iya, papa. Kita makan sama-sama," kata Lin Yu'er dengan raut sedih. Meskipun gadis itu mendengar keributan semalam, ia tetap tidak ingin berpisah dengan papa dan mamanya.
"Yu'er yang baik, yah. Papamu sudah banyak keringatnya. Harus mandi agar bersih. Kamu sama mama dahulu, yah. Nanti kita main sama papa, ya kan, Papa?" tanya Alysa pada Lin Feng dengan senyuman manisnya. Ia memicingkan salah satu matanya.
__ADS_1
"Iya. Hari ini kita bisa main bertiga. Papa dan mama tidak ada kerjaan hari ini. Dan nanti malam, kita bisa menghadiri pesta. Alysa, kamu lihat kartu undangan ini. Ini adalah undangan dari Qin Nanran. Aku belum mengatakannya padamu. Tapi kamu bisa bekerja sama dengan perusahaannya suatu saat nanti. Aku akan menjelaskan semuanya nanti."
Mendengar apa yang dikatakan Lin Feng, kecemburuannya memang tidak beralasan. Ia bahkan belum bertanya tapi sudah ada kartu undangan ulang tahun. Ia juga tidak menyangka dirinya akan diajak ke pesta ulang tahun itu. Itu menunjukkan bahwa Lin Feng tidak mungkin memiliki perasaan untuk wanita lain.
Alysa menyuapi Lin Yu'er. Setelah itu mengajak gadis itu mandi dan berdandan. Hari ini Lin Feng mengatakan akan membawanya ke pesta. Namun tidak tahu apa yang harus mereka siapkan. Karena ia sama sekali tidak punya barang bagus sebagai hadiah.
Setelah Lin Feng selesai mandi dan mengganti pakaiannya, ia baru makan pagi. Sembari menunggu istri dan putrinya selesai. Urusan di apartemen sudah beres semuanya. Lin Feng menggendong Lin Yu'er keluar dari apartemen. Turun ke parkiran mobil di ruang bawah tanah.
"Ini ... apa ini benar mobilmu? Bagaimana kamu bisa membelinya? Uang dari mana?" Alysa Lien saja tidak bisa membeli mobil mewah itu. Ia tidak menduga Lin Feng memiliki mobil yang terlihat mewah.
"Oh, ini didapat dari seorang pria tua. Ah, aku lupa hari ini harus bertemu orang tua itu. Hemm, bagaimana jika kita pergi ke toko pengobatan alternatif terlebih dahulu? Aku ada masalah yang belum diselesaikan."
Tak disangka Lin Feng sampai melupakan janjinya untuk mengambil tungku obat. Ia harus menemui Lin Haizan untuk mengambil tungku yang dijanjikan. Juga mencoba kualitas tungku, apakah bagus atau kurang. Jika kurang bagus, ia juga bisa tetap dapat membuat pil dengan kualitas rendah.
Lin Feng mengendarai mobil dan membawanya keluar. Alysa bahkan tidak tahu kalau suaminya bisa mengendarai mobil sendiri. Sehingga membuatnya tidak mengerti. Serasa dunia ini telah berputar menjadi terbaik.
"Oh iya, istriku. Mulai hari ini kau tidak perlu bekerja. Sekarang aku yang akan mengurus kehidupan keluarga kecil ini. Sebelumnya semua orang bergantung padamu. Dan sekarang, kamu bisa istirahat untuk menemani putri kita. Kalau mau, lahirkan lagi seorang anak untukku, hehe."
__ADS_1
'Sebenarnya aku bahkan tidak tahu semua ini. Ah, apakah mulai saat ini, aku harus bergantung padanya? Namun aku belum terbiasa harus bergantung pada orang lain. Lin Feng, rahasia apa yang kau sembunyikan dariku?'
***